Tanjung Burung

Sebagai “weekend getaway” saya memilih mengunjungi Tanjung Burung. Lokasinya ada di ujung utara Jakarta, sekitar 1 jam perjalanan dari airport Soekarno-Hatta.

Sayang kondisi lapangan pada saat kesana kurang bersahabat bagi fotografer. Momen foto diatas diambil hanya sangat singkat. Setelah itu kembali mendung. Tentunya karena kondisi cukup mendung parah (bahkan sempat hujan rintik-rintik) maka untuk langit biru saya membutuhkan Adobe Photoshop. Oleh karena menggunakan apperture f16 maka shutter speed yang diperoleh hanyalah 1/2 secs (pada ISO50). Oleh sebab itu tripod saya butuhkan agar tidak shake.

Selain itu saya menggunakan filter CPL untuk mengurangi pantulan pada permukaan air tambak. Hal ini membuat warna lumut di bawah permukaan air bisa ditampilkan. Tanpa CPL maka kombinasi warna hijau – kuning di dasar tambak tidak bisa dimunculkan. Filter GND 0.9 Soft juga digunakan untuk mengurangi perbedaan exposure antara langit dan daratan. Tanpa GND maka kita tidak bisa mendapatkan balance exposure seperti yang kita lihat dengan mata kita.

Di tambak yang berdekatan saya mencoba melakukan slow shutter menggunakan filter ND. Hal ini saya lakukan untuk menampilkan permukaan sehalus cermin. Dikombinasikan dengan GND untuk membalance exposure. Tujuan foto saya adalah ingin menampilkan sepinya suasana di tambak tersebut. Memang tambak – tambak bandeng yang ada disana cenderung sangat sepi, ditunggu oleh hanya 1 orang penjagaย  umumnya. Warna Black & White saya rasa tepat untuk mewakili kesepian ini.

BW juga sangat tepat digunakan apabila langit sedang super mendung. Karena tidak mengandung warna jenis fotografi ini hanya menampilkan detil dan gradasi exposure. Sehingga bisa tetap menampilkan nuansa yang kita inginkan walaupun langit sedang tidak ada warna.

Tak jauh dari tambak ada muara yang menuju ke Laut Jawa. Sebenarnya tidak jauh dari situ kita bisa menuju pulau yang menjadi bagian dari kepulauan seribu. Pulau rambut salah satunya. Karena waktunya tidak memungkinkan maka saya mengurungkan niat untuk bertandang kesana. Akan tetapi saya sempat menjelajah area di sekitar muara. Saya mendapati susunan ilalang yang warnanya sangat menarik bagi saya. Sayang untuk memotretnya saya harus dari jarak jauh. Hal ini dikarenakan bagian bawah dari ilalang ini bukanlah tanah padat / pasir, melainkan lumpur dengan kedalaman bisa sepinggang (menurut si pengemudi kapal).

Saya menggunakan focal length 280mm untuk mendapatkan crop ketat seperti ini. Untuk warna saya dorong saturasinya lebih jauh pada Canon DPP dengan menggunakan saturation +4 ditambah lagi Adobe Photoshop saturation +20. Hal ini dibarengi dengan kontrol level pada Adobe Photoshop untuk menjaga kontras yang ada. Bagi saya pribadi pattern adalah salah satu bentuk fotografi alam yang sangat menarik.

Kalau yang dibawah ini saya potret dengan menggunakan lensa yang sama tapi pada focal length 185mm. Dapat dilihat bahwa fotografi nature & landscape tidak hanya masalah wide, tapi seringkali juga menggunakan lensa tele untuk mendapatkan crop & sudut yang diinginkan.

Seperti telah saya sebutkan sebelumnya bahwa langit sangat pias. Jadi saya membutuhkan Adobe Photoshop untuk memberikan sedikit warna biru walau samar di langit. Tanpa warna biru ini maka komposisi warna dari foto ini terasa kurang lengkap.

Saya juga menguji coba lensa fish eye yang baru saya beli (Canon EF 15mm f2.8 Fish Eye). Lensa ini sangat spesifik penggunaannya karena distorsi yang luar biasa. Selain distorsi karakter lainnya adalah luasnya sudut pandang dari lensa ini. Kadang jempol saya yang memegang lensa saja bisa masuk ke frame ๐Ÿ™‚

Kembali saya membutuhkan Adobe Photoshop untuk menguatkan warna biru di langit yang pada kenyataannya hampir tersapu bersih oleh mendung. Salah satu derita para landscaper ๐Ÿ™‚

Di penghujung hari langit senja yang di tunggu-tunggu tidak juga hadir. Oleh sebab itu saya kembali menggunakan Custom White Balance (sekitar 8.000 Kelvin) + Adobe Photoshop untuk menguatkan sinar matahari sore dan memberikan ambience senja.

Saya menambahkan Gaussian Blur di lapisan bawah dari foto. Masalah selera pribadi, saya merasa kelembutan yang tercipta dari filter ini menambah nuansa di foto ini. Tentunya akan mengurangi sharpness secara overall, tapi kembali ini masalah selera art pribadi :).

MOTO YUK!!!


5 thoughts on “Tanjung Burung”

  1. Pingback: #Misi21 – Edo

Leave a Reply MY-ers ...