Tag Archives: lady bug

Macro Concept

Weekend lalu adalah pengalaman pertama saya melakukan pemotretan makro konsep. Yang di maksudkan dengan makro konsep adalah pemotretan makro dimana binatang dan scene di atur berdasarkan konsep tertentu. Jadi bukanlah pemotretan di habitat asli serangga tersebut.

Ada pro dan kontra mengenai hal ini. Tetapi menurut saya (apalagi setelah merasakannya sendiri) bukan berarti pemotretan konsep lebih mudah. Dibutuhkan persiapan yang matang dan teknik yang baik pula untuk mampu melakukannya.

Yang penting menurut saya adalah : Jangan kita menyiksa serangga / binatang demi kepentingan fotografi semata – misalnya dengan membekukan serangga di freezer, memberikan makanan tertentu yang berbahaya, dll. Sejauh itu masih dijaga, dan setelahnya serangga dilepaskan ke alam bebas maka saya rasa pemotretan konsep ini baik adanya.

Kebetulan saya tidak sempat lama berada di lokasi, mungkin my-ers lain bisa share juga teknik lain yang digunakan. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan meletakkan siput kecil (bisa di peroleh di habitat mereka di area lembab dekat kebun dll) di bunga, dengan kondisi pencahayaan backlight. Bunga sendiri bisa di jepitkan ke tripod demi stabilitas dengan menggunakan photo clam.

photo clam

Cari background yang gelap (misalnya rerimbunan pohon) atau sinar yang menerobos rimbun pohon (sehingga menjadi bokeh). Cangkang siput apabila dalam posisi yang tepat bisa tembus pandang dan kelihatan sangat menarik.

Snaily Snail
Dalam pemotretan ini saya kurang sempurna dalam hal pencahayaan. Masih kurang terlihat efek bakclight yang maksimal. Tapi kurang lebih ini adalah konsep nya - Fuji XT1 + Nikon AFD 105mm f2.8 - f8 iso1600 Velvia

Continue reading Macro Concept

A Bugs Life Series

Saat pemotretan di Bogor Nirwana Residence weekend lalu, saya bertemu dengan Aldyanza Yusuf yang memberikan ide mengenai pemotretan serangga di atas persemaian padi yang baru saja tumbuh. Hijau nya pucuk padi dan embun yang masih bertengger di ujung ujung nya sangat indah. Membuat saya ingin bikin photo series yang bertema kan wallpaper …

Bugs Life Series

Sayang karena sudah keburu dehidrasi mencari robber fly .. akhirnya cuma betah bikin 2 foto serangga dan 1 foto tambahan.

Continue reading A Bugs Life Series

Macro @ Bandung

Makro lagi? Well, belum dapat kesempatan untuk motret yang lain. Jadi sementara masih makro ya. Lagipula saya belum sepenuhnya eksplore 5d Mark II & 100mm f2.8 Macro IS L yang baru dibeli.

Bandung adalah kota yang masih relatif asri, terutama bandung utara. Jadi tidak heran kalau obyek makro bertebaran. Pemberhentian pertama pada liburan kali ini adalah Rumah Strawberry di daerah terusan sersan bajuri.

Selain makanannya (terutama nasi liwet) yang enak, tempat ini penuh dengan obyek makro di area taman-nya. Baru jalan sebentar saya sudah menemui rumpun bunga dengan kupu-kupu berterbangan. Memotret kupu-kupu seperti ini memang idealnya menggunakan lensa panjang, lebih panjang dari 100mm f2.8 yang terpasang di kamera saat itu. Lensa 70-200 f2.8 yang dipadu dengan teleconverter adalah salah satu opsi yang baik. Selain focal length yang panjang, lensa ini + TC juga memiliki focus distance yang cukup pendek untuk dapat pembesaran maksimal.

5dm2 + 100mm f2.8 macro IS L | Av @ f2.8 | 1/320 secs | AutoISO @ iso100 | EV -1/3 | Standard Picture Style with Saturation +2 | Daylight WB

Pemotretan dilakukan dengan apperture lebar f2.8 untuk mendapatkan depth-of-field. Walau ramai dengan warna bunga tapi foto ini terbantu dengan background gubug kayu yang berwarna coklat (bagian atas), sehingga tidak penuh dengan warna tapi cukup mencerminkan keceriaan & keindahan yang ada disana.

Selain kupu-kupu tentunya banyak juga ulat bulu. Tidak seperti biasa ulat bulu disini warnanya cerah, kuning muda. Oleh sebab itu sangat tepat kalau dicari background yang sama cerahnya, merah-hijau-ungu. Paduan ke-empat warna ini memberikan harmoni tersendiri.

5dM2 + 100mm f2.8 Macro IS L | Av @ f7.1 | 1/80 secs | AutoISO @ ISO400 | EV-1 | Standard Picture Style with +2 Saturation | Daylight WB

Saya senang menggunakan AutoISO belakangan ini karena ini jauh menyederhanakan pekerjaan. AutoISO di Canon memang agak terbelakang dibandingkan Nikon. Kita tidak bisa melakukan setting batas maksimal ISO yang mau digunakan. Canon sudah melakukan setting dari pabrik. Setting ini cukup memadahi karena Canon memberikan batas maksimal di ISO yang masih “bebas” noise untuk tiap kamera. Untuk kasus 40d misalnya batas AutoISO adalah ISO800, sedangkan di 5dMarkII batas maksimalnya ISO3200 (salah satu sebab saya cinta full frame).

Continue reading Macro @ Bandung

Mahluk-mahluk mungil

Mahluk mungil ini di temui di bumi perkemahan cibubur. Pemotretan dilakukan menggunakan available light & Canon EF 100mm f2.8 IS L Macro. Lensa makro dibutuhkan untuk memotret obyek yang kecil karena bisa focus di jarak yang sangat dekat sehingga bisa menampilkan detil & ukuran obyek yang cukup besar. Pemotretan lady bug yang ukurannya hanya 4-5mm misalnya membutuhkan jarak antara lensa – obyek hingga 10 cm. Jarak yang tidak bisa di capai oleh lensa umum.

Pemotretan kupu-kupu dilakukan dengan Canon 70-200 f2.8 IS + TC 1.4x. Tele converter digunakan untuk memperpanjang focal length, dalam kasus ini menjadi 98 – 280mm f4 (turun 1 stop). Penggunaan tele converter sangat disarankan karena membuat minimum focus distance menjadi lebih pendek. Sehingga foto kupu-kupu bisa lebih besar ukuran obyeknya.

Ada teknik lain untuk memotret makro tanpa lensa khusus, dikenal dengan nama reverse lens technique. Coba saja browse mengenai cara ini.

Tips :

  • Latih mata untuk melihat obyek kecil & unik. Ulat bulu berwarna kuning dengan bulu tegak di seluruh badan yang ada di galeri diatas ukurannya hanya 1 cm saja.
  • Gunakan custom function IV sehingga lensa tidak melakukan Auto Focus setiap kali
  • Karena komponen warna yang kebanyakan hijau gelap maka metering perlu diatur sehingga -1/3 atau -2/3
  • Gunakan flash hanya sebagai fill in saja. Apabila digunakan sebagai sumber cahaya utama maka foto akan cenderung gelap karena ambient light tidak ditangkap dengan baik.

MOTO YUK!!!


Macro @ Bumi Perkemahan Cibubur

Lokasinya relatif mudah dijangkau, kalau dari arah Jakarta ambil ke arah Bogor melalui tol jagorawi. Keluarlah di pintu tol cibubur. Tak jauh dari pintu tol akan terlihat pom bensin + McDonalds di kiri jalan. Tepat sebelumnya adalah gerbang masuk ke bumi perkemahan cibubur.

Namanya juga bumi perkemahan, tak jauh dari pintu masuk akan segera kita dapati semak-semak & hutan mini. Lengkap dengan koleksi serangga & kupu-kupu, surga bagi para macro-ish. Untuk masuk kita akan dikenai biaya sekitar Rp 10rb. Menurut resminya ada biaya memotret amatir Rp 100rb. Tetapi mungkin bisa di negosiasikan apabila anda hanya memotret macro dan hanya untuk keperluan pribadi.

Kalau ada yang penasaran dengan detil teknis dari salah satu foto diatas jangan ragu untuk diskusi melalui register@motoyuk.com (email & GTalk).

Beberapa tips :

  • Motret macro bisa dilakukan dengan kamera pocket (mode Macro)
  • Lensa makro bisa juga digantikan dengan teknik reverse lens, atau penggunaan macro extention tube.
  • Gunakan apperture yang sesuai – makro membutuhkan depth of field yang lebar, jadi gunakan f5.6 – f11 tergantung situasi
  • Gunakan auto ISO untuk mempermudah pemotretan
  • Gunakan manual focusing dengan cara memaju mundurkan badan saat focusing – agar mudah ubah tombol shutter menjadi AE Lock (dan bukan focusing) melalui Custom Function – cari artikelnya di motoyuk.com. Putar focusing ring sampai dengan maksimal lalu maju mundurkan diri hingga gambar di viewfinder kelihatan maksimal & jernih.
  • Tahan nafas saat memotret agar lebih tajam, gunakan tripod jika perlu, tetapi tripod mengurangi fleksibilitas pemotretan
  • Latih mata anda agar tajam & sensitif terhadap pola, warna dan berbagai serangga kecil yang bisa di potret
  • Gunakan flash sebagai fill in & catch eyes (supaya mata serangga keliatan bersinar / terlihat mata facet nya)

MOTO YUK!!!