Tag Archives: malaysia

KL Street

Beberapa waktu lalu (well sudah lama sih hahaha – cuma belon sempet ditulis saja) saya kembali dapat tiket murah ke Kuala Lumpur. Dulu sekali ke Malaysia hanya fokus di menara kembar Petronas saja, jadi saya pikir kali ini saya mau coba “jalan kaki” ke lokasi – lokasi wisata di tengah kota nya. Karena hanya short trip saya hanya berbekal lensa EF 24-105 f4 L IS andalan saya. Lensa ini di Canon 5d Mark II menjadi lensa all-round yang luar biasa, dapat wide dan tele.

Tujuan pertama saya sebenarnya adalah Masjid Jamek. Sekeluarnya dari LRT sebenarnya sudah langsung dekat sekali dengan lokasi wisata ini. Tapi saya sendiri kurang bisa menikmati arsitektur nya. Jadi saya malah “nembak” foto gang yang ada di dekat situ.

Karakter yang penuh warna dengan bidang perspektif yang menarik menjadi hal pertama yang menarik perhatian saya. Di foto dengan lensa wide 24mm maka gang ini menjadi sangat menarik. Sayang sekali ya di Indonesia seringkali pemilihan warna cat gedung di area wisata tidak dipikirkan dengan baik, sehingga jadi kurang menarik untuk di foto oleh wisatawan. Foto ini juga ingin menyampaikan gambaran mengenai kesibukan di dekat stasiun LRT tersebut.

Melanjutkan perjalanan saya kembali terhenti oleh bangunan-bangunan gedung pencakar langit yang di cat kuning. Kebetulan langit sedang sangat biru (dan dengan demikian .. ya sangat panas cuacanya .. fiuh). Paduan warnanya dengan garis bidang yang terbentuk dari highway yang ada tepat di atas kepala saya kembali menjadi obyek yang sangat menarik untuk di foto.

Lihat paduan warnanya, sangat harmonis, biru dengan kuning. Obyek ini sangat mudah untuk dilewatkan, karena bukan obyek wisata utama. Tetapi seperti telah saya sebutkan berulang-ulang bahwa seringkali banyak obyek menarik buat fotografi selain foto obyek wisata utama, yang seringkali menghasilkan foto dengan “angle sejuta umat“. Foto diatas ingin pula menampilkan gedung-gedung yang cukup modern (di kanan foto) dan gedung tua (di kiri foto) yang keduanya terjaga dengan baik.

Continue reading KL Street




Cuaca dan Cahaya

Pernah dengar pepatah “It’s not the gun, it’s the man behind the gun” ? – pepatah yang paling sering digunakan untuk mengatasi “perang brand” di fotografi. Hehehe. Tapi sebenarnya bukan cuma “gun” dan juga “man behind the gun“, tapi juga “the bullet” yang digunakan. Dalam fotografi saya menyamakan si peluru ini dengan cahaya. Baik cahaya buatan maupun cahaya alam. Cahaya memiliki peran yang sangat penting, karena moto tidak lain adalah painting with the light.

Kedua foto dibawah ini diambil di lokasi yang sama KLCC, Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia. Tanggal pengambilan juga sama. Tetapi keduanya bisa menampilkan warna yang sungguh berbeda :

Foto pertama diambil sekitar jam 18.41 dan foto kedua diambil pada jam 18.59. Berbeda hanya sekitar 18 menit, tetapi lihatlah background langitnya, sungguh berbeda. Tentunya ini bukan kerjaan di Photoshop, melainkan karena cuaca yang berubah saja.

Foto pertama diambil pada saat twilight, dimana cahaya utama datang dari matahari yang sedang terbenam, membias di langit dengan sudut sangat rendah sehingga menciptakan warna biru tua. Sedangkan foto kedua cahaya utama nya adalah bulan purnama yang sedang tertutup awan, akibatnya adalah warna coklat terang cenderung merah.

Kedua foto ini menunjukkan bahwa cahaya sangat mempengaruhi hasil akhir foto landscape, demikian pula dengan cuaca. Selisih beberapa menit saja pemadangan bisa berubah drastis. Oleh sebab itu kesabaran menunggu momen yang tepat (dan tentunya keberuntungan berada di lokasi yang tepat pada saat itu) sangat mempengaruhi. Selain itu kecepatan melakukan setting kamera dan mengambil gambar juga sangat menentukan. Kalau kita masih sibuk bertanya kenapa kamera ku begini dan begitu, bagaimana setting ini dan itu maka momen akan lewat demikian saja.

Jadi, pahami benar cuaca di lokasi, sabar menunggu momen dan pahami benar karakter kamera dan lensa yang motoyuk-ers miliki. Semua kamera dan lensa (walau dari merk yang sama) memiliki karakter yang berbeda. Pahami benar hal itu, sebelum membeli perangkat baru lagi.

PS : Kedua foto diambil menggunakan 5dMarkII + 24-105 f4 L IS @ 24mm

Foto 1 : f22 | 25 secs | ISO50

Foto 2 : f16 | 13 secs | ISO100






KL & Cambodia 2010

Monk at Bayon | Canon EOS 40D | EF-S 10-22 f3.5-4.5 @ 22mm | f8 | 1/250 secs | ISO200 | EV -0.3 | GIMP for layering & BW editting

Sunset at Petronas | Canon EOS 40D | EF-S 10-22 @ 10mm | f16 | 1/25 secs | EV +1.33 | Tripod + duduk di trotoar