Weekend Photography – Dew of The Morning & More …

Weekend 9 April lalu bersama anak-anak motoyuk-ers kita coba mengasah ilmu fotografi. Biar tidak karatan hehehe. Salah satu hasil yang saya dapatkan adalah foto embun di pucuk-pucuk rerumputan. Kebetulan memang masih pagi & cuaca hari itu tidak panas, jadi embun masih banyak bertengger. Saat memotretnya saya sudah kepikiran untuk meletakkan tulisan-tulisan di samping kiri foto, di bagian yang kosong.

Tapi saya menjadi terinspirasi setelah melihat salah satu sample foto di internet untuk typhography-nya. Jadi itulah yang saya lakukan. Saya buat judul karya dengan huruf yang besar & bergaya kaku. Sementara diatasnya ada tulisan-tulisan kecil yang membalance foto secara keseluruhan. Untuk tulisan kecil ini saya menggunakan puisi yang relevan dengan si embun.

Karena warna background awalnya sama hijaunya saya merasa kurang menggugah dari komposisi warna. Oleh sebab itu saya gunakan “Curve” pada Adobe Photoshop untuk mengatur agar warna hijau background nya agak berbeda.

Kalau parameter pemotretan tidaklah berbeda dengan pemotretan makro biasanya, Apperture Priority dengan f8 | 1/80 secs | ISO800 | EV -1/3 | Standard Picture Style +4 Saturation | Daylight White Balance – digunakan di 5d Mark II + 100mm f2.8 L IS

Selain memotret si embun saya kebetulan juga menemukan sebuah dompet (sayang tidak ada isinya, sebelum anda nanya juga). Tergeletak begitu saya di tanah merah. Saya jadi tergelitik untuk memotretnya juga dengan menggunakan lensa makro.

Agar color tone lebih terasa menarik maka saya sudah memikirkan untuk menggunakan vintage editing + vignette. Jadi setelah saya proses RAW file nya saya langsung edit menggunakan Adobe photoshop curve. Kembali saya mainkan curve biru, hijau dan terakhir merah untuk mendapatkan warna vintage favorit saya. Sedikit ada biru & kuning dimana-mana. Selanjutnya saya gunakan distort tools untuk memberikan efek vignette secara cepat di foto ini. Dan, voila ….. “Singapore Dream” jadi.

Foto-foto ini sekedar ingin menunjukkan bahwa asalkan mata kita jeli + tidak malas mengangkat kamera maka di sekitar rumah kita juga banyak sekali obyek yang bisa dibidik. Sama halnya dengan foto yang diambil dengan kamera milik Odhani (salah satu nubie di motoyuk) – 550d + Tamron 70-300mm di sekitar kota wisata cibubur :

Walaupun lensa ini memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan autofocus, sharpness & adanya chroma (bayangan ungu di sekitar obyek) tetapi apabila digunakan untuk pemotretan ukuran kecil saya rasa masih sangat memadahi. Asalkan kita mau mengangkat kamera & memotret. Ayo jangan dibiarkan “jamuran” di dry box / cabinet. Join motoyuk weekend photography.

MOTO YUK!!!

Leave a Reply MY-ers ...