The InfraRed ….

Semenjak dulu mau nyemplung ke ranah fotografi infrared selalu ragu dan gak jadi-jadi. Tapi akhirnya hari ini kesampaian juga, karena pas kebetulan ada yang jual Canon 50d versi 9.3 IR (yang memang g mau) dengan harga lumayan ok.

Saya baru nyemplung, so mungkin belum bisa banyak share. Tapi sedikit tentang fotografi IR, fotografi ini tidak memotret dengan cahaya yang kita lihat dengan mata kita. Seperti kita pernah belajar di SMP / SMA bahwa mata kita hanya bisa melihat sampai spektrum mejikuhibiniu … tidak spektrum sesudah (UV) atau sebelum (IR).

Infrared sesuai dengan namanya ya warnanya hanya merah … tapi dengan gradasi. Jadi kayak BW tapi bukan grey di antaranya, melainkan merah. Berikut contoh foto yang dihasilkan langsung tanpa post processing :

Sample_Leaf_IMG_9000

Setelah kita melakukan post processing (dalam hal ini saya ubah menjadi normal BW) maka hasilnya terlihat normal. Bedanya adalah sebenarnya yang kita lihat di foto bukanlah yang kita lihat dengan mata kita. Daun ini kalau di foto dengan kamera normal maka hasilnya dia tidak akan putih terang begini, melainkan agak grey bahkan cenderung hitam karena warnanya. Dia menjadi putih karena dia memantulkan IR lebih banyak daripada backgroundnya.

Leaf_IMG_9000_web

Apakah camera yang sudah di oprek IR sama dengan menggunakan filter IR di depan lensa?

Ya dan tidak. Pada prinsipnya kamera kita sudah dipasang suatu filter di depan sensor nya oleh produsen kamera untuk memblock IR mengenai sensor. Tujuannya adalah supaya hasil foto dengan visible spektrum (mejikuhibiniu) lebih tajam. Jadi sinar IR yang mampu mengenai sensor sangat sangat terbatas.

Filter IR pada prinsipnya adalah untuk memblock visible spectrum, sehingga sinar yang diteruskan hanyalah sinar IR. Karena IR yang diterima sensor kamera biasa sangat sedikit, maka kamera biasa + filter IR membutuhkan shutter speed luar biasa panjang. Kadang saat siang hari bolong saja butuh sampai lebih dari 30 detik (tergantung jenis IR filter nya).

Nah, kalau kita “oprek” kamera kita maka filter yang menghalangi infrared mengenai sensor di cabut. Lalu biasanya filter IR dipasangkan di depan sensor. Sehingga sinar yang masuk dan akhirnya mengenai sensor adalah hanya IR saja. Karena bebas mengenai sensor maka shutter speed yang dibutuhkan relatif normal, tidak sampai long shutter speed. Lebih nyaman untuk menggunakannya.

Salah satu kelebihan IR untuk fotografi landscape adalah karena IR menangkap spektrum cahaya yang tidak kita lihat. Seperti contohnya pada foto di bawah ini, saat pengambilan langit super flat. Tidak terlihat awan dengan jelas. Tapi IR mampu menangkap awan awan ini dengan baik – ingat what you see in the field is not the same with what you get in IR camera.

Kota-Wisata-BW_IMG_9010-web

Jadi buat landscaper IR camera bisa berfungsi sebagai kamera cadangan buat kondisi langit flat + kondisi matahari sudah agak tinggi.

Selain digunakan BW, maka kita bisa “mewarnai” hasil dari IR camera. Biasanya dengan menggunakan post processing (silahkan search mengenai color swap). Misalnya seperti foto di atas saya bisa warnai dengan tonal seperti di bawah ini. Karena tidak real warnanya maka sering disebut “false color”

Kota-Wisata_IMG_9010-web

Apakah di warnai atau tidak tentunya selera …

Ada beberapa versi kamera IR buatan om Harlim (mbah nya kamera IR di Indonesia) yang bisa menghasilkan tonal false color langsung dari kamera, tanpa harus post pro. Hal ini dimungkinkan dengan mengatur picture style yang digunakan + filter IR yang digunakan di depan sensor. Dengan memperbolehkan beberapa visible spektrum masuk / lolos dari filter maka kita akan dapatkan toning / pewarnaan pada foto IR.

Pilih versi yang mana? Silahkan konsultasi dengan Om Harlim … tapi kalau saya karena akan menggunakannya untuk landscape, dan kebanyakan akan full BW maka saya pilih v9.3 yang “full IR”

….. Nah sekarang saat saya menikmati dan eksplore dulu kamera IR saya ya.

motoyuk signature white

9 thoughts on “The InfraRed ….”

    1. Boleh di coba sih … tapi saran saya beli yang sudah oprek saja di bursa. Total cost lebih murah daripada oprek sendiri. Kalau gak suka post pro pilih versi non full IR, sedangkan kalau suka post pro dan suka BW IR bisa pilih versi full IR atau v9.3

  1. huehehehe….. kalo gitu selamat menikmati “keracunan” nya yah mas…. heuehehehehe… Kapan motret bareng nya??….. hunting nyokkkkk

  2. aku ditawarin IR.9,8
    mahal memang biaya oprek nya..
    siap2 oprek 550D ku lah om…penasaran sama versi IR nya om Surya yg di Singapore itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *