The right Apperture set for landscape

Landscape photography bicara mengenai foto yang tajam dari ujung ke ujung. Seperti telah saya tulis di artikel mengenai hyperfocals technique, penggunaan apperture yang sempit (misalnya f22) akan memaksimalkan hyperfocals distance yang dapat kita peroleh. Artinya, obyek yang masuk kategori tajam akan makin luas cakupan area-nya. Mencapai 12 cm s/d infinity di lensa 10mm + kamera dengan sensor APS-C.

Tapi memaksimalkan depth of field dengan menggunakan apperture sempit dan kepadatan resolusi (jumlah pixels yang makin meningkat pada sensor dengan ukuran yang sama) memiliki efek yang dikenal dengan lens diffraction. Difraksi inilah yang akhirnya menurunkan ketajaman foto yang kita ambil.

Difraksi lensa ini bisa dihitung secara matematis, berbeda untuk tiap kamera (karena merupakan kombinasi antara besarnya ukuran sensor dan Pixel yang digunakan). Untuk tahu limit difraksi dari kamera Canon anda bisa coba lihat di review kamera di web digital photograhy. Misalnya untuk Canon EOS 50D batas difraksinya adalah f7.6, artinya diatas f7.6 difraksi lensa akan mulai terjadi. Secara teoritis ketajaman gambar pun akan mulai menurun. Sedangkan di Canon EOS 5D Mark II karena ukuran sensornya lebih besar maka batas nya adalah f10.3.

Tentunya dengan teknologi yang terus dikembangkan oleh produsen kamera maka efek difraksi ini bisa diminimalkan. Ini misalnya dicapai dengan penggunaan teknologi micro-gap di sensor Canon yang terbaru. Jadi perhitungan Diffraction Limit Apperture (DLA) diatas tidaklah sepenuhnya tepat.

Jadi berapa apperture yang harus digunakan? Tidak ada rumus pasti. Yang jelas anda perlu tahu efek penggunaan apperture yang sempit, baik dalam hal penambahan depth of field maupun ketajaman gambar. Dengan demikian kita bisa memilih apperture yang tepat dengan situasi.

Tapi bagi saya pada pemotretan landscape dengan Canon EOS 40D (DLA : f9.3) saya biasa menggunakan f8 s/d f16. Saya mulai jarang menggunakan f22 kecuali saya membutuhkan hyperfocal distance sampai dengan 12cm di depan lensa. Pada f8 bahkan sudah cukup luas depth of field nya.

MOTO YUK !!!

One thought on “The right Apperture set for landscape”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *