(AU) Vivid Sydney

—– new update di bagian bawah —–

Sepanjang beberapa minggu di akhir musim gugur sampai dengan awal musim dingin pemerintah kota Sydney mengadakan festival yang unik. Festival yang berfokus pada permainan cahaya dan juga bunyi ini dikenal dengan nama Vivid Sydney.

Saya sendiri tidak sempat kebagian banyak, selain karena belum terlalu pengalaman ber navigasi di area Sydney, juga karena pada penghujung Vivid Sydney saya kebetulan sudah menjadwalkan trip ke Tasmania. So saya hanya kebagian melihat dan motret di area Circular Quay.

Vivid Sydney

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman memotret Vivid Sydney ini. Yang saya baru ketahui pada saat sudah berada di tempat adalah proyeksi cahaya dilakukan secara dinamis. Jadi misalnya pada kasus Opera House di atas, dinding opera house menjadi selayaknya layar proyeksi. Ibarat film maka gambarnya terus berganti.

Awalnya saya menggunakan aperture yang cukup sempit (untuk DOF nya) dan iso yang rendah (untuk menghindari noise). Tapi ini tidak bisa dilakukan karena gambar semua menumpuk menjadi satu. Acak acak an dan abstrak.

Oleh sebab itu salah satu triknya adalah memperkirakan kecepatan gambar berganti dan menyesuaikan speed, aperture dan iso nya. Saya berakhir dengan kisaran 1/2 detik, f4 dan iso3200.

Vivid Sydney

Saya harus berpindah ke mode Manual karena kalau tidak maka speed berganti ganti sesuai dengan terang gelap gambar yang di munculkan. Dan ini sangat merepotkan karena foto menjadi over atau under exposed dalam beberapa kesempatan.

Selain itu saya harus mencari proyeksi yang agak abstrak. Kalau terlalu berbentuk maka saya butuh speed yang lebih cepat lagi. Dan noise akan lebih parah, apalagi dalam kondisi gelap begini (sunset di Sydney pada saat winter adalah jam 5 sore, sementara acara baru mulai jam 6 malam —- no twilight sky, buat yang nanya kenapa langitnya hitam)

Trik yang lain adalah soal bagian bawah foto. Awalnya saya ingin menggunakan speed yang lebih lambat agar lebih halus. Tapi apa daya, dengan kecepatan yang dibutuhkan 1/2 detik maka jelas saya tidak akan memperoleh laut yang halus. Oleh sebab itu pada saat pemotretan saya tahu bahwa bagian ini harus dilakukan manual pada saat post processing.

Ya, saya gunakan motion blur untuk menghaluskan area lautnya. Kalau tanpa post processing ini maka area laut akan freeze, dan tidak nampak menarik. Sedikit post processing dan juga masking tentunya (agar bagian atas tidak terkena dampak filter motion blur ini) membuat foto menjadi lebih menarik.

Contoh lain sebelum dan sesudah post processing :

Vivid Sydney Original
Vivid Sydney EditedYang ini setelah post processing dengan membuat langit dan area air lebih terang menggunakan Level + kasih warna dengan solid color biru tua + warm photo filter (hasil akhir agak keunguan) + beberapa kali motion blur di area airnya

Ada banyak area lain sebenarnya yang menarik. Sayang saya tidak sempat mengabadikannya. Tetapi teman saya Edward YD mengabadikannya dengan baik di galeri FB nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.