The beauty of small thing – Macro Photography

 

Aduh basah

Pernah lihat mahluk diatas? Mungkin pernah tahu tapi tidak pernah memperhatikan kali ya? Atau pernah lihat yang dibawah ini ?

 

Aneh bahwa benda yang tidak pernah kita lihat secara detil ternyata indah. Itulah keindahan dari fotografi makro. Fotografi makro adalah aliran fotografi yang memotret benda – benda yang relatif kecil. Benda ini bisa beragam, dari serangga, bunga, mainan kecil, tetes embun, dll. Saya akan coba share sedikit mengenai aliran fotografi ini.

The beginning

Apa yang dibutuhkan untuk memulai fotografi makro? Aliran ini cenderung lebih “murah”, mengapa? Karena dengan sebuah kamera pocket yang memiliki mode macro (baca manual kamera pocket tersebut) maka kita udah bisa memotret. Foto dibawah ini di ambil menggunakan canon powershot A610 oleh adik saya.

 

Wah ternyata bisa ya? Ya…..kamera pocket adalah salah satu kamera yang sangat cocok digunakan untuk fotografi macro. Mengapa?

  1. Murah…jauh relatif lebih murah dibandingkan DSLR dan lensa khusus
  2. Pembesaran besar, karena sensor yang relatif kecil maka fotografi makro bisa dilakukan dengan baik, barang kecil bisa keliatan besar dengan mode macro (baca buku manual kamera dahulu untuk tahu mana mode macro itu)
  3. DOF yang lebar, DOF / ruang tajam (bagian di foto yang tajam / tidak blur) pada kamera pocket relatif luas. Jadi dengan apperture f2.8 pun kita bisa dapat foto yang cukup tajam. Padahal pada kamera DSLR kita harus menggunakan f8 untuk mendapatkan ruang tajam yang sama, yang akibatnya shutter speed yang lebih lambat, akibatnya lagi gambar bisa blur karena goyang – well more about this later on ya.

DLSR? Tentunya masih meraja karena faktor kualitas foto yang lebih baik dan fleksibilitas yang lebih bagus, bisa ganti lensa sesuai dengan kebutuhannya. Tapi mari kita coba dengan menggunakan kamera pocket dulu.

Perangkat lain yang dibutuhkan?

  • Tripod, kadangkala fotografi makro dilakukan pada kondisi pencahayaan yang minim. Jadi tripod dibutuhkan untuk membuat kamera lebih stabil dan hasilnya foto yang lebih tajam. Tripod sebenarnya bebas, tetapi untuk fleksibilitas maka baik jika kita membeli tripod yang bisa memotret dengan ketinggian sampai dengan 10-15 cm. Bagaimana hal ini dilakukan? Dengan membentangkan kaki tripod sampai hampir 180 derajat.
  • Lens converter dan macro filter, tipenya mungkin berbeda untuk tiap jenis kamera pocket. Tapi intinya lens converter ini dipasangkan di lensa kamera pocket agar filter bisa dipasangkan
  • Flash, kita mungkin membutuhkannnya apabila kondisi pencahayaan sedang kurang. Hal ini terutama karena serangga (yang biasa menjadi obyek macro) biasanya baru sedikit tenang kalau sudah agak sore.

How to do it ?

Langkah pertama adalah mencari obyek tentunya. Obyek macro ada dimana – mana, disekitar rumah kita pun tersedia (ini sebabnya saya sangat suka dengan macro, indah dan “murah”). Tergantung kesukaan kita maka dapat kita pilih bunga, daun, serangga, butiran embun, sarang laba-laba, dll. Lakukan observasi kapan obyek ini dalam kondisi paling indah. Misalnya : untuk memotret bunga dengan embun tentunya tidak dapat kita lakukan sore hari, so kita harus memotretnya pagi-pagi benar.

Setelah obyeknya dan waktunya kita ketahui barulah kita dapat menentukan peralatan yang kita butuhkan. Apabila kondisi pencahayaan sedikit / gelap (misalnya pagi2 benar) maka kita membutuhkan tripod / flash. Sedangkan apabila obyeknya sangat kecil maka kita membutuhkan lens converter / macro filter untuk memperbesar obyek.

Setelah kita sampai ke lokasi maka :

  1. Siapkan kamera (dan settingnya) dan tripod anda
  2. Dekati serangga dengan hati – hati. Tiap serangga memiliki “circle of fear” yaitu radius dimana mereka tidak terganggu / terbang. Apabila kita melebihi radius itu biasanya mereka akan terbang / pergi. Salah satu trick adalah dengan memperhatikan tingkat serangga / binatang tersebut. Apabila dia sudah mendongakkan kepalanya (bersikap waspada) maka lebih baik kita berhenti dahulu mendekatinya. Setelah dia lebih tenang barulah kita mendekatinya lagi
  3. Apabila obyeknya adalah benda mati (misalnya sarang laba-laba, bunga, dll) maka hal ini lebih mudah. Perhatikan sisi terbaik dari obyek, jangan langsung main potret saja. Perhatikan dulu dari sisi mana obyek itu terlihat paling indah. Dari atas, samping kanan, kiri atau bahkan dari belakang mungkin?
  4. Sesuai dengan kata salah satu maestro foto Capa “If your photos is not good enough, then you’re not close enough”. Artinya coba dekati obyek secara perlahan – lahan. Kadangkala semakin dekat kita dengan obyek maka keindahannya menjadi lebih nyata. Hal ini dikarenakan foto obyek tidak terganggu hal – hal yang lain (misalnya background)
  5. Setting :
    • Gunakan Mode Av (Apperture Priority) – hal ini untuk memberikan fleksibilitas bagi kita dalam mengatur ruang tajam
    • Gunakan iso yang terkecil jika anda menggunakan kamera pocket. Hal ini dikarenakan noise kamera pocket relatif tinggi.
    • Apabila anda menggunakan DSLR maka gunakan iso 200-400
    • Untuk kamera pocket start dengan f4, apabila speed masih lambat (untuk tanpa tripod yaitu dibawah 1/125, atau dengan tripod dibawah 1/10) maka perbesar apperturenya menjadi misalnya f2.8
    • Untuk DSLR gunakan apperture sekitar f8 atau lebih. Penggunaan apperture sangat tergantung pada ruang tajam yang mau kita buat. Gunakan tombol dof preview pada DSLR untuk menguji ruang tajam
    • Untuk autofocus gunakan center autofocus, hal ini supaya mempermudah saja. Tekan shutter setengah untuk auto focus pada area yang kita inginkan tajam, lalu geser (sambil tidak melepaskan jari dari shutter) sampai mencapai komposisi yang kita inginkan.

Banyak sekali hal yang tidak bisa saya tuliskan disini. Well, media tulisan selalu terbatas bukan? So feel free to contact me kalau ada pertanyaan mengenai macro…mungkin saya bisa share pengalaman, atau juga bisa kita cari solusinya bersama….Salam jepret !!!

26 thoughts on “The beauty of small thing – Macro Photography”

  1. sangat menarik artikelnya, saya termasuk pecinta makro dengan pocket, karena hanya itulah gear yang saya punya sekarang. Di artikel ini, saya masih penasaran dengan “lens converter dan macro filter”. Bisa gak dikasih contoh produk apa misalnya, saya dari dulu nyari2 filter makro buat kamera pocket belum ketemu sampai sekarang. Saya make nikon coolpix L22

    1. Hallo 🙂 agak sulit untuk menggunakan keduanya di kamera pocket. Hal ini karena keduanya membutuhkan filter thread, dimana si filter kita pasangkan. Pocket tidak memiliki itu.
      Tapi pocket memiliki mode macro, hal ini bisa di manfaatkan, walau mungkin pembesarannya tidak bisa sampai 1:1 … selamat mencoba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *