Tag Archives: trik

Memotret Bintang – Part 1 – Milkyway

Setelah di desak oleh MY-ers untuk menulis lagi saya minta topik yang ingin di tulis apa. Masukannya adalah menuliskan tentang pemotretan Astro, atau bintang. Well, saya bukan ahlinya, tapi selama 1-2 tahun belakangan ini saya belajar otodidak mengenai ini, dan lokasi kerja di Sydney membantu untuk test drive hasil belajar ini.

Bombo-Quarry

Tulisan ini saya bagi jadi 2 bagian, bagian pertama adalah pemotretan milky way dan bagian kedua pemotretan star trail. Pemotretan milky way lebih “sederhana” karena single exposure. Sedangkan star trail lebih kompleks karena perlu menggabungkan beberapa foto.

PERSIAPAN

  1. Tidak ada requirement khusus untuk body kamera yang digunakan. Walaupun demikian, karena pemotretan akan dilakukan di kondisi sangat minim cahaya, maka kamera dengan Image Quality yang bagus di ISO tinggi akan sangat membantu. Salah satu kamera yang terkenal untuk ini adalah Sony A7S (baik Mark 1 maupun Mark 2). Saya sendiri menggunakan Fuji XT1.
  2. Lensa yang disarankan adalah lensa super wide dengan bukaan lebar. Alasannya? Karena untuk milky way kita ingin memastikan memperoleh shutter speed yang tidak terlalu lama, supaya bintang nya gak ber-“ekor” gara gara kelamaan shutter speed nya. Kalau memungkinakn, lensa dengan manual focus akan lebih baik, karena kalau tidak akan repot sekali focus infinity dengan lensa AF di area gelap gulita (bisa, cuma repot aja). Lensa yang saya gunakan adalah Samyang 12mm f2
  3. Tripod? Sudah pasti lah ya. Pastikan tripod nya kokoh dan gak goyang goyang selama long exposure.
  4. Cable release/Remote trigger? Pastinya dibutuhkan.

Lokasi pemotretan milky way membutuhkan area dengan polusi cahaya minim. Gimana tahu nya? Gunakan website Dark Sky Reserve untuk tahu mana lokasi bebas polusi cahaya terdekat. Sayangnya untuk Indonesia, informasi semacam ini masih sangat terbatas. Yang saya tahu kawasan Bromo Tengger dan Rinjani adalah area yang bebas polusi cahaya. Continue reading Memotret Bintang – Part 1 – Milkyway

Sharing itu tidak sebatas EXIF

Ada sedikit kesalahpahaman bahwa di motoyuk semua foto harus di sertai EXIF (data mengenai kamera, aperture, shutter speed, iso, dll). Yang tepat sebenarnya adalah di motoyuk foto perlu disertai sharing, karena motoyuk adalah keluarga pembelajaran fotografi. So semua perlu share mengenai apapun mengenai foto yang diambil. Kadang EXIF adalah sharing yang relevan, tapi kadang mungkin bagaimana setting lighting, atau mungkin juga bagaimana setting stage nya atau bahkan wardrobe nya. Apapun yang dirasakan relevan buat pembelajaran teman motoyuk lainnya.

Kenapa tidak hanya EXIF … coba jujur, apakah dengan setting kamera sesuai dengan exif yang di nyatakan akan memungkinkan kita menghasilkan foto yang sama? Tidak juga. Karena fotografi itu tidak sekedar exif. Ada unsur komposisi, jenis kamera yang digunakan dan karakter nya, lokasi + date-time nya, post processing, interaksi dengan model, dll. Banyak sekali. So sekedar EXIF tentunya sangat minimal.

Sama halnya dengan foto di bawah ini :

Austinmer

Ya, foto di ambil dengan Sony a7r + 16-35mm pada 17mm f11 iso100 2 detik. Menggunakan NISI GND Reverse 0.9 + NISI CPL + Nisi v5 holder.

Continue reading Sharing itu tidak sebatas EXIF

Custom White Balance

Buat yang belum paham soal white balance dan pengaruhnya, silahkan baca dulu artikel di motoyuk berikut ini.

Nah buat yang sudah paham … ini sekedar sharing singkat mengenai situasi yang sering kita hadapi di lapangan. Di lapangan sering kita ketemu masalah di mana pencahayaan terlalu ekstrem warnanya. Misalnya pada saat saya memotret di event Manchester United Live beberapa waktu lalu di dalam dome nya digunakan lampu merah. Akibatnya kalau kita motret pakai daylight white balance pasti hancur lebur.

Menggunakan Auto White Balance sifatnya ya untung2an. Ada kamera yang AWB nya relatif cukup canggih untuk kompensasi, tapi karena saking ekstrem nya ya relatif susah memang untuk dapat tonal yang netral.

IMG_0702

Foto di atas di ambil menggunakan XT1 dan XF 18mm f2 dengan menggunakan AWB. Lihat warnanya masih parah merah nya. Ya wajar, karena tidak ada cahaya lain di lokasi tersebut.

Salah satu trik yang bisa digunakan adalah menggunakan Custom White Balance.

Custom WB ada di setiap kamera, hanya saja cara aplikasinya agak berbeda-beda. Saya ambil contoh kamera canon, yang perlu dilakukan adalah :

  1. Foto kertas abu-abu / putih menggunakan AWB
  2. Lalu masuk ke menu dan pilih custom white balance
  3. Pilih foto yang tadi sebagai referensi nya

Sedangkan di Fuji XT1 agak berbeda :

  1. Pilih custom white balance, Fuji akan menampilkan kamera siap jepret
  2. Foto kertas abu-abu / bidang putih – otomatis maka custom white balance akan di setting berdasarkan foto tadi

Hasil penggunaan custom white balance bisa dilihat di bawah ini :

IMG_0699

Kalau kita lihat warnanya sudah jauh lebih netral. Skin tone sudah lebih betul walau belum sempurna (karena keterbatasan cahaya nya).

Kita dapat mengulang proses registrasi custom white balance ini beberapa kali untuk mendapatkan acuan yang paling pas.





Quick Setting Fuji Saya

Ada beberapa pertanyaan mengenai bagaimana saya men-setting quick setting di Fuji saya. Buat yang belum paham, quick setting adalah semacam custom setting di canon. Dimana kita bisa atur preset berbagai setting yang kita mau, so pada saat kita mau motret human interest tinggal pilih quick menu ttt dan ganti dengan quick setting lain untuk pemotretan BW misalnya. Ini jauh mempercepat reaksi kita terhadap berbagai kondisi.

Di Canon ini juga tersedia, biasanya ada 3 custom setting. Sedangkan di Fuji pilihan menu yang bisa disetting lebih terbatas, tetapi ada 7 slot quick setting yang tersedia.

FullSizeRender1
Custom setting 1 ini saya gunakan untuk pemotretan human interest non model – dengan film simulation Astia yang lembut warnanya. Noise reduction saya kurangi karena Fuji agak terlalu kejam dengan proses noise reduction, jadi saya kurangi sedikit.
Custom setting 2 adalah mode black and white yang saya sering gunakan dalam pemotretan street. Saya memilih jenis film simulation BW dengan yellow filter. Kontras nya lebih kuat sedikit daripada yang tanpa filter, tetapi tidak separah Red. Sharpness saya tambahkan karena umumnya untuk yang BW saya tidak proses lagi – SOOC. Sedangkan highlight tone saya tambahkan untuk memperluas dynamic range nya sedikit.

DPDHL GVD 2014
Continue reading Quick Setting Fuji Saya

MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hallo MY’ers ini sdikit saya intro mengenai arsitektur photography dalam kaitan penggunaan lensa fish eye…

Ulasan kecil ini dapat teman2 temui di buku “Dancing Perspectives” by Narsiskus Tedy terbitan elexmedia yang akan terbit agustus 2014 nanti.. sdikit saya buka dulu skrg… buat intro…

————————–

FISH EYE dalam arsitektur photography

Lensa apa yang memungkinkan kita bermain dengan distorsi? Fish eye jawaban nya. Penggagas lensa fish eye di dunia photography adalah Nikon pada tahun 1935, selanjutnya berkembang diikuti brand2 lain nya. Secara karakter lensa ini terbagi menjadi dua:

  • Fish eye circular: distorsi di kedua arah vertikal dan horisontal
  • Fish eye diagonal: distorsi terjadi pada sisi horisontal saja..

Beberapa jenis lensa fish eye yang banyak digunakan:

  • Canon – 15mm f2.8 Fish eye
  • Canon – EF 8-15mm f/4L Fisheye USM
  • Nikon – Nikkor 10.5mm f/2.8G AF DX Fish-Eye Lens
  • SAMYANG 8 mm f/3.5 Aspherical IF MC dijual untuk pasar Eropa dengan nama Rokinon 8mm
  • Tokina 10-17 mm Fish eye
  • SIGMA 15mm f/2.8 EX DG FISHEYE

Continue reading MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Berikut adalah sharing dari foto yang dipilih oleh admin BBM group motoyuk. Foto milik Fadholi. Semoga sharingnya bermanfaat.

———————

Mini Robberfly

FadholiBBwinner

Terima kasih kepada moderator dan teman-teman group BBM MY1 atas apresiasi yang diberikan untuk  foto ini sebagai weekly editor choice. Sebagai pembelajar, apapun dan dari manapun bentuk apresiasi yang datang tentu akan menambah motivasi dan semangat untuk meningkatkan progres serta kualitas hasil karya.

Foto ini diambil saat hunting bersama teman-teman pecinta macro photography (beberapa orang di antaranya MY-ers) di Desa Ciketing Udik, Narogong, Bekasi.

Continue reading MY BBM Group Editor Choice – July 2014

Sudut alternatif

Dalam pemotretan selain exposure, maka angle / komposisi adalah aspek yang sangat penting. Foto jadi terasa berbeda atau tidak dipengaruhi signifikan oleh angle yang digunakan. Apabila angle nya sejuta umat maka cenderung sulit untuk membuat impresi.

Saya mau sharing pengalaman waktu ke Todaiji Jepang (Nara area). Kuil ini sangat terkenal, jadi tidak heran semenjak pagi pagi saat dia dibuka pun sudah sangat ramai. Sungguh sulit untuk memperoleh clean shot di area turis begini. Tantangan utama pemotretan travel.

Kalau saya mengikuti angle sejuta umat yang biasa saja, maka saya akan masuk ke dalam kuil dan memotret dari kejauhan.

Sample2

Angle sejuta umat …. mundur sedikit dapat framing, so agak sedikit tidak sejuta umat, tapi masih seribu umat mungkin

sample3

Continue reading Sudut alternatif

Fotografi adalah seni …. ide ….

Di artikel ini saya ingin membawa my-ers satu langkah ke depan dari sekedar teknik fotografi.

Fotografi adalah satu di antara sedikit bidang yang menggabungkan teknik (otak kanan) dan art (otak kiri). Keduanya tentu saja harus balance, foto yang secara teknik sempurna tetapi tidak ada ide orisinil nya akan terasa kurang jiwa nya. Sementara foto dengan ide yang sangat orisinil tetapi tidak di bawakan dengan teknik yang benar akan terasa dodol juga, gak jelas apa sebenarnya ide nya malahan bisa bisa.

Saya menulis ini bukan karena saya sudah jago … saya masih jauh dari jago. Saya menulis ini sekedar share saja bahwa belajar dengan tidak balance juga tidak akan membuatmu jadi lebih bagus dalam fotografi. Saya sendiri orang teknik, saya bekerja sebagai kuli IT, so saya sadar betul mungkin teknik saya cukup kuat tetapi art belum. Makanya saya terus mengasah bagian itu.

Segara Anak Mt. Rinjani

Soal teknik mungkin sudah sering dibahas. Bicara mengenai teknik dasar exposure, color, post processing dan banyak teknik + tips lain. Cari saja di google bejibun. Tinggal bagaimana kita mengasahnya dari waktu ke waktu.

Continue reading Fotografi adalah seni …. ide ….

Sun Star

Sunrise at Rinjani

Sun Star – dimana matahari nampak seperti pijaran bintang, bisa menjadi obyek menarik tambahan dalam pemotretan lanskap. Hal ini karena sun star menambahkan point of interest yang menarik. Sesuatu yang kadang dibutuhkan saat pemotretan lanskap, terutama tanpa foreground yang kuat.

Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan sun star ini?

Continue reading Sun Star

Steel Wool Photography

Sebenarnya ini pertama kali saya moto steel wool. Jadi mohon maaf kalau sharing nya juga masih terbatas, sebatas yang saya dapatkan saat motret kemaren.

 

Persiapan

Untuk pemotretan steel wool kamu membutuhkan :

  • Steel wool nya sendiri : bisa di beli di Ace hardware atau toko bangunan. Ini umumnya untuk mengikis karat. Pilih yang nomornya paling kecil / paling halus. Tapi tentunya bisa juga di kombinasikan.
  • Pemegang steel wool : ini bisa dibuat sendiri. Salah satu langkah langkah pembuatan yang bagus bisa dilihat di web ini. Kemaren saat praktek salah satu kesalahan kita adalah membuat pemegangnya terbuka, sehingga seringkali steel wool nya terlempar keluar.
  • Korek api
  • Kamera, flash dan tripod
  • Relawan untuk memutar steel wool
  • Lokasi yang asyik : walau steel wool esensinya adalah putaran api nya, tapi kalau di bantu dengan lokasi yang bagus tentunya lebih ok

Steel Wool

Continue reading Steel Wool Photography