The Silent Camera – Ricoh GR Digital / GRD IV

6a00e551a6244a88330154367f013b970c-800wi

Waktu dengar pertama kali dari William Jusuf saya cuma bisa bilang : Hah? Ricoh? Yang mana ya …. hahaha. Maklum kamera ini bukan kamera terkenal buat semua orang. Merek yang kurang dikenal, kampanye marketing yang hampir tidak ada, review yang minim, harga yang lumayan buat pocket … semuanya berkontribusi pada “tenggelam” nya jenis kamera ini. Padahal? Very nice indeed …

Kesempatan pertama memegangnya saat ketemu dengan William – kesan saya adalah : damned this camera is good. Terutama masalah silent & image quality nya (tolong ya, ini kamera pocket, tentu saja bukan bandingan dengan kamera dengan sensor besar).

————-

Masalah silent yang saya maksud adalah kamera ini di desain untuk bisa mengambil gambar dengan diam-diam. Tidak ada bunyi AF confirm, lampu LED dan LCD bisa di off semua. Satu satu nya tanda kamera ini masih menyala hanyalah lensa nya dalam kondisi menjulur dan terbuka. That’s all … sangat nyaman buat pemotretan street.

Belum lagi karena body kamera ini mirip sekali kamera pocket biasa, jadinya lebih tidak intimidating buat subyek. Lihat deh hasil karya William Jusuf di facebook nya. Semuanya candid, dan dihasilkan di jalanan. Very nice …

————-

Image Quality kamera ini relatif sangat bagus menurut saya. Penggunaan lensa fixed (setara 28mm f1.9) dan sensor jenis CCD jelas menampakkan hasil. Saya belum punya foto yang komposisinya bagus buat di tunjukkan disini. Tapi hasil crop 100% nya nampak masih tajam dengan sedikit masalah saja (chroma dll – masih sangat tolerable).

R0011007-crop

Foto diatas adalah hasil crop 100% dari foto di bawah ini.

BW langsung dari kamera – hanya resized dan very mild sharpening di photoshop. Diambil pada model Av – f4 – 1/760secs – iso80 (yea … iso 80)

R0011007-small

Black & White yang dihasilkan oleh kamera ini juga kental, kontras dan mantap. Saya suka BW yang dihasilkannya pada saat digunakan di street. Ya, memang di atas ISO 640 sudah mulai nampak noise yang menggangu … tetapi buat saya masih cukup memadahi.

Dibantu dengan f1.9 + sensor yang kecil (sehingga DOF juga sangat lebar) maka kamera ini bisa “menyedot” cahaya temaram dengan cukup baik – sembari DOF nya masih cukup terjaga dengan baik. Menggunakan kamera ini kita bisa santai menggunakan f1.9 – f4 dan hasilnya relatif masih tajam semua.

————-

Saya juga suka dengan ergonomi kamera ini. Hanya ada sedikit button, mudah dipahami, tetapi tiap button juga fungsional dan mudah di setting. Saya paling suka kemudahan mengatur salah satu Function Button menjadi tombol untuk mengganti dari BW ke Color dan kebalikannya. Sangat mudah, dibandingkan harus masuk menu dan mengganti picture style misalnya?

Susunan menu di kamera ini juga relatif sederhana dan straight to the point. Walau di beberapa bagian saya sempat bingung (misalnya soal Snap Point Focus, dll) tapi setelah baca buku petunjuknya bisa dipahami. Tanpa kita gunakan itupun sebenarnya tidak masalah … kamera ini masih bisa berfungsi dengan baik.

Kamera ini basically : just point & shots – tapi jika ingin mengatur lebih detil? Bisa dilakukan ….

XMas Kitchen_R0011067 web

Penggunaan fixed lens 28mm juga menurut saya cukup bijak. Walau beberapa pengguna umum bisa ngomel karena tidak diberikan kesempatan untuk zooming, tetapi para street photographers mungkin justru senang, karena dengan demikian bisa mengira-ira dari jarak mana yang masuk ke dalam frame apa saja. Makin terbiasa kita dengan focal length tertentu maka akan terbentuk mental image di kepala kita – lebih mudah mengira ira dari mana harus memotret.

Kamera ini juga mendukung penggunaan Eye-Fi Card – sehingga saya bisa secara otomatis memindahkan foto yang baru saja saya ambil ke any device yang saya miliki (misalnya ke iPhone / iPad) via wireless. Saya bisa langsung editing dan upload – sangat praktis. Walau tentunya penggunaan Eye-Fi mengurangi daya batere yang ada. Untunglah kamera ini cukup cerdas dengan menyertakan fungsi on-off Eye-Fi wireless.

Batere kamera ini buat saya adalah salah satu kelemahan kamera ini – walau di claim 390 foto, saya rasa kurang dari itu. Agak boros, walau tidak parah. Saya berharap bisa menggunakan lebih lama (mungkin salah satu sebab kamera saya lebih boros adalah karena penggunaan Eye-Fi card). Tetapi kerennya kamera ini mendukung penggunaan batere AAA yang dengan mudah kita peroleh di warung warung dimana saja. Ini tentunya sangat praktis. Ya, batere AAA tadi bisa langsung digunakan, tanpa harus menggunakan selongsong batere khusus dll …. keluarkan batere original, dan masukkan batere AAA. Praktis.

Secara umum saya suka dengan kamera mungil ini ….. semoga bisa digunakan untuk nye-treet dengan lebih optimal.

motoyuk signature white

 

One thought on “The Silent Camera – Ricoh GR Digital / GRD IV”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *