Ujung Genteng – Hidden Paradise – Travel Log

Pemandangan alam yang luar biasa ini terletak 8-9 jam perjalanan dari Jakarta. Nama lokasinya adalah pantai Ujung Genteng, dekat Pelabuhan Ratu. Berikut ini adalah travel log yang saya gunakan pada perjalanan beberapa waktu lalu. Untuk informasi mengenai pemotretan akan di buat posting terpisah.

SABTU

  • 02.30 – 03.00 : Persiapan, bangun tidur, mandi, quick breakfast
  • 03.00 – 05.30 : Perjalanan menuju Sukabumi melalui tol Jagorawi – perjalanan pagi hari seperti ini banyak untungnya karena jalanan lebih lancar, tidak ada kemacetan yang disebabkan pasar / truk yang berjalan lambat. Sangat di rekomendasikan berangkat pagi seperti ini.
  • 05.30 – 06.30 : Makan pagi di Sukabumi – penting untuk mengisi perut agar tidak kena masuk angin haha, bubur sukabumi sudah mulai banyak yang buka
  • 06.30 – 11.30 : Mengarah ke Pelabuhan Ratu lalu menuju ke Surade dan akhirnya ke Ujung Genteng. Cukup banyak petunjuk jalan, tapi apabila bingung silahkan bertanya banyak warga sekitar yang bisa inform ke kita mengenai arah perjalanan. Jalanan agak rusak, tetapi kendaraan sedan bahkan masih bisa lewat, tentunya menjadi lebih lama perjalanan karena harus berjalan sangat pelan di area yang jalannya rusak. Total jarak tempuh dari Jakarta sekitar 250 km.
  • 11.30 – 12.30 : Makan siang, banyak warung makan kecil di sekitar pantai ujung genteng. Makanan seperti seafood atau nasi goreng masih bisa ditemukan dengan cukup mudah di sepanjang pantai.
  • 12.30 – 13.30 : Check in pondok. Kami menggunakan Pondok Adi. Harganya relatif murah : 300rb / malam (kamar dengan 2 kamar tidur – bisa muat cukup banyak apabila tambah extra bed). Salah satu pondok lain yang bisa dipertimbangkan adalah Pondok Hexa, bangunannya lebih baru & moderen.
  • 13.30 – 16.00 : Menyusuri pantai & scouting lokasi hunting. Cobalah pantai di depan pondok hexa, kita bisa berjalan melalui laut dengan air yang dangkal sampai 600 meter dari bibir pantai. Coba pula susuri pantai di dekat dermaga tua.
  • 16.00 – 18.00 : Mengunjungi muara cipanarikan – muara ini sangat unik dan untuk mencapainya harus naik ojek motor sampai pantat rata saking jauhnya. Tapi lokasinya menarik dan indah. Disarankan untuk berangkat lebih awal (misalnya jam 15.00) apabila ingin menikmati pemandangan muara ini lebih lama. Sepulangnya dari muara kita bisa melepas tukik / anak penyu. Tiket masuk konservasi ini Rp 5.000,- tapi pengalamannya tidak terlupakan, apalagi kalau suka dengan wildlife. Cobain deh.
  • 18.00 – 20.00 : Makan malam di Pondok Adi. Sangat disarankan untuk menghemat waktu memesan makan malam di Pondok dimana kita tinggal. Sehingga bisa berangkat lagi untuk melihat penyu bertelur tepat waktu.
  • 20.00 –  ??? : Melihat penyu bertelur di konservasi penyu. Waktunya tidak bisa ditentukan karena tergantung kapan si penyu mau naik dan bertelur. Periode bertelur sebenarnya Agustus. Pada bulan ini banyak sekali penyu naik ke darat untuk bertelur, tapi di bulan biasa tetap ada 3-5 penyu naik untuk bertelur. Untuk menghindari penyu kabur maka penggunaan flash akan sangat dibatasi. Lebih baik membawa lampu senter yang sudah dibalut kertas merah (hanya jenis senter seperti ini yang dapat dipergunakan bebas). Kami beruntung karena jam 20.30 an sudah ada penyu yang bertelur sehingga tidak menunggu lama. Ada orang yang menunggu sampai jam 02.00 untuk melihat penyu bertelur. Saran saya untuk berangkat lebih awal, karena dengan makin banyaknya wisatawan di pantai penyu relatif lebih enggan naik & bertelur, sehingga menunggu bisa jadi lama. Harga ojek Rp 80 ribu untuk perjalanan melepas tukik + melihat penyu melahirkan. Jangan ditawar lagi lah .. kasihan mereka haha.

MINGGU

  • 04.30 – 05.00 : Jadwal bangun pagi buat para landscaper. Jangan sampai telat bangun. Jangan lupa buang air besar & makan seadanya. Sangat tidak menyenangkan mendapatkan momen indah buat di foto tapi perut “mengamuk”
  • 05.00 – 06.30 : Menuju pantai timur (dekat pelelangan ikan) untuk memotret Sunrise. Coba nikmati mengambil gambar sunrise dengan foreground kapal-kapal yang ada disana. Tapi kalalu mau mencoba yang berbeda coba dari pelelangan ikan susuri pantai ke arah kanan, anda akan mendapati pantai dengan sedikit karang-karang unik yang sangat bagus untuk jadi foreground.
  • 06.30 – 08.00 : Jangan berhenti dahulu karena setelah sunrise selesai maka arah barat langitnya menjadi biru sangat indah. Jadi segera menuju ke arah dermaga tua. Potret pemandangan alam disana. Coba berjalan agak jauh ke tengah laut untuk mencari biota laut seperti bintang laut yang bisa jadi foreground yang sangat menarik. Hati-hati dengan beberapa bulu babi yang mungkin ada. Terutama, hati-hati dengan kamera anda hehe. Alternatif lain adalah makan pagi dan segera menuju ke curug untuk mendapatkan pencahayaan optimal.
  • 08.00 – 09.30 : Makan pagi
  • 09.30 – 10.30 : Menuju Curug Cikaso, perjalanannya cukup jauh, menuju arah Surade dan belok kanan ke arah Tegal Beueleud. Nanti bisa naik kapal kecil menuju air terjun. Harga tiket kapal cukup murah koq, hanya 80ribu untuk satu kapal pp (kapasitas 10 orang).
  • 10.30 – 12.30 : Pemotretan curug cikaso. Jangan lupa gunakan tripod, hood & filter ND. Selain itu kita bisa menikmati air sungai dengan berenang, hati-hati ada beberapa area yang agak dalam, pastikan anda memang bisa berenang. Airnya sejuk & sangat nyaman buat mandi. Bawa baju ganti & peralatan mandi juga karena anda bisa mandi air bersih setelahnya.
  • 12.30 -14.00 : Makan siang – anda bisa makan siang di Surade yang relatif tidak terlalu jauh dari lokasi. Nikmati beberapa warung / restoran yang ada disana. Kita sendiri makan siang di nasi padang depan mesjid besar di Surade.
  • 14.00 – 16.00 : Sepanjang perjalanan pulang ke Ujung Genteng anda bisa mampir di pengrajin gula kelapa & villa amanda ratu. Pengrajin gula kelapa ada di gubuk-gubuk sepanjang perkebunanan kelapa. Coba saja datangi mereka & dapatkan foto human interest yang menarik dari sana. Sedangkan villa amanda ratu menarik untuk dikunjungi untuk melihat mini tanah lot yang ada disana.
  • 16.00 – 18.00 : Jangan terlalu lama di villa amanda ratu karena perlu segera ke dermaga tua untuk memotret sunset disana. Kalau anda beruntung anda bisa mendapatkan sunset yang spektakuler di sana.
  • 18.00 – 20.00 : Coba seafood di dekat dermaga tua (saya lupa namanya, tapi itu satu-satunya restoran seafood dengan ukuran cukup besar disana). Coba lobster saus padang nya, hanya 75rb / porsi … nikmattttt

SENIN – Yak, saya sangat menyarankan untuk mengambil cuti

  • 04.30 – 06.30 : Bersiap lalu kembali potret keindahan sunrise di pelelangan ikan. Tapi jangan terlalu berlama-lama karena harus segera pulang ke Jakarta
  • 06.30 – 08.00 : Berberes, makan pagi
  • 08. 00 – 17.00 : Perjalanan ke Jakarta, makan siang bisa dilakukan di Sukabumi (mencapai Sukabumi sekitar jam 13.00)
Pemandangan matahari terbit di Pantai Pelelangan Ikan

Demikian kurang lebih jadwal perjalanan saya waktu ke Ujung Genteng. Masih ada banyak lokasi lain yang bisa di datangi sebenarnya, jadi tentu saja saya akan kembali lagi ke Ujung Genteng nantinya.

Total biaya perjalanan kami per-orang sekitar Rp 650.000 (kami berangkat ber-5 dengan mobil sendiri). Cukup murah mempertimbangkan pengalaman, makan-makan dan tentunya foto-foto yang kami peroleh hahaha.

MOTO YUK!!!


4 thoughts on “Ujung Genteng – Hidden Paradise – Travel Log”

  1. sangat mengagumkan…. baik suasananya maupun hasil fotonya… kapan2 ana harus ke tempat ini nih… indonesia memang masih punya banyak hal…. kalo boleh tau buget yang disiapin kira2 brapa bang Edo..??? hehehe…

Leave a Reply MY-ers ...