Tajam ujung ke ujung (Hyperfocal techniques)

Pada pemotretan landscape kita seringkali memasukkan foreground (obyek yang ada di depan – dekat dengan kita) dan background dalam satu frame foto yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan kesan kedalaman pada foto kita. Sehingga tidak lagi terlihat 2 dimensi, tetapi 3 dimensi. Penggunaan apperture yang sempit (misalnya f11, f16 atau f22) memang membantu proses ini. Hal ini dikarenakan pada apperture yang sempit ruang tajam cenderung meluas (lihat pembahasan mengenai apperture).

Akan tetapi pemotretan landscape seringkali menuntut yang lebih lagi. Foreground yang kita gunakan seringkali berjarak tak lebih dari 20-30 cm di depan lensa. Selain itu ketajaman semua area di foto menjadi sangat penting bagi fotografer landscape, mereka tidak ingin ada area yang tidak tajam. Hal ini menuntut pemilihan titik autofocus yang tepat.

Misalnya pada foto diatas, rumput di bagian kiri bawah dari foto berjarak tak lebih dari 20cm dari lensa. Apabila kita memilih titik fokusnya pohon kelapa di kejauhan (anggap jaraknya dari kita 3 km) dengan focal length 10mm + apperture f16 maka jarak yang masih fokus / tajam terdekat adalah 33cm dari depan lensa. Artinya rumput yang jaraknya tak lebih dari 20cm tidak akan tajam.

Lho, bagaimana kalau kita fokuskan pada si rumput saja? Kalau kita pilih titik fokus kita pada rumput yang berjarak 20cm dari kita maka memang rumput itu bisa tajam. Tetapi jarak terjauh yang masih tajam berubah menjadi hanya 47cm. Artinya pohon kelapa di kejauhan tidak akan tajam. Bahkan rerumputan yang jaraknya 100m di depan kita saja sudah tidak tajam.

Pada kondisi seperti inilah kita menggunakan teknik hyperfocal. Teknik ini pada intinya memilih obyek pada jarak tertentu untuk dijadikan titik fokus. Dengan memilih obyek dengan jarak tertentu ini kita “memaksimalkan” ruang tajam yang ada. Teknik ini bergantung pada jenis body yang digunakan, apperture & focal length yang digunakan. Saya menggunakan DOF Master Calculator untuk menghitung-hitung. Software ini tersedia gratis baik online ataupun untuk perangkat iPhone & Windows Mobile (sayangnya belum ada untuk blackberry). Tapi saya sendiri membuat tabel yang bisa saya bawa-bawa dalam dompet saya.

Bagaimana cara menggunakan teknik hyperfocal? Dalam dof master calculator pertama kali anda harus memasukkan jenis body yang anda gunakan, apperture yang digunakan dan focal length nya. Misalnya dalam contoh ini saya gunakan body Canon 50D, 40D, dll dengan apperture f16 dan focal length 18mm (karena umumnya pemula menggunakan lensa kit 18-55). Setelah saya memasukkan parameter ini maka terlihat di kotak merah no. 1 muncul angka hyperfocal distance. Angka ini adalah jarak dimana kita harus melakukan focusing (dalam hal ini kita harus memfokuskan pada obyek dengan jarak di sekitar 1.08m di depan lensa).

Setelah itu kita masukkan hyperfocal distance ke subject distance sehingga far limit di kotak biru no. 2 menjadi infinity. Saya tidak memasukkan angka 1.08m ke dalam subject distance karena saat saya masukkan ternyata far limitnya belum infinity, jadi saya naikkan sedikit menjadi 1.09m.

Near limit di kotak biru no.2 adalah jarak terdekat dari lensa yang masih masuk dalam kategori tajam. Sedangkan far limit adalah jarak terjauh yang masih masuk dalam kategori tajam.

Jadi kalau kita menggunakan body Canon 50D dengan lensa 18mm yang di set pada apperture f16 dan difokuskan pada jarak 1.09m kita masih bisa mengharapkan benda dari jarak 54 cm sampai dengan infinity tajam. Ini akan menjamin foreground yang letaknya misalnya 1 meter dari kita untuk masih bisa dimasukkan ke dalam frame dan hasilnya tetap tajam.

Selamat mencoba 🙂

MOTO YUK !!!

Tips :

  • Teknik hyperfocal terutama dibutuhkan kalau kita menggunakan foreground dalam jarak yang “extreme” dekat dengan lensa. Kalau jaraknya cukup jauh dari lensa (misalnya 3-4 meter) maka teknik ini tidak lagi relevan. Pada body 50D + lensa 18mm + apperture f16 maka kita memfokuskan di 100m atau 2km tetap saja near limitnya adalah 1.07m. Artinya jarak berapapun kita fokus foreground dengan jarak lebih dari 1.07m di depan kita pasti masuk ruang tajam.
  • Saya seringkali melakukan stop down agar memastikan ketajaman. Jadi misalnya saya ukur dengan body 50D, focal length 18mm dan f11. Dari calcultaor saya dapatkan hypefocal distance 1.53m dan near limit 0.76m. Dalam praktek saya stop down menjadi f16 tetapi saya pakai ukuran f11, yaitu focus di 1.53m dan saya yakin bahwa foreground dengan jarak 76cm di depan lensa pasti tajam (karena seharusnya dengan f16 dan jarak fokus 1.53 m saya mendapatkan near limit 63cm, jadi ya benda 76cm sih pasti tajam dong)

24 thoughts on “Tajam ujung ke ujung (Hyperfocal techniques)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *