Ujung Genteng Jan 2011 #1

Semua foto dibawah ini dibuat di ujung genteng, tepatnya di pantai barat – dekat dermaga tua. Seluruh foto dibuat dengan menggunakan Canon 5dm2, EF 17-40 f4 L, tripod, CPL & GND.

Apperture Priority Mode | f16 | 1/15 secs | ISO100 | EV -1/3 | 17mm | Standard Picture Style | Raw Processing with Canon DPP | Increase Saturation & Curve control in Adobe Photoshop CS4

Salah satu tips utama dari pemotretan seperti ini adalah cuaca yang baik. Tanpa cuaca yang baik maka akan sangat sulit kita bisa mendapatkan hasil yang menawan. Perhatikan musim, musim pancaroba seringkali memiliki sunset yang cemerlang dan sangat indah. Sementara musim kemarau terkenal dengan langitnya yang biru bersih dari awan (kadang ada jeleknya karena langit bisa terasa flat). Sedangkan musim penghujan (seperti saat saya pergi) adalah musim untung-untungan. Kalau sial maka yang diperoleh adalah langit kelabu sepanjang hari. Tapi kalau beruntung kita bisa mendapatkan langit yang cerah dengan awan cumulonimbus yang menarik.

Penggunaan filter GND sangat disarankan agar post processing menjadi lebih ringan, tidak perlu membuat GND buatan dari Adobe Photoshop untuk semua foto yang kita miliki. GND membuat keseimbangan exposure langit & darat. Dalam kasus di pantai saya lebih banyak menggunakan type “Hitech GND – Hard Edge 0.9x”. Bagian yang gelap saya tempatkan untuk menurunkan exposure di langit, sedangkan bagian yang terang / transparan saya gunakan untuk area darat / foreground saya.

Parameter pemotretan foto diatas : Apperture Priority Mode | f22 | 1/8 secs | ISO100 | EV 0 | 17mm | Standard Picture Style | Raw Processing with Canon DPP | Increase Saturation & Curve control in Adobe Photoshop CS4

Salah satu trik lain adalah menggunakan komposisi portscape, dimana landscape di foto dalam posisi portrait. Untuk mendapatkan portscape yang baik maka kita membutuhkan foreground (dalam foto diatas adalah batu bekas dermaga tua) yang menonjol (selain karena bentuk, juga karena warna kuningnya kontras terhadap warna biru di sekitarnya). Coba lihat sekitarmu dan cari foreground yang sesuai untuk foto portscape-mu. Ingat bahwa lensa wide membuat foreground nampak lebih besar apabila kita mendekatinya, agak berbeda dengan ukuran yang dilihat mata kita. Biasakan memahami karakter lensa & portscape.

Selain itu portscape yang bagus membutuhkan langit yang indah, musim dimana awan cumulonimbus bertebaran adalah waktu yang tepat. Tanpanya maka langit akan cenderung flat dan kosong, sementara portscape membutuhkan porsi langit yang bahkan lebih wide lagi dibandingkan dengan landscape biasa.

Jangan takut untuk basah / kotor. Seperti kasus pemotretan ini kaki saya “nyelup” di dalam air laut setinggi 10-30 cm. Belum celana & pantat yang juga ikutan basah saat jongkok. Hal ini perlu dilakukan karena untuk mendapatkan sudut portret terbaik seringkali kita harus menggunakan low angle. Jangan khawatir pula memasukkan tripod ke dalam air laut / lumpur. Asalkan kita segera setelah pemotretan membersihkannya dengan air bersih maka tidak akan ada kendala. Yang penting kita jaga adalah peralatan fotografi lainnya jangan sampai terkena air laut. Apalagi kamera, karena air laut sangat “jahat” terhadap besi & turunannya, karat dapat terbentuk dalam waktu 1-2 hari saja.

Apperture Priority Mode | f22 | 1/6 secs | ISO100 | EV 0 | 17mm | Standard Picture Style | Raw Processing with Canon DPP | Increase Saturation & Curve control in Adobe Photoshop CS4

Penggunaan tripod sudah pasti harus dilakukan untuk hasil optimal. Hal ini karena tanpa tripod kita harus menggunakan ISO tinggi (yang lebih memunculkan noise), atau menggunakan appeture kecil  (yang akibatnya depth of field tidak bisa optimal) ataupun shutter speed yang sangat lambar (yang berpotensi shake). Pastikan anda menggunakan tripod yang kokoh dan mampu menahan bobot kamera + lensa yang anda gunakan.

Penggunaan filter CPL dalam kasus ini lebih untuk memberikan foreground tambahan. Tanpa CPL maka permukaan air di dekat foreground akan memantulkan cahaya, sehingga terlihat tidak menarik. Sedangkan dengan penggunaan CPL maka kita bisa membelokkan arah cahaya yang datang, sehingga pandangan kita seakan bisa menerobos hingga ke dasar permukaan laut. Lihatlah karang kuning di bagian tengah bawah foto diatas, hal ini hanya bisa diperoleh dengan menggunakan CPL.

Tips lain untuk pemotretan ala foto diatas adalah : setelah sunrise selesai segeralah menuju arah barat, dimana langit biru menanti sekitar 30-45 menit saja.

MOTO YUK!!!





7 thoughts on “Ujung Genteng Jan 2011 #1”

  1. Mas Edo, apakag GND hanya 1 macam saja atau juga ada macam2? untuk camera saya Cannon 7D, GND and CPL apa yang harus dibeli?
    Thanks

  2. Halo, setahu saya GND ada dua macam Hard Edge dan Soft Edge. Yg kualitas dan harga sesuai kantong adalah merk Hitech. Betul ya Pak Edo? 🙂 Ukurannya macam2, selengkapnya ada disini : http://www.motoyuk.com/2010/09/20/gradual-neutral-density-ultimate-filter-for-landscaper/#more-1634.

    Kalau utk CPL, sebaiknya beli yang merk “Hoya HD CPL” karena reviewnya di kenrockwell sangat bagus (anti gores, anti sidik jari dan anti minyak). Utk ukuran diameter nya, sesuaikan dengan ukuran diameter lensa saja.
    http://www.focusnusantara.com/product_store/hoya_hd_cpl.php
    http://www.kenrockwell.com/hoya/hd-filters.htm

    Semoga membantu..

  3. Hehe.. kalo utk Hoya HD CPL, sangat recommended (baru beli kmrn soalnya). Tambahan, utk filter, kl pake lensanya ultra wide angle, hrs beli yg tipis ketebalannya. Kalau tidak, bisa kena vignette. 🙂

    Oia, kl beli filter GND di bhinneka, dapet diskon 5%. trus bisa cicil kartu kredit 6 bulan nol persen.. lumayann. hehe.

    1. Yup, dibawah 18mm buat APS-C dan 24mm buat Full Frame better beli yang tipis / slim, karena kalau tidak akan kesulitan saat stacking / menumpuk filter. Misalnya : UV + CPL atau UV + ND – kesulitannya seperti yang Felix sebutkan : vignette, sayang sudah punya kamera dengan resolusi tinggi & lensa dengan focal length wide harus di crop karena ada vignette parah

  4. Mas nanya dong. Aku juga pake Canon 17-40mm L. Tapi foto dengan zoom mentok di 17mm, kebaca di komputer malah 19mm ya? Mohon pencerahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *