Tag Archives: macro photography

Mahluk-mahluk mungil

Mahluk mungil ini di temui di bumi perkemahan cibubur. Pemotretan dilakukan menggunakan available light & Canon EF 100mm f2.8 IS L Macro. Lensa makro dibutuhkan untuk memotret obyek yang kecil karena bisa focus di jarak yang sangat dekat sehingga bisa menampilkan detil & ukuran obyek yang cukup besar. Pemotretan lady bug yang ukurannya hanya 4-5mm misalnya membutuhkan jarak antara lensa – obyek hingga 10 cm. Jarak yang tidak bisa di capai oleh lensa umum.

Pemotretan kupu-kupu dilakukan dengan Canon 70-200 f2.8 IS + TC 1.4x. Tele converter digunakan untuk memperpanjang focal length, dalam kasus ini menjadi 98 – 280mm f4 (turun 1 stop). Penggunaan tele converter sangat disarankan karena membuat minimum focus distance menjadi lebih pendek. Sehingga foto kupu-kupu bisa lebih besar ukuran obyeknya.

Ada teknik lain untuk memotret makro tanpa lensa khusus, dikenal dengan nama reverse lens technique. Coba saja browse mengenai cara ini.

Tips :

  • Latih mata untuk melihat obyek kecil & unik. Ulat bulu berwarna kuning dengan bulu tegak di seluruh badan yang ada di galeri diatas ukurannya hanya 1 cm saja.
  • Gunakan custom function IV sehingga lensa tidak melakukan Auto Focus setiap kali
  • Karena komponen warna yang kebanyakan hijau gelap maka metering perlu diatur sehingga -1/3 atau -2/3
  • Gunakan flash hanya sebagai fill in saja. Apabila digunakan sebagai sumber cahaya utama maka foto akan cenderung gelap karena ambient light tidak ditangkap dengan baik.

MOTO YUK!!!





Macro @ Setu Cikaret Cibinong

Iseng weekend? Macro salah satu obyek yang lumayan mudah ditemui, murah dan tetap menarik. Kali ini saya & Cynthia (my best friend & administrator motoyuk.com) hunting macro di cibinong, tepatnya setu cikaret. Lokasinya cukup mudah untuk dijangkau, walau agak jauh, sekitar 1 jam perjalanan dari Jakarta.

Lokasinya sendiri saya peroleh dari informasi di Fotografer.Net.

Peta Lokasi - click for larger image

Dari Jakarta kearah Bogor melalui tol Jagorawi, keluar KM 26 di Pintu Tol Cibinong/Citeureup,
setelah bayar tol, belok kanan (melalui bawah tol), jalan lurus melalui Jl Mayor Oking terus sampai ketemu pasar Jaya Cibinong dan ketemu Jl Raya Bogor (pertigaan), ambil yang ke arah kiri/Bogor. Kurang lebih 2 km dari pertigaan tersebut (100 m setelah Pom bensin sebelah kanan) ada lampu merah. Ambil arah ke Jl Cikaret, ikuti saja jalan Cikaret tersebut sekitar 5 km hinga ketemu Setu Cikaret / Danau Cikaret (ada di sebelah kiri jalan). Sebelum Setu ada jembatan, belok kiri dan parkir di sekitar mesjid. Lokasi hunting berada di ladang-ladang yang ada di sekitarnya.

Cukup banyak obyek macro yang bisa kita peroleh disana. Karena kondisi agak mendung maka saya menggunakan bantuan tripod dan flash (built in). Untuk menghaluskan cahaya yang dihasilkan oleh flash maka saya menggunakan semacam mini softbox yang dibuat dari bekas plastik rol film. Cukup dilubangi lalu ditutupkan ke flash built in. Kalau tidak ada itu maka kita bisa menggunakan diffuser / tissue / kertas kalkir. Yang penting, berikan jarak antara diffuser dengan kaca flash, supaya tidak panas & terbakar.

Salah satu obyek yang sedang banyak adalah belalang, selain itu juga ada lalat dan lady bug.

Lalat & Mata Facet-nya | Photographed by Cynthia - Penggunaan EF 100mm f2.8 IS L membuat ambient light tetap bisa di tangkap dengan sempurna

Continue reading Macro @ Setu Cikaret Cibinong

Alone

Lalat identik dengan “kotor” dan dijauhi. Bahkan dedaunan pun memutih, “menghilangkan keindahan warna” karenanya …. dan pada akhirnya sendirian dia bertengger. Tapi toh dia lalat yang juga ciptaan-Nya, dicintai-Nya tak ada kurangnya ….

Teknis pemotretan : Pemotretan di samping rumah saja menggunakan lensa macro EF 100mm f2.8 @ apperture f11 – dengan menggunakan strobist flash dari sisi kiri atas. Adobe Photoshop untuk adjustment layer + masking untuk memutihkan dedaunan dan menambah saturasi pada mata lalat.

MOTO YUK!!!

Bokeh

Bokeh using Macro 100mm Canon
~ BOKEH ~ | Canon 40D + EF 100mm f2.8 Macro | f8 | 1/25 secs | EV -1/3 | ISO800 | Built in Flash EV-2 | Standard Picture Style |

Bokeh atau background blur di foto ini diperoleh dengan penggunaan lensa macro 100mm. Lingkaran warna putih tidak lain adalah berkas cahaya yang menerobos pepohonan di belakang (background) dari bunga ini. Bentuk lingkaran terlebih ditentukan oleh karakter lensa. Kebetulan lensa 100mm Macro milik Canon ini bentuk apperture nya nyaris bulat dengan 8 blades. Jadi hasil bokehnya juga bisa bulat.

Kenapa bisa blur walau hanya 100mm dan di f8? Semata-mata karena jarak antara lensa & obyek yang sangat dekat, plus jarak antara obyek & background yang jauh. Bahkan apperture f8 yang relatif sempit pun tidak mampu membuat bunga di belakang obyek utama masuk dalam ruang tajam. Ini memang wajar terjadi pada pemotretan macro.

Karena ini motret “iseng” (pas kebetulan training) maka waktunya kurang tepat, sudah sore hari. Sehingga cenderung sangat terbatas cahaya yang ada. Flash digunakan untuk memunculkan warna merah bunga. Tanpa flash maka warna merah cenderung tidak bisa keluar dengan baik. Tapi karena hanya sebagai “pengisi” cahaya maka flash exposure compensation di set -2.

MOTO YUK !!!

Phalaenopsis

~ Phalaenopsis / Anggrek Bulan ~

Sulit mendapatkan warna ungu bunga? Trik pemotretannya sebagai berikut :

Continue reading Phalaenopsis