Tag Archives: street photography

“Street Faces”

Buku ketiga dari Thomas Leuthard bisa di download for free. Silahkan buat teman-teman penggemar street photography, sekalian buat persiapan FFLC berikutnya 🙂

MY FFLC 2

MY FFLC (Fixed Focal Length Challenge) 2 diadakan di Monas, Jakarta – Minggu 22 Oktober 2011. Sama halnya dengan FFLC yang pertama maka event ini juga merupakan street photography. Teknik yang digunakan juga sama seperti yang digunakan pada FFLC pertama. Dimana focal length di setting dari awal, aperture di set di bukaan tertentu, dan hampir semua parameter lain di set otomatis.

Tim MotoYuk Jakarta yang ikutan FFLC2 ber-foto bersama

Sama halnya dengan event FFLC sebelumnya pula, esensi dari event ini bukan hanya street photography. Well, saya adalah landscaper dan bukan penggemar street photo. Tapi FFLC sangat efektif untuk melatih keberanian, komposisi, lighting dan pemahaman lensa (seperti telah dijelaskan di artikel sebelumnya).

Kali ini saya juga belajar bahwa auto ISO kadang bukanlah pilihan yang terbaik. Maklum Auto ISO mendasarkan pada kecepatan 1 / focal length. Karena saya menggunakan lensa 100mm maka kecepatannya paling cepat 1/100 secs. Nah, kadangkala buat obyek orang bergerak speed ini kurang. Oleh sebab itu saya ubah strategi saya di FFLC 2 ini dengan menggunakan ISO 400 yang menghasilkan speed yang lebih cepat pada kondisi pencahayaan kemarin.

Selain itu saya juga belajar bahwa 100mm di full frame sebenarnya bukan focal length ideal saya. Seringkali kaki obyek yang saya foto terpotong di frame. Saya rasa idealnya saya menggunakan lensa 85mm – sama seperti yang di sarankan Thomas Leuthard sebenarnya. Mungkin lain kali saya akan gunakan lensa dengan focal length itu saja. Berikut adalah hasil pemotretan yang diperoleh selama di Monas. Enjoy …

 

Continue reading MY FFLC 2

KL Street

Beberapa waktu lalu (well sudah lama sih hahaha – cuma belon sempet ditulis saja) saya kembali dapat tiket murah ke Kuala Lumpur. Dulu sekali ke Malaysia hanya fokus di menara kembar Petronas saja, jadi saya pikir kali ini saya mau coba “jalan kaki” ke lokasi – lokasi wisata di tengah kota nya. Karena hanya short trip saya hanya berbekal lensa EF 24-105 f4 L IS andalan saya. Lensa ini di Canon 5d Mark II menjadi lensa all-round yang luar biasa, dapat wide dan tele.

Tujuan pertama saya sebenarnya adalah Masjid Jamek. Sekeluarnya dari LRT sebenarnya sudah langsung dekat sekali dengan lokasi wisata ini. Tapi saya sendiri kurang bisa menikmati arsitektur nya. Jadi saya malah “nembak” foto gang yang ada di dekat situ.

Karakter yang penuh warna dengan bidang perspektif yang menarik menjadi hal pertama yang menarik perhatian saya. Di foto dengan lensa wide 24mm maka gang ini menjadi sangat menarik. Sayang sekali ya di Indonesia seringkali pemilihan warna cat gedung di area wisata tidak dipikirkan dengan baik, sehingga jadi kurang menarik untuk di foto oleh wisatawan. Foto ini juga ingin menyampaikan gambaran mengenai kesibukan di dekat stasiun LRT tersebut.

Melanjutkan perjalanan saya kembali terhenti oleh bangunan-bangunan gedung pencakar langit yang di cat kuning. Kebetulan langit sedang sangat biru (dan dengan demikian .. ya sangat panas cuacanya .. fiuh). Paduan warnanya dengan garis bidang yang terbentuk dari highway yang ada tepat di atas kepala saya kembali menjadi obyek yang sangat menarik untuk di foto.

Lihat paduan warnanya, sangat harmonis, biru dengan kuning. Obyek ini sangat mudah untuk dilewatkan, karena bukan obyek wisata utama. Tetapi seperti telah saya sebutkan berulang-ulang bahwa seringkali banyak obyek menarik buat fotografi selain foto obyek wisata utama, yang seringkali menghasilkan foto dengan “angle sejuta umat“. Foto diatas ingin pula menampilkan gedung-gedung yang cukup modern (di kanan foto) dan gedung tua (di kiri foto) yang keduanya terjaga dengan baik.

Continue reading KL Street




Street Photography @ Ancol

Terinspirasi dari eBook (free download) Thomas Leuthard mengenai street photography maka saya dan teman-teman di MotoYuk!!! berusaha mencoba di Ancol. Kenapa Ancol? Karena area ini relatif area turis dimana foto-foto bebas dilakukan. Orang yang berkunjung kesana juga dari berbagai kalangan yang pastinya memperbesar kemungkinan menghasilkan foto yang unik.

Street Photography adalah foto candid perjalanan / human interest / dll yang bercerita mengenai kondisi di lapangan secara langsung. Tanpa setup, tanpa pengarahan gaya, tanpa aba-aba … pure what it is in the street. Banyak yang bilang “Ahhhhh, di Indonesia mah susah, bisa di gaplok orang …”. Hal yang sama terlintas di pikiran kami, tapi tentunya kami tidak ingin ter-intimidasi hanya dengan hal seperti ini. Saya merasa dengan teknik yang benar maka kita bisa melakukannya bahkan di Indonesia. Jangan bilang takut / tidak bisa sebelum mencoba itu prinsip saya.

Saya sebenarnya ingin menggunakan lensa 85mm seperti yang digunakan oleh Thomas (dia menggunakan lensa 50mm pada crop factor 1.5x = 75mm). Tapi apa daya, tidak ada lensa segitu, so saya pakai lensa makro 100mm f2.8 saya. Lensa ini di setting di f4 (agar dof tidak terlalu tipis, tapi masih menghasilkan background blur). Sisanya saya set auto. Hal ini untuk mempercepat respons di lapangan.

Continue reading Street Photography @ Ancol