The Boy from CatBa Island – how to process in DPP

Foto dibawah ini diambil di CatBa Island, Vietnam. Ini merupakan hasil JPEG langsung dari kamera. Pilihan focal length dan apperture diambil untuk tetap menyertakan background dan refleksi di permukaan danau, tapi juga memunculkan efek 3D dengan permainan depth-of-field.

JPEG from Camera | Canon EOS 40D | EF-S 17-55 f2.8 IS @ 55mm | Av @ f2.8 | 1/500secs | EV -1/3 | ISO200 | Landscape Picture Style

Oleh karena kurang “punchy” maka file RAW nya coba diproses lebih lanjut. Sebagai reminder mengenai RAW vs JPEG dan contoh pengolahan menggunakan DPP bisa cek post sebelumnya. Berikut ini adalah langkah yang diambil untuk melakukan pengolahannya :

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengubah picture style. Saya pribadi lebih menyukai tonal warna “Standard” untuk human interest. Sedangkan “Landscape” saya gunakan untuk pemandangan alam dengan warna hijau & biru yang dominan. Picture style “Landscape” membuat tonal warna kulit agak pucat dan bagi saya pribadi kurang nyaman.

Selain itu saya naikkan Sharpness RAW menjadi 8, dari sebelumnya 3. Saya cek dengan view 100% nampak bahwa pada skala 8 noise belum muncul dan proses sharpening belum “merusak” sisi-sisi terluar dari obyek human interest nya (pada sharpening yang parah akan nampak bahwa obyek seakan-akan “ditempel” di background, karena sisi terluar obyek yang over-sharpening).

Melihat hasil setelah perubahan picture style saya merasa perlu menaikkan sedikit saturasi warna dari foto. Maklum, picture style standard cenderung agak kurang saturasinya. Berdasarkan selera saya naikkan saturasi nya +1 di Canon DPP. Saya tidak melakukan perubahan pada White Balance karena saya merasa tingkatnya sudah sesuai dengan yang saya inginkan, sudah cukup warm.

Picture style : Standard | Saturation : 0
Picture style : Standard | Saturation : +1

Proses selanjutnya adalah melihat dynamic range dari foto. Dynamic range digunakan untuk mengatur gradasi terang dan gelap, yang pada akhirnya berdampak pada kontras suatu foto. Karena foto terasa relatif flat dan kurang kontrasnya, maka saya ubah dynamic range nya dari -8 menjadi -5, hal ini meningkatkan kontras foto. Mengimbangi perubahan di area shadow dengan menggunakan dynamic range selector, maka saya juga meningkatkan brightness dari foto menjadi +0.33 agar lebih terang.

Picture style : Standard | Saturation : +1 | Adjust dynamic range to -5 | Brightness : +0.33

Untuk meyakinkan tidak ada clipping maka saya mengaktifkan Highlight Alert & Shadow Alert di Canon DPP. Fitur ini meyakinkan tidak ada area di foto yang mengalami clipping dikarenakan perubahan yang kita lakukan. Pada kasus foto ini apabila brightness dinaikkan lebih dari +0.33 maka clipping mulai terjadi di area roti yang dipegang si obyek. Walau roti tersebut tidak esensial tapi bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam adjustment.

Highlight & Shadow Alert di Canon DPP

Sebenarnya prosesnya biasanya sudah selesai, akan tetapi dalam foto ini saya merasa baju yang dikenakan obyek terasa kurang sesuai dengan warna aslinya. Hal ini dikarenakan warna kuning yang ditangkap oleh kamera cenderung over exposure dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya saya menggunakan fitur highlight correction di Canon DPP untuk memperbaiki warna kuning tersebut. Saya ubah parameter highlight menjadi -1.

Improvement di warna kuning menggunakan highlight adjustment

Langkah terakhir (jika diperlukan) adalah resize image & unsharp mask di Photoshop / pengolah foto lainnya. Ingat untuk hanya melakukan sharpening setelah melakukan resize image, dan bukan sebelumnya. Hal ini untuk menjaga kualitas foto yang dihasilkan. Dan berikut adalah perbandingan sebelum (JPEG hasil dari kamera) dan sesudah (hasil pengolahan RAW).

JPEG vs Processed RAW

MOTO YUK !!!

3 thoughts on “The Boy from CatBa Island – how to process in DPP”

Leave a Reply MY-ers ...