Tag Archives: light

(AU) Fairfax Lookout – North Head – Manly, Sydney

Ada banyak lokasi untuk menikmati city view dari Central Business District (CBD) Sydney. Salah satu diantara nya yang relatif cukup jauh, tapi juga cukup spektakuler adalah di Fairfax Lookout, North Head, Manly (Google Map coordinate : -33.823307, 151.300276)

Lokasinya sebenarnya berseberangan dengan South Head, lokasi dimana Hornsby Lighthouse berada (saya tuliskan di artikel lain nanti). Tetapi untuk mencapainya memang agak lebih “PR” … karena kita perlu naik ferry ke Manly, lalu naik bis dan berjalan sekitar 10 menit untuk mencapai area nya. Google map di Android / iOS dengan mudah bisa menunjukkannya.

Ada 2 lokasi yang menarik di area ini. Satu lokasi adalah di -33.821828, 151.300845, di lokasi ini kita bisa melihat laut lepas dengan pemandangan tebing yang indah.

Lokasi kedua adalah Fairfax Lookout sendiri. Untuk memotret disini Sunset adalah waktu yang disarankan, karena menghadap ke Barat.

Pink Sunset

Pemotretan membutuhkan lensa medium – tele, sekitar 50mm – 200mm (APS-C). Kalau menggunakan lensa wide maka obyek utama sulit untuk di peroleh detilnya. Tentu saja tripod juga dibutuhkan untuk detilnya, karena begitu sunset + lensa tele maka shake sangatlah besar kemungkinannya.

Salah satu trik pemotretan di lokasi ini adalah menggunakan ISO rendah dan aperture sempit (misalnya f16-22) untuk mendapatkan slow shutter dan halus permukaan laut. Tanpa slow shutter sekitar 10 detik atau lebih maka permukaan laut sulit dihaluskan, dan akibatnya akan sedikit menganggu.

Tentunya ini perlu di adjust apabila ada kapal / cruise lewat (lumayan sering) dan kita ingin detilnya sebagai foreground, supaya speednya cukup dan tidak blur karena pergerakan si kapal.


(AU) Vivid Sydney

—– new update di bagian bawah —–

Sepanjang beberapa minggu di akhir musim gugur sampai dengan awal musim dingin pemerintah kota Sydney mengadakan festival yang unik. Festival yang berfokus pada permainan cahaya dan juga bunyi ini dikenal dengan nama Vivid Sydney.

Saya sendiri tidak sempat kebagian banyak, selain karena belum terlalu pengalaman ber navigasi di area Sydney, juga karena pada penghujung Vivid Sydney saya kebetulan sudah menjadwalkan trip ke Tasmania. So saya hanya kebagian melihat dan motret di area Circular Quay.

Vivid Sydney

Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman memotret Vivid Sydney ini. Yang saya baru ketahui pada saat sudah berada di tempat adalah proyeksi cahaya dilakukan secara dinamis. Jadi misalnya pada kasus Opera House di atas, dinding opera house menjadi selayaknya layar proyeksi. Ibarat film maka gambarnya terus berganti.

Continue reading (AU) Vivid Sydney

Joby Gorillapod Ballhead

Untuk melengkapi Velbon Ultrek 40L yang saya akan uji coba, saya harus membeli ballhead yang sama compact nya. Kalau tidak maka tidak jadi mungil lagi si tripod saya ini. Setelah coba browse sana sini, akhirnya saya temukan ballhead mungil yang cocok.

JOBY – GorillaPod Ballhead

Ukurannya relatif sangat mungil : 6.9 x 4.6 x 6.4 cm – dengan berat hanyalah 454 gram. Walaupun mungil ballhead ini mampu menahan 3 kg beban. Buat mirrorless dan lensa nya tentu saja ini lebih dari cukup.

Ballhead ini juga berputar 360 derajat, dan support full movement dari ballhead. Cocok sekali dengan yang saya butuhkan. Siap dipasang dan siap di uji coba….

Harga di kisaran Rp 549.000

MY Articles : the mystery – by : SooSing Goh

How a Hat solved my photography achilles heel

Since my trip to Australia in March last year, I’ve noticed that this line/purple hue appears whenever I use my Hoya ND400 filter (its a 9 stop filter which allows 1/500 of light through – to allow you to shoot long exposures) – see example above. Initially, it only appeared occasionally. Eventually, the filter fell apart, and I replaced it. I also upgraded my wide angle lens from Tokina 11-16 (DX lens) to Nikon 16-35 (Full Frame) lens. The frequency of the purple banding/line – became almost 100% – and asking my photography friends in Indonesia, in Singapore – no one had ever seen it. I didn’t think it was the filter (since it was new, and also happened with the old filter), the lens or camera (since it doesn’t appear when I don’t use the filter).

Continue reading MY Articles : the mystery – by : SooSing Goh

Hongkong Trip

Update on 28 Sep 2013 – more photos.

————-

Saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri salah satu conference di Hongkong. Jelas saya extend, walau cuma 1 malam, untuk explore Hongkong. Yah, hongkong bukan kota favorit saya, terlalu padat menurut saya. Tetapi tetap saja ada banyak hal menarik yang bisa di foto. Berikut adalah sekelumit pengalaman fotografi saya selama disana.

Victoria Harbor

Pemandangan dari arah Kowloon (Avenue of Stars & Star Ferry) ke arah hongkong island jelas merupakan angle sejuta umat dari Hongkong. Seperti saya sebut dalam salah satu artikel lain, kalau belum mampir ke angle sejuta umat belum afdol. Maka saya juga mampir kesana berhubung ini pertama kali saya ke Hongkong.

Victoria Harbor

Kondisi malam itu agak berawan, tetapi saya masih memperoleh biru twilight. Foto diatas di ambil dengan Canon 5dM2 + EF 24-105 f4 L IS @ 24mm f4 iso800 1/2 secs. Custom white balance pada saat post processing di gunakan untuk memastikan twilight diambil dengan pas.

Lesson learned pertama dalam kasus ini adalah saya terpaksa menggunakan iso800 dan f4 untuk mendapatkan speed yang memadahi. Hal ini karena saya ingin memasukkan komponen perahu jukung yang sedang berlayar. Apabila saya paksakan dengan aperture sempit dan iso rendah maka speed yang saya dapatkan akan terlalu lambat sehingga perahu mengalami movement blur.

Continue reading Hongkong Trip

… and now, the D.R.i.n.K

After the pastry … now it’s the drink ….

Well, ini memang bukan komposisi terbaik – dengan background yang juga agak suram (anehnya, aku suka kontrasnya). Tetapi cuma ingin menunjukkan bahwa flash kedua dibutuhkan untuk menampilkan warna yang tepat dari minuman dalam botol ini.

San-Pellegrino-Mandarino_IMG_7132-web

Flash pertama sama seperti sebelumya di arahkan ke langit langit – dengan demikian memberikan efek cahaya merata ke seluruh area. Hal yang sama bisa diperoleh dengan meletakkan flash di posisi atas, dengan menggunakan softbox yang cukup besar. [Flash YongNuo 560 – 1/2 power]

Continue reading … and now, the D.R.i.n.K

[ P.A.s.T.R.Y]

Minggu lalu adalah penutupan pelatihan motoyuk basic-advance. Saat ini sudah mencapai 16 batch yang motoyuk laksanakan. Gak kerasa sudah banyak ya hahaha. Kebetulan praktek pemotretan kali ini saya bikin agak berbeda, menggunakan bantuan flash (strobist). Maklum, lokasi di kelapa gading cahayanya tidak sebagus di Cinnamon Cafe cibubur.

Pada foto diatas saya menggunakan Canon 5dm2 + 100mm f2.8 L IS. Tapi tidak perlu khawatir, lensa kit pun bisa menghasilkan foto yang kurang lebih sama, karena saya menggunakan f5.6 pada foto diatas. Hanya saja memang perlu cukup dekat pengambilan gambarnya. Mode manual sudah pasti saya gunakan, karena saya menggunakan cahaya tambahan dari 2 buah flash. [Setting : Manual Mode | f5.6 | 1/125secs | ISO200 | AutoWhiteBalance | Faithfull Picture Style 7010]

Continue reading [ P.A.s.T.R.Y]

Thailand & Singapore – A Quick Trip

Perjalanan wisata bersama keluarga / kantor seringkali tidak memungkinkan kita membawa peralatan berat. Saya sendiri pernah mengalaminya baru-baru ini. Dalam perjalanan ke Thailand selama total 10 hari saya harus travel light karena pergi bersama keluarga yang tidak suka memotret. Sedangkan di perjalanan kedua saya ke Singapore bersama rekan-rekan kantor. Perjalanan ke Singapore kali itu cukup “aneh” karena hanya daytrip, pagi nyampe malam pulang. Tentunya saya juga harus travel light.

Berikut peralatan yang saya bawa :

  • Canon 5d Mark II – kalau ada kamera lain yang lebih ringan dengan senang hati tentunya akan saya bawa, misalnya Canon 1100d atau mirrorless system seperti Sony NEX-3/5 atau Olympus E-P2
  • Canon EF 17-40mm f4 L (Singapore) – karena saya tahu saya akan membutuhkan lensa super wide untuk pemotretan Marina Sands Bay
  • Canon EF 24-105mm f4 L IS (Thailand) – karena saya butuh lensa all-round yang bisa digunakan untuk banyak hal tetapi tetap ringan dan berkualitas
  • Filters – GND & CPL – ini sih tidak terlalu berat, jadi daripada menyesal lebih baik dibawa
  • Monopod – membawa tripod (walau yang carbon & travel angle sekalipun) bukan pilihan pada saat travel light. Monopod mampu menggantikan peran tripod sampai kisaran exposure 2 detik + hoki & multiple shots tentunya hahaha.

Pada pemotretan di Singapore saya menunggu blue hours (twilight) sampai dengan jam 7 malam waktu setempat. Hasilnya cukup memuaskan :

Saya menggunakan f8 pada ISO200 dan EV -2/3 – akibatnya shutter speed drop sampai dengan 2 seconds dan monopod harus saya pegang hati2 agar tetap sharp. Menahan nafas + mirror lock up juga merupakan salah satu trik untuk membuat foto sharp dengan menggunakan monopod. Kalau saya gunakan ISO yang lebih tinggi maka selain noise mulai muncul (karena banyak area shadow) maka saya tidak bisa mendapat efek halus (walau tidak maksimal) di permukaan air. Sedangkan aperture lebih kecil dari f8 meragukan untuk mendapat hasil ketajaman optimal.

Sedangkan di bangkok saya bereskplorasi dengan banyak hal, mulai dari BW photo sampai dengan fish eye (tanpa lensa fish eye) – juga bokeh. Selain itu di Krabi saya mencoba memotret beberapa hal, Airport Krabi jadi menarik setelah di gubah ke BW menggunakan silver effect :

Continue reading Thailand & Singapore – A Quick Trip