Travel Photography : Takayama-Shirakawa Go, Japan

Kebetulan saya memperoleh kesempatan untuk sekali lagi travel ke Jepang, Osaka lebih tepatnya, karena urusan pekerjaan. Tentunya sebelum ngurusin kerjaan saya senggangkan waktu untuk mengunjungi area yang belum saya sempat kunjungi dalam trip ke Osaka-Kyoto-Nara di bulan Maret-April lalu.

Osaka
Pemandangan yang bisa dinikmati dari Hotel Intercontinental Osaka – tempat saya kebetulan menginap. Ini di jepret dengan menempelkan kamera ke kaca dan tentunya mematikan semua lampu di kamar.

Dalam tulisan ini saya akan bahas beberapa tips yang mengiringi perjalanan kali ini. Berhubung singkat, maka tips ini bisa digabungkan dengan perjalanan yang lebih panjang.

Penginapan & Tur

Untuk penginapan saya memesan jauh jauh hari Hostel yang sempat saya gunakan sebelumnya (buat yang belum paham bedanya hostel dan hotel, tolong googling dulu). Saya gunakan J-Hoopers Hostel di Osaka sebagai base, dan J-Hooper Takayama sebagai tempat singgah saat di Takayama.

Saran saya adalah pesan langsung via email jauh jauh hari. Selain lebih murah, ini juga mempermudah komunikasi dengan pihak hostel. Pembayaran dilakukan saat kita sampai di hostel, baik menggunakan cash maupun credit card.

Osaka-Jo
Benteng Osaka selalu asyik untuk dinikmati – saya gunakan Lee Big Stopper ND Filter (9 stop) untuk menambah dramatisasi area ini. MY-ers bisa menemukan lokasi ini di pintu utama (depan) dari Osaka Castle.

Saya travel sendirian, oleh sebab itu saya gunakan jenis kamar Mixed Dorm. Artinya kamarnya gabung dengan beberapa orang lain dan beda gender (walau umumnya jatuh2nya sih cowo). Selain lebih hemat, jenis kamar ini juga membuat saya bisa berkenalan dengan rekan traveller lain (dalam trip ini saya kenalan dengan traveller dari Spanyol, Korea Selatan dan UK). Harga per orang / hari untuk Mixed dorm sekitar Rp 250.000 …. harga yang sangat terjangkau untuk di Jepang.

Untuk menghindari kerepotan saya sewa handuk disana, cuma sekitar 70 Yen, murah lah … daripada repot dengan handuk basah. Sedangkan baju juga saya bawa seadanya, karena saya bisa mencuci dan mengeringkan baju di hostel, cukup dengan biaya 300 Yen. Daripada tas penuh dengan baju?

Shirakawa-Go
Shirakawa Go adalah perkampungan yang menjadi UNESCO World Heritage. Bangunan khas nya sudah berumur ratusan tahun, dikenal dengan nama Gosho Style. Tiap musim shirakawa go memukau dengan wajahnya yang berbeda. Hijau bersemi adalah wajahnya saat summer. Ini adalah pemandangan dari Vantage Point / Gardu Pandang. Sekitar 1 km dari dusun tersebut.

Untuk tur ke Shirakawa Go saya gunakan tur yang tersedia di J-Hooper juga. Tur ini mencakup :

  • Bis dari Osaka-Takayama-Shirakawa Go-Takayama-Osaka (all in)
  • Penginapan di Takayama

Harganya “cuma” 13.300 Yen – jauh lebih murah daripada naik kereta bullet train yang sekali jalan ke takayama saja 11.000 Yen. Tapi ini saya lakukan karena saya tidak membeli JR-Pass (silahkan googling) mengingat perjalanan saya cuma sebentar – rugi kalau beli JR Pass yang mencapai 3.5 juta rupiah / 7 hari.

Bagaimana dengan makanan? Saya kebetulan bukan muslim, sehingga relatif lebih mudah untuk saya mencari makanan di Jepang. Tetapi jangan khawatir, pemerintah jepang memiliki web yang mendaftar lokasi restoran yang halal. Silahkan saja di googling. Salah satu makanan favorit saya karena murah dan enak adalah Beef Bowl – berbagai merek ada, salah satunya Yoshinoya.

Jadwal Perjalanan

Saya sampai di Jepang jumat pagi, hari tersebut saya habiskan dengan perjalanan ke hostel, check in, tidur sebentar dan menuju ke Osaka Castle. Sunset di jepang agak terlambat, sehingga saya baru menuju osaka castle sekitar pukul 15.30 waktu setempat.

Setelah menikmati berbagai angle yang ada, saya akhirnya menikmati twilight di Osaka Castle. Lokasi paling asyik menurut saya sih ada di arah gerbang belakang. Makin sore area ini makin sepi, enak buat moto.

Osaka-Jo
Osaka Jo adalah bangunan yang sangat impresif, dengan sejarah yang sama mengagumkannya. Saya penggemar cerita sejarah Jepang, sehingga mengunjungi nya sendiri membawa perasaan yang berbeda. Penggunaan tripod tentunya adalah harus untuk pemotretan seperti ini.

Hari Sabtu pagi saya menuju lokasi bis yang akan membawa saya ke Takayama. 5 jam perjalanan dengan bis sangat menyenangkan karena pemandangannya sangat indah. Menuju takayama sebenarnya menuju area pegunungan, tetapi karena Jepang “canggih” maka kita tidak akan di hadapkan dengan jalan berputar putar yang memabukkan, melainkan belasan terowongan. Sangat menyenangkan.

Bis sampai di takayama tepat waktu, sehingga siang hari setelah check in saya bisa menikmati kota kecil ini. Saya merekomendasikan menggunakan sepeda yang dapat di sewa di hostel dengan biaya hanya 500 Yen (maksimal). Ini supaya jangkauan penjelajahan bisa jauh.

Saya menghabiskan sepanjang hari berputar putar mengelilingi daerah sungai yang membelah kota kecil ini. Belanja suvenir tentunya juga mudah karena sepeda ada keranjang di depannya. Jangan lupa mencoba Hida Beef Steak yang nikmat seperti makanan dari surga hahaha.

Steel Trail
Ini adalah salah satu sudut kota Takayama, jembatan dimana di bawahnya adalah rel kereta. Dilengkapi dengan langit sore yang indah saya padukan dengan slow shutter kereta yang berjalan. Kalau gak naik sepeda sih gak akan sampai ke lokasi ini hahahaha.

Sepanjang sungai kita bisa melihat burung bangau dan bahkan ikan Koi bebas berkeliaran. Sungguh indah dan menenangkan. Saya suka kota kecil ini.

Minggu pagi saya berangkat ke shirakawa go dengan bis yang sudah menjadi bagian dari tur. Kalau kita pakai JR Pass sebenarnya enak juga kalau tidak usah menginap di takayama – melainkan pagi sampai di takayama langsung naik bis ini. Kebetulan bis ini berhenti tepat di depan JR Station Takayama. Siang hari setelah pulang dari shirakawa go tinggal pulang naik JR Train.

Perjalanan ke shirakawa go dari takayama dekat, cuma 1 jam. Hal ini karena adanya terowongan baru (7 tahun lalu … LoL), kalau tidak bisa mencapai 3 jam perjalanan. Mencapai lokasi kami langsung di ajak ke vantage point. Saya sarankan ambil tur pagi, karena selain lebih sepi juga udara masih lebih bersih dan enak buat moto.

Setelah foto di gardu pandang barulah kita punya waktu sekitar 2.5 jam menikmati Gosho Style Building yang ada. Masuklah ke 1-2 bangunan yang ada, sungguh impresif bagaimana bangunan ini di bangun dan arsitektur interior nya. Sangat logis dan juga detil. I just LOVE the principal.

Shirakawa-Go
Salah satu Gosho Style Building yang ada di shirakawa go.

Sebenarnya saya ingin menginap di kampung ini. Sayang waktunya tidak memungkinkan, lain kali kesini lagi saya akan menginap for sure.

Sepulangnya dari shirakawa go saya masih memiliki sedikit waktu untuk belanja dan akhirnya pulang kembali ke Osaka menggunakan bis yang sama. Agak macet (ya … Jepang bisa macet juga) mendekati Kyoto, sehingga saya sampai di osaka jam 9 malam kurang lebih.

Hari Senin saya sempatkan untuk mencari oleh oleh. Sebenarnya sore saya bisa ke Umeda Sky Building, tetapi akhirnya saya menikmati bangunan ini di akhir perjalanan dinas saya. Tapi for sure MY-ers bisa melakukannya di hari ketiga ini. Bangunan ini tidak jauh dari Osaka Train Station. Untuk tiketnya saya sarankan beli di J-Hoopers, lumayan diskon 100 Yen (hahaha … any discount is welcome). Total saya membayar 600 Yen untuk naik ke atas.

Osaka
Sunset yang indah bergabung dengan pemandangan city light yang menawan dari atas UMEDA Sky Building. Pastikan datang sedikit lebih awal dan nikmati jalan jalan mencari lokasi yang ok.

Pemandangan 360 derajat sekeliling osaka dari bangunan ini simply : AWESOME. Saya sarankan bawa tripod yang tinggi karena anda akan membutuhkannya. Kalau bisa bawa tangga kecil / bangku kecil even better.

Osaka
Lensa tele berguna untuk mendapatkan detil bangunan dan lekuk jalanan yang ada. Saya suka sekali dengan lekuk jalanan yang menembus bangunan dan juga bangunan berwarna merah. Framing yang tepat akan membuat foto yang enak untuk dinikmati.
Osaka
Lokasi yang sama tapi waktu yang berbeda mampu memberikan nuansa yang sungguh berbeda bukan?

Peralatan

Seperti biasa saya travel very light, saya hanya membawa peralatan yang terbatas :

  • Fuji XT1 body dengan 3 batere cadangan
  • Fuji XF 10-24
  • Fuji XF 55-200
  • Samyang 8mm Fish Eye mk2 – Fuji Mount
  • Tripod Velbon Ultrek
  • GND Soft Edge 0.6 dan 0.9
  • Lee Big Stopper
  • Holder & Ring Adapter

Kalau saya bawa DSLR nampaknya bisa pingsan wkwkwk … tapi ya mungkin karena saya sendiri tidak nyaman berjalan dengan beban berat di punggung ya. Ada saja yang nyaman nyaman saja.

Pertanyaan apapun mengenai travel ini … silahkan post comment, jangan contact langsung saya – supaya berguna buat teman teman yang lain


8 thoughts on “Travel Photography : Takayama-Shirakawa Go, Japan”

  1. Thanks untuk sharing nya pak Edo.. kebetulan next Jan 2015 saya akan ke shirakawago.. Mohon inputnya, apakah lebih baik saya menginap di Takayama atau cukup pp dari osaka? Untuk perjalanan kali imi saya akan membeli JR Pass karna memang akan berada di Japan selama 7 hari..

    1. Hi Lulu … kalau sekedar ke shirakawago dan pakai tour, plus sudah ada JR, sepertinya bisa pp dari osaka. Tapi ikut tur siang-sore saja supaya waktu lebih leluasa.

      1. Iyaa salju bisa sampai 10 meter tingginya.. makanya saya batalkan menginap di shirakawago takutnya mati kedinginan soalnya mereka bilang heater tidak terlalu kuat karna takut merusak bangunan… hiiii mundur teratur dan nginep di Takayama aja deh

  2. Kyoto lebih joss menurut sy,beli ticket bus 500¥ untuk seharian ada puluhan temple yg bisa di kunjungi kalau anda suka photo…terus nginapnya di Nara(jauh lebih murah) dari kyoto ke nara naik kereta biasa ¥620. Jangan lupa paginya ke nara park,sangat menyenang dg kijang-kijang yg bersahabat dan memberi mereka beberapa keping roti

Leave a Reply MY-ers ...