Tips belanja alat fotografi second

Hobi fotografi adalah hobi yang relatif cukup menyita kantong. Walau saya juga percaya bahwa yang paling penting adalah “the man behind the gun” akan tetapi ada kalanya peralatan membatasi. Pada saat itulah mau tidak mau kita harus belanja, at least kita harus punya kamera buat start hobi ini bukan?

Saya sendiri penggemar belanja barang second. Biasanya saya cari barang second di Bursa FN. Alasan saya adalah karena ada saja orang di luar sana yang beli barang, beberapa saat kemudian tergoda untuk upgrade. Jadi bahkan barangnya masih mulus luar biasa, tidak ada bedanya dengan beli baru. Padahal harganya bisa mencapai 80-90% saja. Kenapa tidak bukan? Coba lihat-lihat di bursa, ada saja kamera Canon EOS 550d yang masih garansi 10 bulan (baru pakai 2 bulan, dengan pemakaian sangat minim) tapi di bandrol dengan harga 90% harga di pasar. Wow, menarik bukan?

Berikut beberapa tips umum untuk belanja barang second :

  1. Pastikan anda mengerti mengenai barang tersebut dan bagaimana cek-nya. Kalau tidak mengerti / ragu ajak teman yang memang sudah lama di fotografi dan bisa cek. Mau minta tolong saya? Bolehhhh … nyumbang motoyuk tapi ya, hahahaha.
  2. Apabila belanja online pastikan anda tahu / yakin dengan orang yang barangnya mau anda beli. Di bursa hal ini bisa dilihat dari apakah orang tersebut statusnya “Verified”, Rating-nya selama ini dan juga barang jualannya selama ini.
  3. Untuk amannya lebih enak anda lakukan COD (Cash on Delivery). Lihat barangnya dulu, coba test & gunakan, puas? baru bayar. Lakukan pertemuan di tempat yang nyaman dan aman.
  4. Untuk barang yang masih garansi lakukan cek status garansi-nya, apakah sesuai dengan apa yang dikatakan. Anda bisa cek status garansi produk Canon Datascrip di website mereka.
  5. Paling penting : Beli barang second harus sabar. Sabar menunggu barang yang tepat, kualitas ok dan harga juga ok. Kalau anda buru-buru butuh nya, lebih baik beli barang baru.

Nikon D90 with Vertical Grip - courtesy of : http://reviews.photographyreview.com/

Untuk pembelian Body Kamera :

  1. Saya tidak menyarankan pembelian body second. Hal ini dikarenakan sebenarnya komponen ini banyak elektroniknya yang memiliki umur. Makin dipakai maka ke-aus-an makin mungkin terjadi. Penggantian sparepart juga menjadi mahal.
  2. Perkecualiannya adalah apabila masih sangat mulus / shutter count masih minim / garansi masih sangat panjang (>6 bulan).
  3. Beli-lah selalu produk dengan garansi resmi. Hal ini akan mempermudah penggantian sparepart, penanganan masalah atau juga claim lainnya.
  4. Harga pasaran untuk body kamera dengan kondisi mulus & garansi masih > 6 bulan adalah di kisaran 90-95% dari harga barang baru. Hati – hati kalau barangnya di pasang dengan harga luar biasa murah.
  5. Cek kelengkapan & fungsi kamera tersebut. Mulai dari digunakan motret biasa, setting, flash, dll. Bawa lensa & batere sendiri kalau perlu.
  6. Cek pula bersihnya sensor & viewfinder. Walau bisa dibersihkan di service centre (kalau masih berlaku Datascrip memberikan 3x cleaning gratis selama masih dalam periode garansi) tetapi proses membersihkan bisa menghabiskan waktu.
  7. Jangan lupa cek batere dan charger-nya.
  8. Minta contact & garansi pribadi jika dirasakan perlu.

Untuk pembelian lensa :

  1. Lensa adalah barang favorit untuk dibeli second. Hal ini dikarenakan sistem optik lensa (kecuali Image Stabilizer yang kadang bermasalah kalau sudah lama) cenderung stabil dan tidak bermasalah walau berumur.
  2. Anda tidak harus membeli lensa yang masih garansi, biasanya harganya masih mahal dan penghematan jadi tidak seberapa. Tapi selalu beli lensa yang dahulunya memiliki garansi resmi (ex Datascrip untuk Canon, ex Alta buat Nikon). Mengapa? Karena hal ini akan menghemat banyak saat ada masalah dengan lensa tersebut. Anda tetap bisa cek status garansi di web yang sama seperti telah saya sebutkan diatas.
  3. Belilah dengan cara COD, saya sangat tidak menyarankan beli via pos. Terlalu banyak yang dipertaruhkan.
  4. Proses cek lensa cukup ribet, jadi pastikan anda mengajak orang yang memahami peralatan fotografi. Pastikan membawa kamera untuk proses test.
  5. Test yang pertama adalah kondisi fisik luar dari lensa, sebaiknya paling tidak dalam kondisi cukup mulus, tidak ada tanda bekas jatuh, dll. Pastikan zoom & focus ring berputar dengan baik & lembut.
  6. Test berikutnya adalah apakah ada jamur / bekasnya, scratch, fog, dll.
  7. Apabila ada debu micro dalam lensa masih tidak masalah, karena pengaruhnya minim terhadap hasil.
  8. Test lain adalah test fungsi. Pasangkan pada kamera dan gunakan untuk memotret. Lihat akurasi, kecepatan dan bunyi autofocus nya. Jenis mesin auto focus yang berbeda memang beda kasarnya, pastikan anda paham seharusnya lensa anda bunyinya seperti apa.
  9. Salah satu test autofocus yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan cara yang disebutkan dalam web ini. Tidak perlu seribet sampai menggunakan tripod dll sih, tapi paling tidak mendekati.
  10. Test juga di berbagai apperture dan sumber cahaya. Kadang ada lensa yang muncul “error 99” pada apperture tertentu / cahaya yang sangat terang.
  11. Pastikan image stabilizer masih berfungsi dengan baik dan lembut bunyinya.
  12. Harga pasaran untuk lensa ex garansi resmi tetapi sudah lewat masa garansinya adalah sekitar 75-90% tergantung pada kondisi, kelengkapan dan keberuntungan anda.

Untuk pembelian aksesoris :

  1. Coba pertimbangkan apakah penghematan yang anda lakukan worthed atau tidak. Kadang ada barang aksesoris yang harga barunya sendiri relatif murah, sehingga penghematannya hanya beberapa puluh ribu rupiah. Mungkin untuk kasus seperti ini lebih baik membeli barang barunya atau paling tidak belilah secara online / dikirim. Sehingga usaha untuk COD minimal.
  2. Aksesoris seperti filter biasanya mencapai 70-80% harga baru. Tapi perhatikan apakah dalam kondisi yang mulus, tidak ada scratch atau kerusakan coating.
  3. Aksesoris seperti batere tidak saya sarankan untuk beli second, mengingat kemungkinan kebocoran & rusaknya batere cukup besar dan sulit dicek.
  4. Flash adalah salah satu aksesoris yang cukup berharga untuk dibeli second. Pastikan kondisinya masih bagus dan fungsinya juga sempurna. Lebih baik beli yang masih memiliki garansi resmi. Kisaran harganya bisa mencapai 80-90% harga baru.

Salah satu tips buat anda yang memiliki blackberry dan selalu online untuk mendapatkan barang murah :

  1. Buat account twitter. Lalu follow account @bursaFN.
  2. Account ini secara otomatis akan mengirimkan tweet setiap kali ada penawaran baru. Jadi kita cukup review tweet tersebut sepintas, apabila ada barang baru yang sesuai dengan yang kita incar kita bisa langsung cek. Kalau penjualnya valid, harga cocok & kondisi nampaknya ok, langsung booked dan ajak COD segera.
  3. Hal ini penting karena barang second yang berkualitas dan murah diburu oleh ratusan orang. Jadi dalam kisaran jam sudah akan di booked oleh seseorang, dan hilanglah kesempatan anda.

Selamat berburu 🙂

MOTO YUK!!!


5 thoughts on “Tips belanja alat fotografi second”

  1. Tipsnya lengkap banget dan sangat bermanfaat…kalo saya cuma berani beli accessories second atau third party seperti lenshood atau filter. Untuk body dan lensa kalo ga ngerti dan ga teliti sangat beresiko…

    1. Hahaha makanya harus dicoba Pak Ben. Dari jajaran lensa yang pernah saya miliki/beli 3 lensa saya beli baru, 18-55 kit, 100mm macro, 50mm f1.8. Sedangkan 17-55 f2.8 IS, 10-22, 70-200 f2.8 IS dan 17-40 f4 saya beli second, semuanya sekitar 85% harga pasar. Gagal sekali waktu beli 50mm f1.4 akan tetapi bisa saya kembalikan ke orang yang jual.

      Memang butuh skill & hoki untuk belanja second hehe … tapi selisihnya cukup buat beli banyak barang laen :p

  2. waduh bos, susah ya …klu mau cari seken…thanks banget infonya..sy sih sepaham klu body harus yg baru/ganransi, klu lensa ya kapan kapan titip ae sama sampean ae …hahahahahaa

    1. Emang susah 🙂 kan sepadan dengan keuntungannya menghemat budget. Kalau gampang mah semua pindah beli second dan second jadi gak murah lagi hahaha. Lensa bolehhhhh titip, nyumbang buat motoyuk ya hahaha

Leave a Reply MY-ers ...