Thailand & Singapore – A Quick Trip

Perjalanan wisata bersama keluarga / kantor seringkali tidak memungkinkan kita membawa peralatan berat. Saya sendiri pernah mengalaminya baru-baru ini. Dalam perjalanan ke Thailand selama total 10 hari saya harus travel light karena pergi bersama keluarga yang tidak suka memotret. Sedangkan di perjalanan kedua saya ke Singapore bersama rekan-rekan kantor. Perjalanan ke Singapore kali itu cukup “aneh” karena hanya daytrip, pagi nyampe malam pulang. Tentunya saya juga harus travel light.

Berikut peralatan yang saya bawa :

  • Canon 5d Mark II – kalau ada kamera lain yang lebih ringan dengan senang hati tentunya akan saya bawa, misalnya Canon 1100d atau mirrorless system seperti Sony NEX-3/5 atau Olympus E-P2
  • Canon EF 17-40mm f4 L (Singapore) – karena saya tahu saya akan membutuhkan lensa super wide untuk pemotretan Marina Sands Bay
  • Canon EF 24-105mm f4 L IS (Thailand) – karena saya butuh lensa all-round yang bisa digunakan untuk banyak hal tetapi tetap ringan dan berkualitas
  • Filters – GND & CPL – ini sih tidak terlalu berat, jadi daripada menyesal lebih baik dibawa
  • Monopod – membawa tripod (walau yang carbon & travel angle sekalipun) bukan pilihan pada saat travel light. Monopod mampu menggantikan peran tripod sampai kisaran exposure 2 detik + hoki & multiple shots tentunya hahaha.

Pada pemotretan di Singapore saya menunggu blue hours (twilight) sampai dengan jam 7 malam waktu setempat. Hasilnya cukup memuaskan :

Saya menggunakan f8 pada ISO200 dan EV -2/3 – akibatnya shutter speed drop sampai dengan 2 seconds dan monopod harus saya pegang hati2 agar tetap sharp. Menahan nafas + mirror lock up juga merupakan salah satu trik untuk membuat foto sharp dengan menggunakan monopod. Kalau saya gunakan ISO yang lebih tinggi maka selain noise mulai muncul (karena banyak area shadow) maka saya tidak bisa mendapat efek halus (walau tidak maksimal) di permukaan air. Sedangkan aperture lebih kecil dari f8 meragukan untuk mendapat hasil ketajaman optimal.

Sedangkan di bangkok saya bereskplorasi dengan banyak hal, mulai dari BW photo sampai dengan fish eye (tanpa lensa fish eye) – juga bokeh. Selain itu di Krabi saya mencoba memotret beberapa hal, Airport Krabi jadi menarik setelah di gubah ke BW menggunakan silver effect :

Atau hotel tempat menginap yang di potret pada saat twilight (menggunakan iso tinggi karena tidak ada rencana memotret, sedang keluar makan malam) :

Atau bahkan sekedar memotret light trail dengan slow shutter? Karena tidak ada monopod atau tripod maka saya letakkan (dengan hati-hati) kamera saya di atas dinding tempat sampah hahaha ….

Jadi siapa bilang travel light harus membatasi kreatifitas kita dalam fotografi? Justru kita harus pintar-pintar memilih perangkat yang mau dibawa, dan sesampainya disana mampu menggunakannya dengan semaksimal mungkin.

MOTO YUK!!!

12 thoughts on “Thailand & Singapore – A Quick Trip”

  1. maaf sebelumnya mau tanya sedikit..dari travel dan membawa lensa kenapa pakai 17-40 bukan 16-35? apakah ada perbedaan dari kedua lensa itu? makasih sebelumnya

    1. Halo martin. 16-35 adalah lensa zoom wide andalan canon. Dibandingkan dengan 17-40 dia lebih baik di corner sharpness dan af yg lebih cepat sedikit karena f2.8.
      Tapi kendalanya adalah harganya terlalu mahal untuk keunggulan yg tidak seberapa. Ini pendapat pribadi ya. Beda orang bisa beda.
      Selain harga lensa yg mahal lensa 16-35 menggunakan filter ukuran 82mm. Semua filter (uv, cpl, ring gnd, nd) semuanya jadi mahal juga.
      Plus 17-40 sedikit lebih ringan.
      Overall saya lebih prefer 17-40 untuk wide lens 🙂

  2. saya menggunakan 5D mark 2, selisih 1mm di sini jauh ngga? sharpness disini terlihat jauh ngga bedanya antara kedua lensa? sebelumnya terima kasih buat infonya..

  3. Siang pak….
    Saya selalu mengikuti artikel2 yang ada di motoyuk, bagus2 dan bermanfaat..apalagi waktu pas mau beli DSLR. Buka halaman tentang pilihan kamera dan lensa yang ekonomis/recomended jadi ngebantu banget pas beli kameranya. Sekarang pengen nambah lensa..dari foto2 yang ada di atas semuanya itu dari lensa yg memang pengen saya beli, tp tentunya bukan lgs 2-2nya..:) rekomendasi dari pak Edo apa ya..klo saya tertarik untuk landscape tapi masih bisa juga dapet human inteterest (tentunya dari pilihan 2 lensa itu)
    Terima kasih

  4. Hai bernard. Senang sekali kalau artikel saya berguna. Harus hati hati dalam memilih lensa karena ada faktor crop..kalau body yg digunanakan full frame maka lebih baik pilih 24-105 dulu. Tapi kalau ada crop factor nya maka lebih baik 17-40 (atau 15-85) lebih dulu

  5. Iya bener juga, saya pake bodynya 60D..so menurut bapak gimana..?ada bilang temen pake yg 24-105 aja..dah ada IS nya, buat vidoe juga range nya lumayan..

  6. Bagaimana dengan kualitas lensa 17~55 F2.8 di bandingkan dengan 17~40 L. dari segi harga jauh sekali bedanya tapi orang bilang seri L hasilnya lebih tajam..dari segi body yang non FF menurut bapak pilih yang mana..?

  7. saya sngt menyukai karakter foto nya yg selalu berwarna,,buat dpatin warna nya mas lbh setting d kamera nya atau edit lg??sbrapa jauh editan itu?

    1. komponen penyusunnya banyak, terutama karena post processing yang benar (untuk canon adalah dengan push saturasi & S-curve / kontras), setting yang benar (White balance, exposure, picture style), sebagian karena lighting yang tepat, sebagian karena body dan lensa. Saya jarang edit dengan banyak layer & rumit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *