The Eye – Center of Kelapa Gading Mal

Beberapa waktu lalu saya kebetulan jalan ke mal sembari bawa kamera. Niatan awal sebenarnya mau motret ke Ancol, sayang sekali cuaca hari itu sangat buruk. Saya lihat pergerakan awan juga tidak membantu – menuju tambah gelap. Jadilah saya urungkan niatan motret dan nongkrong di Starbucks sembari menyelesaikan buku “The Photography Series” pertama dari MotoYuk (Yes … it will coming soon).

Sepulangnya dari Starbucks saya terhenti di tengah Mal Kelapa Gading (depan Petra Toys buat anak kelapa gading). Kebetulan pencahayaan di bagian atap nya sangat menarik. Wah harus di foto ini hehe … (Ingat artikel “Photographer’s Eye“)

Foto ini dihasilkan dari Canon 5d Mark II dengan lensa Carl Zeiss Flektogon 20mm f4. Lensa ini salah satu lensa arsitektur terbaik, karena tajam sekaligus distorsi nya hampir zero. Menggunakannya sendiri cukup ribet karena kita perlu melakukan stop down. Yaitu pada saat kita focusing kita pilih f4 di body lensa, lalu setelah focus tercapai kita ubah aperture menjadi misalnya f8.

Walau lebih ribet dari lensa AF, tapi saya suka dengan lensa ini. Ukurannya kecil (hal penting buat saya belakangan ini) sehingga mudah dibawa-bawa. Buat apa lensa super tajam dan mahal tetapi kita tinggalkan di dalam dry cabinet karena beratnya? Hehe pertanyaan retorik yang saya ulang-ulang belakangan ini.

Untuk mendapatkan dynamic range (cakupan terang s/d gelap) di foto ini saya tidak bisa mengandalkan dari lensa dan kamera saja, Kurang nendang. Tapi saya juga tidak terlalu fasih menggunakan HDR software, jadi saya pilih HDR manual dulu saja (ntar saya belajar deh HDR software, sumpehhh!!).

Maksud saya dengan HDR manual adalah dengan menggunakan adjustment layer (Level dan Curve) di photoshop. Lalu saya masking di beberapa area yang saya ingin lebih terang / lebih gelap. Bingung? Tenang, cari di YouTube tutorial mengenai hal ini (kata kunci : Layer masking) banyak tersedia koq. Tinggal atur-atur dan “lubangi” layer mask yang digunakan.

….. The best camera is the one that with you ……


2 thoughts on “The Eye – Center of Kelapa Gading Mal”

  1. Edo, itu shutter speednya diseper berapa? low shutter ya kyknya, soalnya lampu bisa jadi star.. apa gara2 distep down, alias kecilin bukaan ya? thanks.

Leave a Reply MY-ers ...