View from the top..

Dalam salah satu kesempatan di HalongBay saya berkunjung ke TiTop Island. Pulau kecil ini memiliki gardu pandang yang bisa melihat panorama di halong bay dalam 360 derajat. Untuk mencapai gardu pandang ini kami harus naik 300 lebih anak tangga yang sudah dibuat. Untungnya anak tangga ini dalam kondisi yang sangat baik ( tidak seperti di berbagai lokasi wisata daerah di Indonesia 🙁 ).

TiTop Island

Umumnya di lokasi wisata yang sudah “jelas” lokasi utama nya maka fotografer akan langsung menuju lokasi utama dan menghabiskan ratusan MBytes di lokasi tersebut. Memang umumnya lokasi utama tersebut adalah view “terbaik”. Akan tetapi kadang belum tentu terbaik dari sudut pandang fotografi. Belum tentu juga kita bisa menjaga orisinalitas foto kita. Foto berikut ini diambil dari gardu pandang, lokasi tertinggi dan utama dari TiTop Island.

View from the top | Canon EOS 40D | EF-S 10-22 @ 10mm | Apperture Priority @ f11 | 1/40 secs | ISO200 | EV+1 | Picture Style Landscape | Kelvin Custom White Balance

Bagi saya pribadi cukup memuaskan, hanya saja kurang menonjol warna-warnanya. Selain itu juga banyak pepohonan yang mengganggu (foto diatas sudah di crop bagian bawah dan atasnya karena kurang menarik).

Sebenarnya kalau kita mau lebih “perlahan” dan juga melatih mata kita maka foto berikut ini bisa kita peroleh dengan cukup mudah.

TiTop Island | Canon EOS 40D | EF-S 10-22 @ 10mm | Apperture Priority f8 | 1/160 secs | ISO200 | Picture style landscape | Kelvin custom white balance

Foto ini diambil “setengah jalan” dari puncak. Yaitu pada tempat pemberhentian yang pertama. Karena lokasinya belum terlalu tinggi maka pasir pantai masih terlihat dan belum tertutup oleh rimbun pepohonan. Hal ini memberikan warna lain pada foto ini, tidak sekedar hijau dan abu-abu (karena langit sedang kurang bersahabat). Tapi juga kuningnya pasir pantai.

Untuk memperoleh foto tersebut saya perlu mengambil view yang lebih tinggi (bird eye view). Karena tidak ada tangga dan menaiki pinggiran railing tangga cukup berbahaya, maka saya putuskan untuk mengangkat kamera saya over the head. Hal ini tentunya membutuhkan titik auto fokus yang auto dan apperture sempit (f8 ke atas) agar tidak meleset fokusnya. Saya harus mengambil 5 foto sampai saya mendapatkan komposisi yang saya inginkan, maklum tidak bisa melihat viewfinder atau LCD.

Foto lain yang menarik saya peroleh saat di pantai, yang notabene bukan pemandangan utama di TiTop Island. Karena langit sedang kurang bersahabat dan terasa sangat flat maka saya gunakan picture style Black & White dari Canon EOS 40D untuk menciptakan pemandangan yang lebih menarik.

Beach | Canon EOS 40D | EF-S 10-22 @ 10mm | Apperture Priority f8 | 1/15 secs | ISO 200 | EV +2/3 | BW Picture style

Bahkan di saat-saat genting dan terakhir pun masih ada kesempatan untuk kita menciptakan foto yang berbeda. Tergantung kita seberapa niat dan persistent dalam mengejar momennya. Kebetulan saat terakhir sebelum harus naik kapal kembali saya dan teman-teman fotografer disana melihat badai yang akan datang. Bagi kebanyakan orang itu artinya harus buru-buru naik ke kapal sebelum tidak bisa naik ke kapal karena badai. Tapi bagi fotografer itu artinya kesempatan emas, karena sebelumnya langit tidak pernah “mendukung” untuk pemotretan. Rata dan abu-abu. Sekarang terlihat awan berarak dan tebal. Terasa sekali suasana suram dan mengancam. Sangat menarik untuk diabadikan, lagipula momen seperti itu kapan lagi akan terulang?

Jadi kami bertiga memutuskan untuk tetap mengambil beberapa foto walaupun orang kapal sudah berteriak teriak.

Storm | Canon EOS 40D | EF-S 10-22 @ 10mm | Apperture Priority @ f8 | 1/30 secs | ISO200 | Picture style landscape | Kelvin custom white balance | Dodging & burning with adobe photoshop CS4

Laut yang kosong, dermaga yang sepi, laut yang agak beriak, langit yang kelam dan tonal warna yang gelap ingin menyampaikan mencekamnya suasana di saat itu. Paling tidak itulah yang saya ingin sampaikan.

By taking a picture you freeze the moment and take out the essence of time in 2 dimensional painting” – memotret adalah masalah menyampaikan visi dan bukan sekedar teknis fotografi, atau bahkan lebih parah, ketertarikan dan fokus pada perangkat yang digunakan. Apapun perangkat yang anda gunakan yang penting adalah mampu atau tidak si alat menyampaikan visi yang kita miliki.

MOTO YUK !!!




2 thoughts on “View from the top..”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *