Tag Archives: pilihan lensa

Lensa – lensa canon

Nah buat kamu yang sudah punya DSLR, terutama canon bisa lihat daftar ini (Canon Lens List – Zoom ke sekitar 500X ya) untuk pilih pilih lensa (one of the hardest part of buying SLR hehehe)

Nah kalau aku sendiri pilihan lensanya apa? Berikut lensa – lensa canon yang aku anggap mantabz dan cukup “ekonomis” untuk APS-C (1100 /1000/600/550/60/7D) – pilih sesuai dengan budget yang anda miliki :

  • Super wide angle : Canon 10-22 f3.5-4.5 USM
  • Wide angle / Normal : Canon EF 17-40 f4.0 L  / EF-S 15-85 f3.5-5.6 IS / 50mm f1.8 II
  • Tele : Canon 70-200 f4 IS L / 70-200 f4 L
  • Macro : Canon EF 100mm f2.8

2008 Canon EF Lens Collection 300x224 Lensa – lensa canon

Buat Full Frame (5/1Ds) :

  • Super wide angle : Canon EF 17-40 f4 L
  • Normal : 50mm f1.8 II / 24-105 f4 L IS
  • Tele : Canon 70-200 f4.0 IS L
  • Macro : Canon EF 100mm f2.8

Kenapa 50mm versi f1.8 dan bukan f1.4 atau f1.2? Tentunya ini preferensi pribadi. Bagi saya lensa murah meriah ini sangat tajam dan hasilnya bagus. Terlepas dari speed auto focusnya yang relatif lambat & berisik, lensa ini sangat value. Kenapa harus mengeluarkan dana signifikan lebih untuk lensa yang tidak signifikan lebih baik?

Masih bertanya kenapa pilihan saya seperti diatas? Pilihan lensa sangat personal & disesuaikan dengan kebutuhan, jadi silahkan langsung chat dengan GTalk / email ke : register@motoyuk.com

Cara pilih kamera & lensa

MOTO YUK!!!



Focal Length

Sebagai tambahan tutorial klub yang sebelumnya aku tulis dulu mengenai focal length. Focal length menyatakan jarak antara lensa dan film (sensor pada DSLR) pada saat lensa di fokus pada jarak tak terhingga / infinity.

1 Focal Length

Focal length berbeda – beda, tergantung dari lensa yang kita gunakan. Tapi umumnya dibagi menjadi 5 jenis :

  1. Super-wide : setara dengan <24mm
  2. Wide : setara dengan 24-50mm
  3. Normal : setara dengan 50mm
  4. Tele : setara dengan 50-200mm
  5. Super-Tele : setara dengan >200mm

Mengapa ada kata “setara dengan” nanti akan saya jelaskan. Tapi pada intinya dengan semakin tele maka jarak yang bisa dijangkau oleh lensa menjadi makin jauh. Dengan demikian obyek akan makin terasa besar / detil. Umumnya lensa tele memiliki efek kompresi, dimana efek 3D akan makin tidak berasa. Sedangkan lensa wide memiliki efek distorsi dimana garis lurus akan terasa melengkung.

2 Focal Length

Wide - Normal - Tele

Foto-foto berikut saya ambil dari salah satu artikel di internet yang membahas mengenai focal length.

3 Focal Length

28 - 50 - 85 - 135 - 210mm

Dapat kita lihat perbedaan penggunaan focal length dan efeknya terhadap foto yang kita ambil. Pada lensa wide dan tele terlihat obyek yang menjadi perhatian menjadi berbeda ukurannya. Terlihat lebih besar di foto dengan menggunakan lensa tele.

Kesetaraan Focal Length (Crop Factor)

Karena ukuran sensor yang berbeda maka lensa yang sama ukuran focal length nya menghasilkan pembesaran yang berbeda pada kamera yang berbeda. Hal ini dikarenakan adanya efek crop factor yang terjadi. Makin kecil ukuran sensor maka makin besar crop factor yang ada. Crop factor ini menjadi faktor pengali bagi focal length.

Misalnya lensa dengan focal length 100mm dan 160mm akan menghasilkan gambar yang sama apabila lensa 100mm dipasangkan di Canon EOS 1000d (crop factor 1.6x) dan lensa 160mm dipasangkan di Canon 5D (crop factor 1x). Oleh sebab itu perhatikan crop factor dari kamera yang anda miliki. Sebagai rule of thumb adalah sebagai berikut :

  • Canon SLR (film) : 1x
  • Canon DSLR EOS 1000d, 350d, 400d, 450d, 500d, 10d, 20d, 30d, 40d, 50d dan 7d : 1.6x
  • Canon DSLR EOS 1D, 1D Mark II N, 1D Mark III : 1.3x
  • Canon DSLR EOS 5D, 5D Mark II, 1Ds, 1Ds Mark II, 1Ds Mark III : 1x
  • Canon Powershot G9 (dan nampaknya sebagian besar compact camera lainnya) : 4.55x

Detil lebih lanjut dari crop factor bisa rekan-rekan peroleh di internet. Salah satunya di Digital Review.

Kegunaan Focal Length

Kita menggunakan focal length berdasarkan kebutuhan komposisi kita tentunya. Tapi secara umum lensa wide memang lebih banyak digunakan oleh landscaper, sedangkan lensa normal / tele lebih banyak digunakan oleh still life / model / human interest photography. Sedangkan lensa super-tele biasa digunakan untuk wildlife photography.

Tapi tentunya ini tidak menutup kemungkinan penggunaan yang berbeda. Misalnya saya seringkali memotret landscape menggunakan lensa tele karena ingin ada efek kompresi atau ingin menonjolkan obyek tertentu yang jaraknya cukup jauh. Saya juga sekali dua kali menggunakan lensa wide untuk memotret model, karena ingin menunjukkan hubungan antara model dengan background alam / arsitektur yang ada di belakangnya.

Jadi pemilihan focal length tentunya sangat tergantung pada obyek yang kita akan foto dan komposisi yang akan kita pilih. Selamat memotret!

MOTO YUK!!!

17-40 atau 24-105?

Tergelitik dengan teman yang “salah” beli lensa jadi pengen bahas nih. Satu hal yang kadang kurang dipahami oleh para nubie adalah DSLR memiliki crop factor. Crop factor ini diakibatkan penggunaan sensor yang tidak sebesar kamera film (ukuran 35mm) untuk kepentingan ekonomis. Pada DSLR dengan crop factor maka focal length lensa dikalikan dengan crop factor number.

Kamera low-medium end di Canon (2-4 digit : 7D, 40/50/60D, 400/450/500/550/600D dan 1000/1100D) crop factornya 1.6. Jadi focal length 17-40mm pada kenyataannya setara dengan 27.2 – 64mm pada kamera SLR film atau kamera DSLR high-end (5D, 1D – kecuali 1D Mark II/III/IV yang crop factornya 1.3x).

Pada Nikon low-medium end crop factornya 1.5. Sedangkan pada olympus crop factornya 2x. Nilai crop factor ini sangat berpengaruh saat kita memilih lensa.

Lensa 24-105 yang disebut-sebut sebagai lensa all-round untuk SLR / DSLR full frame tidaklah sepenuhnya all round lagi bagi DSLR dengan crop factor. Lensa all round untuk DSLR dengan crop factor adalah 17-40 atau 17-55 atau 18-55mm atau 15-85 dan 18-135. Padahal lensa-lensa dengan focal length ini disebut wide angle lens di full frame DSLR.

Nah, jadi pahami bahwa DSLR kita memiliki crop factor, lalu tentukan lensa pilihan anda dengan lebih bijak icon smile 17 40 atau 24 105? selamat berbelanja

MOTO YUK!!!

Harus beli yang mana?

Ada pertanyaan nih, supaya lebih enak aku jawab pakai blog saja ya :

Q : hi pak..
sy setuju pak klo peralatan come second,yg ptg the man behind the gun.tp rasanya lbh mantap klo kta punya yg ok..(digicam sy 2x ilang pak,jd pengennya lgs punya SLR)
Pertanyaanya apakh eos d400 highly recomended?ato utk pemula beli yg superzoom dulu aja?
trs apakah kl kta beli cuma dpt body kit aja?
lensa apa yg bs dipake utk segala kondisi?(tanpa hrs gonta ganti lensa?)
Tks..

A : Thanks buat pertanyaannya. Pada prinsipnya kamera yang bagus memang akan membantu mengambil gambar menjadi lebih mudah. Misalnya kalau dengan kamera pocket kita harus memotret dengan angle yang agak sulit maka dengan SLR kita bisa menggunakan lensa yang sesuai sehingga pengambilan gambar menjadi lebih mudah. Selain itu kualitas gambar (terutama soal noise dan ketajaman gambar) memang SLR tidak bisa disaingi oleh kamera pocket / prosumers.

Kalau memang serius dengan hobby fotografi saya sarankan untuk membeli DSLR entry level. Jenis ini biasanya lebih ekonomis. Pilihannya bisa Canon 1000/1100D atau 500/550/600D, atau Nikon D3000 / D5000. Kenapa 2 merek itu? Bagi saya value, kualitas hasil, ergonomi, pilihan lensa, ketahanan produk & jaminan purna jual adalah yang paling penting. Kedua merek ini memberikan itu semua, lebih dari merek yang lainnya. Tentunya merek lainnya memiliki kelebihan tersendiri, tapi bagi saya 2 merek ini yang jadi pilihan utama.

Sebelumnya saya jelaskan mengapa DSLR entry level saja sudah mencukupi. Perbedaan signifikan antara DSLR entry level dan jenis semi-profesional umumnya ada 2 : body (ergonomi dan kekuatan) & kecepatan akses (seberapa cepat kita misalnya melakukan setting iso). Memang ada perbedaan lain seperti kualitas hasil / noise, kecepatan auto focus dan belasan fitur lain, tapi 2 hal diatas adalah yang seringkali paling kelihatan. Kedua perbedaan ini tidaklah begitu berpengaruh bagi hobiist. Pada awal menekuni hobby lebih baik dana dialihkan untuk membeli lensa yang berkualitas dibandingkan body semi-profesional.

Ok, sekarang mengenai Canon entry level. Canon 1000/1100D dan 500/550/600D fungsi-fungsi dan kelebihannya cukup mirip (detil bisa dibaca di www.dpreview.com atau www.the-digital-picture.com). Tapi saya hanya ingin menekankan mengapa lebih baik memilih 500/550/600D. Pertama dan terutama : adanya fungsi liveview. Fungsi ini memungkinkan kita untuk memotret dengan melihat pada layar LCD, mirip seperti kamera pocket. Lho buat apa? Bukankah lebih “keren” dengan melihat viewfinder? Fitur ini sangat berguna apabila angle pemotretan sulit dan pemotretan makro (fungsi liveview memungkinkan kita melakukan zoom sampai 10X – sangat membantu pada fotografi makro yang focusing dilakukan dengan maju mundur).

Fitur lain yang saya sukai adalah fitur yang juga hadir di canon 40/50/60D – highlight tone priority. Fitur ini secara cerdik meningkatkan dynamic range dari kamera kita. Dynamic range yang tinggi memungkinkan kita memotret pada level exposure yang sulit, misalnya wajah model dengan BG langit yang terang. Fitur lainnya adalah grip yang lebih nyaman, informasi mengenai iso di viewfinder (sangat penting…seringkali kita lupa kita pakai iso berapa), autofokus yang lebih cepat, dan layar LCD yang lebih besar. Pada intinya saya suka dengan Canon 550D dibandingkan dengan 1000D.

Tetapi harga 550/600D yang relatif tinggi memang membuat ragu. Kalau budget menjadi satu constraint maka saya sarankan membeli Canon 1000/1100D atau Nikon D3000.

Lalu bagaimana dengan lensa? Ada banyak lensa canon yang bagus (detilnya bisa cek di http://www.the-digital-picture.com/Reviews/). Tapi saya sendiri kurang sreg dengan lensa kit bawaan canon. Kalau memungkinkan untuk membeli body only maka itu yang akan saya lakukan. Lalu setelah itu lensa apa yang harus saya beli? Sangat tergantung pada beberapa hal :

  • Obyek favorit – satwa misalnya membutuhkan lensa tele, landscape membutuhkan berbagai jenis lensa tapi kebanyakan wide, model membutuhkan lensa tele dan medium, etc.
  • Budget – tentukan budget yang anda miliki lalu cek harga di www.jpckemang.com. Tidak perlu khawatir, anda bisa melakukan upgrade nantinya dengan menjual lensa lama anda di bursa (cek : http://bursa.fotografe.net) – NB : hati-hati dengan lensa kit, jualnya relatif sulit
  • Toleransi anda – ada lensa yang sangat tajam dan warnanya juga sangat bagus, tapi buat beberapa orang tingkat ketajaman dan keindahan warna itu tidaklah berarti banyak, so untuk apa membuang uang membeli yang lebih mahal jika anda sendiri tidak bisa merasakan bedanya bukan? icon smile Harus beli yang mana?

Beberapa lensa canon yang menjadi pilihan saya adalah :

  • Lensa all-round : Canon 18-200mm / 18-135mm / Tamron 18-200mm / 18-250mm / 18-270mm (walau min apperturenya relatif kurang memuaskan tapi lensa ini sangat cocok bagi pemula. Selain mencakup range yang sangat lebar harganya juga cukup ekonomis, well kecuali Canon yang harganya lebih mahal dengan kualitas hasil yang memang lebih baik)
  • Lensa ultra-wide : Canon EF-S 10-22mm (tajam, agak mahal, tapi great lens), Tokina 12-24mm (masih tidak terlalu wide untuk canon, tapi tajam dan warnanya bagus)
  • Lensa wide-normal : Canon EF 17-40 f4 L (tajam, saturasinya bagus, harganya ekonomis untuk lensa jenis “L”, hanya saja sayang apperture minimumnya hanya f4, tapi tidak masalah kalau buat keperluan landscape yang biasanya menggunakan f8 keatas), Canon EF-S 17-55 f2.8 IS (selain tajam dan memiliki apperture min yang luar biasa maka lensa ini juga dilengkapi dengan Image Stabilizer), Tamron 17-50 f2.8 (tajam, apperture lebar dan harga ekonomis -apalagi yang bisa kauminta?), Canon EF-S 15-85 f3.5-5.6 IS (saya sendiri belum pernah coba, tapi reviewnya luar biasa dan range nya sangat menarik)
  • Lensa normal : Canon 24-105 f4 L IS (range yang mantap, dilengkapi dengan IS dan ketajaman lensa..hemmm sip banget, sayang muahal), Canon 24-70 f2.8 L (rangenya ok, tajam luar biasa, sayang muahal pake banget)
  • Lensa tele : Canon 70-200 f4 L IS (ini favoritku sebenarnya karena tajam dan harganya cukup ok, plus beratnya masih bisa ditenteng untuk berkelana kemana mana), tapi kalau mau nenteng lensa yang lebih berat dengan imbalan apperture yang lebih lebar maka pilihlah Canon 70-200 f2.8 L IS.

Kalau lensa – lensa diatas dirasakan mahal gimana? Sekali lagi saya sebutkan bahwa investasi fotografi pada lensa bukan body, tetapi apabila memang butuh yang lebih ekonomis coba saja browse di : http://www.the-digital-picture.com/Reviews/

Happy hunting !!!!!!

MOTO YUK!!!


Pilihan kamera DSLR bagi pemula

(Last update : 9 Feb 2011)

Kalau saya sudah ingin upgrade kamera pocket saya, atau saya ingin beli DSLR sebaiknya saya beli kamera apa ya? Pertanyaan yang sering banget muncul kayaknya ya….aku coba share pendapatku deh, kali aja bisa membantu (Note:karena saya ahli canon, maka kebanyakan yang aku sarankan disini adalah kamera / lensa untuk canon. Tapi bukan berarti nikon atau merk lain kurang ok. Hanya saja saya kurang paham)

Body :

  • untuk pemula dan hanya hobby saja saya sarankan beli Canon 1000D / 1100D (segera launch),  550D / 600D (segera launch) / Nikon D3000, D5000. Kamera ini relatif canggih dan harganya cukup kompetitif.
  • Canon 1000/1100D adalah kelas paling low end, tapi sudah cukup memadahi dari segi kualitas gambar. Hanya saja kualitas body agak kurang enak kalau menurut saya. Kebanyakan plastik dan terasa “murah”
  • Canon 500D adalah versi awal DSLR ekonomis yang menggunakan HD Video. Fiturnya lengkap, kualitas body ok dan hasilnya juga mantap. LCD nya mampu menampilkan foto dengan cemerlang.
  • Canon 550D adalah versi upgrade dari 500D. Kalau ada dana lebih maka bisa membeli versi yang sudah lengkap dengan lensa kit 18-135. Versi upgrade ini memiliki keunggulan dalam hal HD Video yang lebih baik, LCD yang mendukung format wide. Lengkapnya bisa dibaca di The Digital Picture
  • Sedangkan bagi yang cukup serius dengan hobbynya bisa mempertimbangkan Canon 50/60D dan tentunya 7D sebagai senjata andalan
  • Canon seri 5D Mark II atau 1Ds Mark III / IV tidak saya sarankan kecuali anda memang punya dana berlebih atau mau menjadi profesional

Lensa (wide – medium) sebagai lensa umum / multi fungsi :

  • Untuk lensa jenis wide – medium sebagai pemula / budget terbatas dapat menggunakan lensa kit Canon EF-S 18-55 f3.5-5.6 II IS (bawaan dari beli body camera). Range dan kualitasnya not bad
  • Diatasnya anda bisa mempertimbangkan lensa Canon EF-S 18-135 f3.5-5.6 IS yang juga sering digabung dengan Canon 550D sebagai lensa kit. Lensa ini selain range nya cukup luas (18mm untuk landscape dan 135mm untuk human interest) kualitas gambar dan body lebih baik dibanding 18-55. Tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal.
  • Apabila anda ingin upgrade tapi dengan harga yang relatif masih terjangkau coba lirik Tamron 17-50 f2.8 (budget recommendation). Lensa ini terkenal cukup murah tapi kualitas ketajaman lensanya jauh sekali dibandingkan lensa kit
  • Lensa lain yang saya suka karena ketajaman, body yang profesional, warna yang indah dan harga yang relatif terjangkau adalah Canon 17-40 f4 L
  • Untuk yang lebih profesional anda bisa coba Canon EF-S 17-55 f2.8 IS (sharp dan memiliki Image Stabilizer) atau Canon EF 16-35 II f2.8 (superb dan mahal)
  • Salah satu lensa lain yang sangat berguna, super sharp dan relatif sangat murah (hanya sekitar 800rb) adalah Canon 50mm f1.8 II. Lensa ini superb untuk keperluan portrait photography.

Lensa (super wide) :

  • Lensa lensa super wide biasanya digunakan untuk foto landscape / arsitektur. Harganya tidak murah, tapi anda bisa memilih diantaranya Canon EF 10-22 f3.5-5.6 (highly recommended), atau Tokina 12-24, Tokina 11-16 atau Sigma 10-20

Lensa (medium – tele) :

  • lensa jenis ini bisa digunakan untuk memotret dari binatang sampai model. beberapa pilihan ekonomis diantaranya : Canon EF-S 55-250 f4-5.6 IS (budget recommendation) atau Canon EF 70-300 f4-5.6 IS
  • pilihan yang sedikit lebih mahal adalah Canon EF 70-200 f4 L (recommended), kualitasnya jauh meninggalkan pilihan pilihan diatas
  • pilihan yang lebih mantap lagi adalah : Canon EF 70-200 f4 L IS (highly recommended), Canon EF 70-200 f2.8 L dan Canon EF 70-200 f2.8 L IS (most expensive, tapi memang highly recommended

Ada beberapa lensa lain yang juga sangat menarik, diantaranya adalah Canon EF 100mm f2.8 Macro (versi yang baru menggunakan Image Stabilizer tapi dengan harga hampir 2x lipat). Lensa ini sangat di rekomendasikan bagi mereka yang suka dengan fotografi makro. Selain untuk keperluan macro saya juga sering menggunakannya untuk foto model (portrait type). Hal ini karena hampir semua lensa macro 1:1 memiliki ketajaman yang luar biasa. Lensa barunya yang menggunakan IS sebenarnya sangat membantu pada pemotretan macro yang dof nya sangat sempit. Jika ada dana lebih & memang suka makro maka saya menyarankan EF 100mm f2.8 IS L

Lensa fix lain yang juga menarik adalah EF 50mm f1.8 II. Lensa ini sangat murah, lensa termurah di antara jajaran canon lens. Tapi kualitasnya sendiri sebenarnya sangat baik.

Selain body dan lensa apalagi yang dibutuhkan? Hanya 3 lagi koq :

  • Memory card, rekomendasi saya untuk memory card adalah sandisk 4GB atau 8GB. Bisa gunakan yang jenis Ultra II atau Extreme III. Sudah lebih dari cukup koq. Tidak perlu Extreme IV atau yang ukurannya 16GB. Tidak akan digunakan optimal kecuali anda menggunakan Canon 5dMarkII.
  • Tas, kalau tidak ada tas lalu bawa – bawa kamera pakai apa? kalau saya suka dengan merk lowepro. Selain harganya cukup masuk akal kualitasnya juga cukup baik dan tahan lama. Mengenai jenisnya bisa pilih yang cocok dengan kebutuhan. Saya sendiri menggunakan jenis Minitrekker AW dan Rezo 190 AW.
  • Dry box, ini tempat penyimpanan kamera dan lensa. biasanya dilengkapi dengan silica gel untuk menjaga kelembaban. Maklum di Indonesia yang udaranya lembab ini lensa menjadi mudah terjangkit penyakit yang paling mematikan (nomor 2 setelah penyakit jatuh dan rusak) bagi lensa, JAMUR. So lebih baik keluarkan dana sedikit untuk membelinya, daripada lensa anda yang mahal terjangkit penyakit. Kalau belum ada dana maka belilah kotak serbaguna kedap udara, misalnya merk Lock ‘n Lock, lalu beli silica gel untuk dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan kalau dana berlebih maka bisa membeli Dry Cabinet sesuai kebutuhan. Apapun caranya yang namanya dry box hukumnya wajib untuk di Indonesia yang lembab.

Beberapa review mengenai body dan lensa dapat diperoleh di situs ini. Untuk mencari barang baru bisa di toko kamera atau toko online jpckemang,com. Sedangkan untuk cari barang second bisa di bursa.

Selamat berbelanja, dan paling penting … selamat memotret !!!

Flowchart cara pilih body & lensa

MOTO YUK !!!