Tag Archives: yellow

A Bugs Life Series

Saat pemotretan di Bogor Nirwana Residence weekend lalu, saya bertemu dengan Aldyanza Yusuf yang memberikan ide mengenai pemotretan serangga di atas persemaian padi yang baru saja tumbuh. Hijau nya pucuk padi dan embun yang masih bertengger di ujung ujung nya sangat indah. Membuat saya ingin bikin photo series yang bertema kan wallpaper …

Bugs Life Series

Sayang karena sudah keburu dehidrasi mencari robber fly .. akhirnya cuma betah bikin 2 foto serangga dan 1 foto tambahan.

Continue reading A Bugs Life Series

The Eye – Center of Kelapa Gading Mal

Beberapa waktu lalu saya kebetulan jalan ke mal sembari bawa kamera. Niatan awal sebenarnya mau motret ke Ancol, sayang sekali cuaca hari itu sangat buruk. Saya lihat pergerakan awan juga tidak membantu – menuju tambah gelap. Jadilah saya urungkan niatan motret dan nongkrong di Starbucks sembari menyelesaikan buku “The Photography Series” pertama dari MotoYuk (Yes … it will coming soon).

Sepulangnya dari Starbucks saya terhenti di tengah Mal Kelapa Gading (depan Petra Toys buat anak kelapa gading). Kebetulan pencahayaan di bagian atap nya sangat menarik. Wah harus di foto ini hehe … (Ingat artikel “Photographer’s Eye“)

Foto ini dihasilkan dari Canon 5d Mark II dengan lensa Carl Zeiss Flektogon 20mm f4. Lensa ini salah satu lensa arsitektur terbaik, karena tajam sekaligus distorsi nya hampir zero. Menggunakannya sendiri cukup ribet karena kita perlu melakukan stop down. Yaitu pada saat kita focusing kita pilih f4 di body lensa, lalu setelah focus tercapai kita ubah aperture menjadi misalnya f8.

Walau lebih ribet dari lensa AF, tapi saya suka dengan lensa ini. Ukurannya kecil (hal penting buat saya belakangan ini) sehingga mudah dibawa-bawa. Buat apa lensa super tajam dan mahal tetapi kita tinggalkan di dalam dry cabinet karena beratnya? Hehe pertanyaan retorik yang saya ulang-ulang belakangan ini.

Untuk mendapatkan dynamic range (cakupan terang s/d gelap) di foto ini saya tidak bisa mengandalkan dari lensa dan kamera saja, Kurang nendang. Tapi saya juga tidak terlalu fasih menggunakan HDR software, jadi saya pilih HDR manual dulu saja (ntar saya belajar deh HDR software, sumpehhh!!).

Maksud saya dengan HDR manual adalah dengan menggunakan adjustment layer (Level dan Curve) di photoshop. Lalu saya masking di beberapa area yang saya ingin lebih terang / lebih gelap. Bingung? Tenang, cari di YouTube tutorial mengenai hal ini (kata kunci : Layer masking) banyak tersedia koq. Tinggal atur-atur dan “lubangi” layer mask yang digunakan.

….. The best camera is the one that with you ……

 


Macro on 5d Mark II

Bermaksud menguji coba kemampuan 5d Mark II dipadukan dengan Canon EF 100mm f2.8 Macro saya mencari obyek di kisaran rumah, di kota wisata cibubur. Menurut situs photozone seharusnya paduan ini memiliki tingkat resolusi yang tinggi.

Canon 100mm f2.8 di 5d Mark II

Untuk lokasi saya mencari semak-semak yang berada di dekat dengan air yang tenang (danau dalam hal ini). Umumnya serangga menyukai area seperti ini. Untuk pemotretan ini saya menggunakan tripod & flash. Flash saya pasang langsung di atas kamera untuk mempermudah, akan tetapi agar lebih lembut saya gunakan diffuser.

Untuk mempermudah mendapatkan fokus dan memaksimalkan ketajaman saya gunakan fitur live view. Jadi setelah kamera selesai di posisikan dengan tripod saya zoom 5 sampai 10 kali, lalu focus ring saya putar manual. Saya tidak menggunakan autofocus karena pada pemotretan macro geser sedikit saja sudah out of focus. Jadi focusing manual akan jauh lebih fleksibel.

Click for better resolution

Continue reading Macro on 5d Mark II