Tag Archives: sunset

ND 6 Stop untuk Landscape

Filter ND (Neutral Density) adalah salah satu filter yang walaupun bisa di tiru dampaknya dengan image stacking, tapi tetap relatif tidak tergantikan di dunia digital. Saya memulai memotret landscape dengan menggunakan ND 10 stop. Yang artinya kalau saya pakai filter ini shutter speed 1 detik bisa jadi 17 menit 4 detik …. lama ya? Jelas, karena ND 10 stop hanya meloloskan 0.098% cahaya. Super gelap.

Putty Beach

Ini cocok banget buat pemotretan dengan cahaya cukup berlimpah. Misalnya saat matahari sudah mulai agak tinggi seperti di foto di atas, 160 detik. Tapi bila matahari belum tinggi, atau kita ingin slow shutter nya tidak selembut di atas, hemmm agak sulit dengan ND 10 stop. Kecuali kita mau berkorban dengan iso lebih tinggi.

So, akhirnya saya investasi tambahan filter ND 6 stop. Sudah pengen dari dulu, tapi baru kesampaian sekarang. Karena sudah mencoba kualitas ND 10 stop NISI yang netral (foto di atas menggunakan NISI ND dan GND), saya investasi kembali di NISI ND 6 stop.

Sesuai dengan ekspektasi filter ini memang sesuai dengan kebutuhan pemotretan landscape. Contoh pemotretan di bawah ini exposurenya tanpa ND filter (hanya GND 0.9 hard) : f16 iso100 1/4secs

Hornby Lighthouse

Dengan filter ND10 stop maka settingnya menjadi : f16 iso100 4 menit 16 detik. Atau kalau kita mau kompromi dengan aperture dan iso nya maka kita bisa gunakan setting f11 iso200 1 menit 4 detik (Semua perhitungan ini menggunakan fitur exposure di aplikasi Photopills di iOS).

Well, kalau kita memang membutuhkan speed sampai lebih dari 1 menit, ok. Tapi kadang itu tidak ok karena permukaan ombak jadi terlalu halus, atau awan jadi terlalu halus. Kita butuh sedikit lebih cepat. Itu saat ND 6 stop di butuhkan. ND 6 stop meloloskan 1.563% cahaya, masih gelap, tapi gak pakai banget.

Pada foto di atas saya gunakan ND 6 stop NISI, hasilnya f16 iso100 15 detik. Cukup untuk menghaluskan area laut, akan tetapi bagian awan masih dapat detilnya, tidak ada efek movement yang tidak di inginkan. So, memang kadang kita membutuhkan 6 stop, bukan 10 stop. Terutama saat cahaya agak terbatas, dimana matahari belum atau baru saja terbit.

Performance filter NISI ND 6 stop ini sendiri sama baiknya dengan yang 10 stop. Tidak ada color cast. Foto di atas relatif tidak di post pro terlalu banyak, hanya saya ubah white balance nya, karena daylight white balance di Sony A7R agak cold ternyata.





Planning for Landscape Photography

Merencanakan pemotretan lanskap bukanlah hal mudah. Banyak aspek yang harus diperhatikan. Di antaranya : cuaca, kondisi awan, posisi matahari, keamanan lokasi, pasang surut air laut, dll. Dulu saya seringkali melakukan pemotretan lanskap dengan model “Hajar Blehhh” alias tanpa planning. Dan akibatnya adalah kekecewaan karena meleset sana sini.

Belakangan ini saya menggunakan tools untuk merencanakan pemotretan. Tidak sempurna. Tapi paling tidak mengurangi aspek kesalahan perencanaan.

Ada banyak tools yang dapat digunakan, tapi saya akan coba bahas salah satu tools yang menurut saya paling berguna : PhotoPills. Aplikasi yang saat ini hanya tersedia di Apple iOS dengan harga USD 9.90 …. Bagi yang mengeluh kenapa berbayar … MALU !!!!!! beli lensa dan body harga jutaan tapi mengeluh untuk beli aplikasi dengan harga beberapa ratus ribu. Kamu pikir jadi software developer itu gampang apa? #CurCol

Lokasi Sunrise & Sunset

Selain cuaca (yang bisa dilihat melalui aplikasi weather atau website ramalan cuaca), salah satu aspek terpenting dalam pemotretan lanskap adalah posisi matahari.

Kirribili

Pada pemotretan di atas, bagaimana cara kita merencanakan pemotretan dari awal kalau kita tidak tahu posisi matahari secara tepat? Kita mungkin akan menunggu sunset di lokasi yang berbeda dan tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Saya menggunakan Photopills untuk merencanakan dimana saya akan menunggu sunset, dan ketika sampai di lokasi, dimana saya harus berdiri menunggu sehingga matahari membentuk star karena tertutup sebagian oleh pohon di kejauhan.

Sebagai informasi bagi yang tidak sadar, posisi matahari terbit dan tenggelam itu bergeser dari waktu ke waktu. Ya, matahari terbit di timur dan tenggelam di barat, tapi timur bagian mana dan barat bagian mana.

Photopills memungkinkan kita mensimulasikan posisi dimana matahari akan terbit dan tenggelam. Kita tinggal mencari lokasi pemotretan lalu memilih tanggal dan waktu pemotretan, dan kita bisa melihat di arah mana matahari akan terbit (garis kuning) dan tenggelam (garis oranye).

sunrise sunset

Tidak hanya itu, apabila sudah sampai di lokasi kita bisa menggunakan Augmented Reality untuk memperkirakan dimana matahari akan terbit / tenggelam. Nah ini yang saya gunakan untuk “ngepasin” matahari tenggelam di pepohonan pada foto di atas. Saya tahu saya butuh itu agar matahari bisa dibuat jadi star burst menggunakan aperture yang sempit.

AR

Augmented Reality, buat yang gak paham istilahnya, adalah tools dimana kita bisa melihat kondisi di lapangan langsung (kayak lagi mau moto pakai handphone kita – live view) dan di frame yang sama kita bisa melihat berbagai informasi tambahan. Dalam kasus ini informasinya adalah arah gerakan matahari terbit / tenggelam.

Continue reading Planning for Landscape Photography

(AU) Central Coast, New South Wales

Lokasi perjalanan kali ini cukup jauh dari Sydney kota. Butuh sekitar 2 jam lebih untuk mencapai lokasinya. Tapi area nya menarik dan juga banyak alternatif lokasi baru. Pada kesempatan ini saya mengunjungi 4 lokasi, hanya saja memang tidak semuanya optimum karena kondisi hujan angin.

Putty Beach

Lokasi pantai ini cukup jauh dan tersembunyi. Akan tetapi kita bisa menemukan karang yang unik disini (foreground). Sunrise sendiri tidaklah perfect karena tersembunyi sedikit oleh bukit.

Kita bisa parkir di lapangan parkir yang ada di dekat pantai (-33.528093, 151.373546). Dari situ kita tinggal jalan ke arah Bouddi Coastal Walk (-33.530704, 151.377623). Mudah dan juga sangat dekat.

Putty Beach

Pada pagi itu saya mengalami issue yang cukup sulit. Angin kencang. Tidak sekedar angin kencang, tetapi angin basah. Alias kalau dibiarkan sebentar saja bagian depan lensa akan basah dengan percikan percikan air. Untuk yang satu ini kita harus sabar dan gerak cepat. Dan penggunaan filter sangat membantu menjaga kebersihan lensa.

Continue reading (AU) Central Coast, New South Wales

(AU) Cremorne Wharf, Sydney

Salah satu lokasi untuk memotret pemandangan kota Sydney yang tidak banyak orang tahu terletak hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan Ferry dari Circular Quay. Lokasinya ada di dekat dermaga Cremorne (Google Map Coordinate : -33.847853, 151.230895).

Cremorne - Burning SunsetDari Circular Quay kita bisa ambil ferry di dermaga 6, menuju Cremorne. Kendalanya cuma ferry ini agak jarang, satu jam sekali. So hati hati dalam merencanakan perjalanan. Lebih baik berangkat lebih awal daripada telat. Ada 2 lokasi pemotretan, satu ada di sebelah kanan begitu kita keluar dari dermaga (Google Map Coordinate : -33.848655, 151.232875). Kendala dengan lokasi ini adalah terhalang dengan beberapa batang pohon dan juga agak sulit memotret di tebing nya. Bonus nya : Ada mercusuar kecil yang bisa jadi obyek menarik. Continue reading (AU) Cremorne Wharf, Sydney

(AU) Hornby Lighthouse, Watson bay, Sydney

Ini adalah salah satu tempat yang menarik di Sydney, komplit dengan pemandangan mercusuar nya, laut dan tebing yang indah, city view dan juga park. Lokasinya sendiri (Google map : -33.833315, 151.280584agak jauh dari pusat kota, tetapi masih terjangkau dengan mudah via kendaraan umum.

Hornby Lighthouse

Kita bisa naik ferry dari Circular Quay menuju Watson Bay. Setelahnya berjalan kaki melalui Cliff Street (sekitar 10-15 menit) dan masuk ke cagar alam di Camp Cove. Saran : bawa senter, karena begitu lewat sunset maka jalan di cagar alam ini gelap sekali.

Traveller

Tidak ada biaya masuk, biaya motret dan biaya preman lainnya. So murni hanya biaya transport menggunakan Ferry. Kalau mau murah ya pergi di hari minggu menggunakan OPAL Card. Karena untuk hari minggu maksimum charge adalah AUD 2.5. So mau sampai ujung dunia juga bayar maksimal segitu.

Pantai di Camp Cove sendiri cukup menarik untuk di eksplore. Juga dengan city view sepanjang perjalanan ke Hornby Lighthouse. Sayang saya tidak punya banyak waktu saat itu, sehingga langsung menuju area mercusuar.

Mercusuar nya sendiri sangat menarik dengan warna merah putih nya. Eye Catching.

Angle pemotretan bisa dilakukan persis di area bawah mercusuar, tetapi agak statis dan kurang menarik. Lebih menarik adalah dari tebing tidak jauh dari mercusuar itu (sekitar 20-30 meter). Tetapi kita perlu ekstra hati hati karena tebingnya sangat curam dan tidak memiliki pagar pembatas. Continue reading (AU) Hornby Lighthouse, Watson bay, Sydney

(AU) Fairfax Lookout – North Head – Manly, Sydney

Ada banyak lokasi untuk menikmati city view dari Central Business District (CBD) Sydney. Salah satu diantara nya yang relatif cukup jauh, tapi juga cukup spektakuler adalah di Fairfax Lookout, North Head, Manly (Google Map coordinate : -33.823307, 151.300276)

Lokasinya sebenarnya berseberangan dengan South Head, lokasi dimana Hornsby Lighthouse berada (saya tuliskan di artikel lain nanti). Tetapi untuk mencapainya memang agak lebih “PR” … karena kita perlu naik ferry ke Manly, lalu naik bis dan berjalan sekitar 10 menit untuk mencapai area nya. Google map di Android / iOS dengan mudah bisa menunjukkannya.

Ada 2 lokasi yang menarik di area ini. Satu lokasi adalah di -33.821828, 151.300845, di lokasi ini kita bisa melihat laut lepas dengan pemandangan tebing yang indah.

Lokasi kedua adalah Fairfax Lookout sendiri. Untuk memotret disini Sunset adalah waktu yang disarankan, karena menghadap ke Barat.

Pink Sunset

Pemotretan membutuhkan lensa medium – tele, sekitar 50mm – 200mm (APS-C). Kalau menggunakan lensa wide maka obyek utama sulit untuk di peroleh detilnya. Tentu saja tripod juga dibutuhkan untuk detilnya, karena begitu sunset + lensa tele maka shake sangatlah besar kemungkinannya.

Salah satu trik pemotretan di lokasi ini adalah menggunakan ISO rendah dan aperture sempit (misalnya f16-22) untuk mendapatkan slow shutter dan halus permukaan laut. Tanpa slow shutter sekitar 10 detik atau lebih maka permukaan laut sulit dihaluskan, dan akibatnya akan sedikit menganggu.

Tentunya ini perlu di adjust apabila ada kapal / cruise lewat (lumayan sering) dan kita ingin detilnya sebagai foreground, supaya speednya cukup dan tidak blur karena pergerakan si kapal.


(AU) Turimetta Beach – Narrabeen

Pantai Turimetta di area Narrabeen ini tidaklah jauh dari pusat kota Sydney (koordinat area di google map : 33°42’02.5″S 151°18’32.4″E).

Masih terjangkau oleh transportasi publik. Saya sendiri pergi ke area ini 2 kali. Kali pertama menggunakan kereta yang di lanjutkan dengan bis (untuk detil gunakan Google Map Application, sangat membantu), dan kali kedua naik mobil teman. Well, agak susah memang dengan transportasi publik mengejar sunrise (kereta baru  mulai jalan agak siangan), tapi sunset sih ok. Apabila menggunakan Opal Card maka akan sangat murah untuk pergi di hari Minggu, karena mau jalan jalan sejauh apapun maksimal seharian cuma AUD 2.5

Begitu sampai di pantai ini ada 3 area menarik :

Di sebelah kiri tidak ada karang yang terlalu menarik, tetapi saat sunrise dengan matahari kuat maka kita bisa dapat siluet siluet menarik dengan lekuk ombak yang juga menarik

Golden Moment

Di bagian tengah ada area dengan karang yang unik pattern nya, bisa di eksplore. Area ini relatif aman karena ombak pecah di tengah laut dan tidak terlalu parah mengenai area ini.

Turimetta

Area di kanan paling menarik, lengkap dengan area berlumut hijau, karang berbentuk tangga (dengan potensi slow shutter) dan juga karang ukuran besar yang bisa di jadikan foreground menarik. Masalah utama area ini adalah ombaknya besar apabila air pasang sedang tinggi. So kalau mau bagus ya cari saat dimana ombak medium. Continue reading (AU) Turimetta Beach – Narrabeen

(AU) Tasmania, Launceston & Bay of Fire

Kebetulan baru seminggu di Ausie sudah long weekend (Queen’s BDay). Awalnya mau berangkat ke Melbourne, memanfaatkan long weekend nya. Tapi setelah dipikir lagi kayaknya area Melbourne bisa di cover di weekend biasa, so akhirnya memilih ke Tasmania.

Bay of Fire

Tasmania adalah pulau “kecil” di ujung bawah Australia. Kota kota nya tidak terlalu besar. Hobart adalah kota terbesarnya, tapi saya memilih untuk ke kota kedua terbesar, yaitu Launceston, yang ada di Utara Tasmania (Hobart ada di Selatan). Tasmania terkenal dengan alam nya dan pertanian – peternakannya. So tentunya landscape adalah tujuan utama saya.

Scottsdale
St helen

Biaya perjalanan kesana dari Sydney not bad. Saya naik budget airlines Jetstar untuk berangkat (AUD 128), dan pulang dengan Virgin Australia (transit Melbourne – lupa biayanya, tapi kurang lebih sama). Harga agak tinggi karena saya pesannya mepet.

Setelah mencoba nya saya rekomendasikan untuk naik Virgin saja, jarak antar kursi lebih lega, ada snack dan minuman, bagasi bisa naik plus bisa akses film via aplikasi di iPad pribadi.

Penginapan di Launceston saya gunakan ArtHouse Hostel – dormitory isi 6 orang (AUD 40an untuk 2 malam). Saya terbiasa menggunakan hostel selain lebih murah, juga lebih banyak kemungkinan ngobrol dengan traveller lain. Hostel yang ini lokasi cukup strategis, walau tidak di pusat kota, tapi tenang dan cozy. Bangunannya sendiri sudah tua, tapi kamar dan toilet dll relatif bersih dan nyaman.

Launceston

Sedangkan untuk transportasi mau tidak mau saya sewa mobil di sana. Saya pesan di Bargain Car Rental, Hyundai i20. Kapasitas sebenarnya 4 orang, tapi saya hanya pakai sendiri hahaha. Biaya total 3 hari tidaklah terlalu mahal, AUD 93. Akan tetapi bensin cukup mahal, untuk perjalanan saya sehari saya menghabiskan sekitar AUD 40 untuk bensin unleaded.

Continue reading (AU) Tasmania, Launceston & Bay of Fire

Slow Shutter Anyone?

Kebetulan minggu lalu dapat kesempatan untuk business trip ke Singapore. Saya sudah ke singapore beberapa kali, so agak bingung mau motret apalagi. Tapi kebetulan teman dari Ausie belum pernah, so pikir pikir tidak ada salahnya ke tempat yang “sama”. Alhasil kita menuju area Marina Sands Bay (lagi).

Nature vs Man MadeVery low angle ... hampir nempel ke air dan si bunga teratai | Fuji XT1 dan Samyang Fish Eye 8mm

Yang unik dari Singapore adalah mereka selalu memperbaharui hiasan di lokasi wisata mereka. Seperti di museum di dekat Marina Sands Bay ini, kali ini mereka baru saja menanam banyak sekali bunga teratai dan sedang berbunga. Terpikirlah untuk mengambil angle seperti di atas. Fish Eye membantu karena tanpa fish eye bangunan nya terpotong, atau bunganya kecil (kalau agak jauh).

Kebetulan kita bisa masuk sampai di bawah museum, dan kita mendapatkan view yang sangat menarik. Sudah kita bayangkan pada saat sunset pasti menarik, so sembari jalan jalan kita menunggu sunset yang baru datang sekitar jam 19.00 local time.

Saat akhirnya sunset datang saya gunakan posisi low angle untuk mendapatkan posisi bunga teratai yang pas. Tripod tentunya diperlukan, dan GND Soft Edge 0.9x juga.

Nature vs Man MadeFuji XT1 + XF 10-24mm - f11 iso200 1/50secs - Velvia

Berkarakter dengan awan awannya, tapi saya ingin riak air di permukaan kolam hilang, dan juga awan lebih lembut. So teknik slow shutter saya coba. Karena saya gunakan Big Stopper ND (10 stop) maka saya bisa push sampai 6 menit exposure (cara hitung lihat cara penggunaan ND filter di web ini juga). Tapi ND filter kadang agak under kalau pas dengan hitungan, so saya lebihkan menjadi 340 detik.

Continue reading Slow Shutter Anyone?

Fuji XF 10-24 Landscape Samples & First Impression

Weekend ini saya punya kesempatan membawa Fuji XF 10-24 dengan X Pro1 untuk pemotretan landscape. Berikut adalah beberapa sample nya (more to come di Flickr Gallery saya).

Sunburst in SanurFoto ini relatif Straight Out Of Camera / SOOC - terlihat kemampuan Fuji menghasilkan warna yang akurat 

(Aperture Priority - f22 iso200 0.2 seconds - Velvia Film Simulation - Daylight WB - GND Reverse 0.9x)
Mengening BaliDetil yang berhasil di tangkap XF 10-24 juga sangat memadahi. Warna hijau lumut yang ada tidak perlu saya angkat lanjut, sudah langsung jadi. Pada foto ini post pro saya lakukan untuk langit yang warnanya agak berubah karena GND 

(Aperture Priority - f16 iso200 1/10 seconds - Velvia Film Simulation - Daylight WB - GND Reverse 0.9x)

Secara umum saya puas dengan paduan lensa dan body ini. Warna dan kontras yang saya harapkan nampaknya sesuai. Walau memang Daylight White Balance di padukan dengan Velvia nampaknya bukan pilihan yang tepat pada kondisi twilight. Cenderung terlalu biru. Padahal di Canon saya biasa gunakan Daylight white balance hampir setiap saat.

Continue reading Fuji XF 10-24 Landscape Samples & First Impression