Tag Archives: indonesia

MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Tulisan by : Enggar SP

Menurut Wikipedia, Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto, khususnya penduduk wilayah Baduy dalam.

Sekitar Agustus 2014, Pak Yohanes Indro Kristanto mengemukakan di forum FB Motoyuk, mengusulkan hunting bareng terkait Baduy dengan tema kurang lebih mengangkat ke eksotisan suku Baduy baik dari sisi pemandangan, nilai budaya dan social, aktifitas keseharian dsb. Adapun wilayah yang dituju hanya sampai Baduy Tengah.

Jelas saya ngileeerr. Saya sudah lama gak travel photo hunting. Ada tawaran hunting bareng temen2 Bolang kantor, tetapi saya menolak karena rute mereka menuju Baduy Dalam dan saya pasti tidak akan sanggup mengikutinya karena cidera lutut pada bulan puasa yang mengharuskan saya tau diri akan kesehatan kaki (red : penuaan dini T_T)

Berdasar info dan kondisi diatas, akhirnya saya memutuskan IKUT Motoyuk karena pastinya saya akan mendapatkan banyak objek yang eksotis dan pastinya bisa ngerasain suka duka gimana sih hunting bareng komunitas fotografi 😀

Perjalanan saya feat Motoyuk diawali dengan meeting point di Driving Range Senayan. Sekitar pukul 19.00 WIB, kami  – ber 26 orang – dengan dikomandani oleh Pak Yohanes Indro Kristanto, Om Bayoe Wanda, Om Rachmat Yulyanto dan Om Rifka –  menggunakan bis kecil berangkat menuju Kabupaten Lebak, Banten.

Nantinya kami akan bertemu dengan pemandu guide Kang Chinul dan Kang Daniel dimana Kang Daniel adalah mantan Baduy Dalem yang sekarang menjadi warga Serang

image

Perjalanan Jakarta-Rangkas macet, sehingga rombongan sampai masjid Agung Rangkas sekitar pukul 23.30 WIB, sangat malam. Rombongan menginap di BKD – Balai Kepegawaian Daerah Kabupaten Lebak (semoga gak salah kepanjangan nama :D)

Continue reading MY Article : Baduy Trip, By : Enggar

Easy birding …

Pemotretan burung (birding) relatif cukup sulit karena baik peralatan (super tele lens) dan teknik sama sulitnya. Makanya sampai sekarang saya gak bisa bisa dapat foto bagus hahaha …. Tapi ada cara supaya kita bisa dapat foto burung yang bagus. Yaitu dengan mengunjungi penangkaran burung. Selain lebih jinak, mereka juga jumlahnya super banyak, so tinggal pilih momen.

Salah satu lokasi yang jadi favorit saya adalah taman burung di dalam Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar tiket masuk TMII dan juga tiket ke taman burung (Rp 20.000). Memotret di dalam taman burung ini bebas, tidak ribet dengan satpam dll seperti di taman bunga atau museum transportasi di TMII.

Swim in LineFuji X Pro 1 | XF 55-200 | 200mm | f4.8 | AWB | Film Simulation Velvia | Photoshop for Vignette, Curve, Saturation

Saya memanfaatkan garis garis pada permukaan air sebagai komponen pemanis komposisi dalam foto ini

Datanglah sedikit lebih pagi (rekomendasi jam 8 pagi). Hal ini untuk menghindari keramaian yang biasanya membuat foto bocor. Selain itu dengan semakin banyak orang maka satwa biasanya tidak dalam kondisi rileks juga. So kurang enak moto nya. Belum lagi kondisi pencahayaan yang biasa sudah kurang maksimal.

Continue reading Easy birding …

MY Editor Choice – By Gunarto

Foto ini saya ambil pada tgl 18 November 2013, jam 17.53 yang berlokasi di pantai Malingping, Banten, Jawa Barat. Di mana matahari mulai terbenam di garis horizon dan cuaca pada saat itu sangat bagus.

Foto ini saya ambil dengan menggunakan tripod dengan pengaturan sebagai berikut yaitu Speed 1 detik, f 13, iso 100, focal lenght 26mm (pada lensa 16-35mm) dan dibantu dengan penggunaan GND hard Lee Filter 0,9 (3 stop) yang berguna untuk meredam eksposure langit yang over apabila tidak menggunakan filter.

QS8A1139

Juga pengaturan fokus menggunakan manual fokus dengan pemilihan fokus pada ujung batu paling depan. WB saya atur pada posisi daylight (awalnya). Saya selalu mencoba hasil foto yang saya dapatkan adalah sudah jadi dalam kamera, sehingga nantinya akan lebih mudah dalam pengeditan menggunakan Photoshop.

Kemudian pengeditan  saya lanjutkan  menggunakan file RAW melalui ACR PS, yaitu saya lakukan pengaturan WB nya menjadi 6100, menaikan sedikit eksposure (+0.65), menaikan shadow ke +100, menaikan black ke +74, sedikit clarity, vibrance dan saturasi.

Setelah itu langkah selanjutnya saya menggunakan color balance warna yellownya menggeser ke biru  untuk  menaturalkan warna langit yang tadinya agak kehijauan menjadi kebiruan, lalu menggunakan selektif colour guna mengkuatkan warna kuning dan orange, dan menggunakan fungsi level, guna mengatur kontras gelap terang antara batu, air dan langit menjadi lebih dramatis (tidak flat). Kemudian menambahkan sedikit sharpen dan noiseware sedikit.

Kira2 hal itu yang saya lakukan dalam pengerjaan foto ini dan semoga berkenan bagi pembelajaran kita semua. Terima kasih saya ucapkan kepada admin dan MY atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk sedikit berbagi foto saya ini. Salam Jepret….


MY Mentoring Session – Bali – 2-5 Nov 2013

Memanfaatkan HarPitNas di awal minggu ini, 15 orang my-ers menuju tanah dewata Bali untuk melakukan pemotretan lanskap. Dalam 4 hari waktu pemotretan sungguh bersyukur dikaruniai cuaca yang sangat bagus. Sehingga baik Sunrise maupun Sunset bisa ditangkap dengan indah.

Keluarga

Pemotretan kali ini mencakup area : Dreamland, Kintamani, Desa Pinggan, Pantai Sanur & Mengening serta Tanah Lot. Saking indahnya Sanur dan Mengening maka tim sampai 2 kali balik, demi mengulang kembali tips yang hari sebelumnya sudah di uji coba.

Berikut adalah hasil dari beberapa fotografer yang ikut serta, foto foto lengkap mereka ada di FB Group Motoyuk.

 


Fuji X Pro1 Review – Part 2 (The Tone)

Kebetulan kantor mengadakan acara hunting model bersama. Di kesempatan ini saya sempat mencoba ganasnya tajam dan tonal Fuji X Pro 1 dengan lensa 35/1.4 nya. Berikut adalah beberapa sample, semua cenderung tidak terlalu banyak di post pro – relatif sudah “jadi” dan di potret dengan 35mm wide open di f1.4

Devina Rebecca

Ini menggunakan film simulation jenis Astia – yang di gadang gadang memang sangat cocok buat model di outdoor condition. Dengan tonal yang soft dan kontras yang lembut. Enak sekali digunakan untuk pemotretan ini (kondisi agak cloudy – AWB digunakan).

Continue reading Fuji X Pro1 Review – Part 2 (The Tone)

MY Weekly Editor Choices – Jenny Tan

Thanks buat MOTOYUK

Suatu penghargaan yang sangat Saya syukuri bisa mendapatkan Weekly Editor Choice MY.

Pada kesempatan ini Saya ingin berbagi sedikit pengalaman dantehnik yang saya gunakan dalam pengambilan foto ini, bila ada kekurangan dan keterbatasan penyampaian sebelumnya saya mohon maaf, karena Saya sendiri masih Proses Pembelajaran .

MY- Weekly Editor Choice2 sept'13

Continue reading MY Weekly Editor Choices – Jenny Tan

Jambore #3 MotoYuk – Sawarna, Jawa Barat – 22-24 Juni 2012 #2

Salah satu trik dalam landscape adalah … carilah lokasi yang unik. Kebanyakan fotografer “malas” untuk eksplore area. Sehingga mereka memperoleh “angle sejuta umat”. Landscaper harus mau berjalan jauh dan mencari lokasi yang unik, dengan foreground & background yang bagus dan juga pencahayaan yang pas. Di pantai karang bokor ini kebanyakan peserta mengambil arah ke kiri (Timur) karena jalannya yang paling mudah. Sedangkan saya dan sedikit fotografer mengambil arah kanan, menghindari kerumunan yang ada. Hasilnya adalah foto dengan foreground rumput laut yang unik.

Tripod harus saya bentangkan tepat di atas kubangan ini, supaya mendapatkan angle yang pas (salah salah bisa kecemplung ini kamera – makanya saya pegangin deh strap nya hahaha). Pencahayaan juga kebetulan pas, waktu pertama kali saya mengeksekusi area ini matahari sedikit terlalu tinggi, sehingga kurang pas. Setelah muter sejenak ke area lain barulah saya kembali lagi ke area ini. Matahari sudah lebih pas terang dan sudutnya.

Tak lama di karang bokor kami segera naik kembali ke belakang tukang ojek masing masing dan menuju ke pantai karang taraje bayah. Tempat inilah sunset bisa dilihat dengan baik (selain tanjung layar). Saya sempat naik ke puncak bukit dulu sesampainya disana untuk mencari lokasi pemotretan. Dari atas bukit pemandangannya juga indah dan mendebarkan (gimana tidak, sekitar 50 meter diatas permukaan karang dengan ombak keras berdebur). Tapi akhirnya saya banyak eksplorasi di bagian bawah pantai.

Continue reading Jambore #3 MotoYuk – Sawarna, Jawa Barat – 22-24 Juni 2012 #2

Jambore #3 MotoYuk – Sawarna, Jawa Barat – 22-24 Juni 2012 #1

Acara tahunan MotoYuk kali ini di ikuti oleh 28 orang “gila moto” … naik 8 mobil, dan menempuh perjalanan hampir 20 jam baik menggunakan mobil maupun ojek. Lokasi kali ini adalah kawasan pantai di Barat Pulau Jawa, Sawarna (dan Bayah).

Tempat ini sebenarnya lebih mudah di jangkau dibandingkan Ujung Genteng (lokasi Jambore 2 tahun lalu). Hal ini karena fasilitas jalannya lebih baik. Ya, tentu saja di daerah terpencil seperti ini jalanan masih rusak dan berlubang. Tapi lebih baik, dan jarak tempuh juga lebih dekat. Fasilitas hotel juga sedikit lebih baik. Kita menginap di “Little Hula-hula”. Cottage nya cukup bersih, asri, dan paling penting … ber-AC hahaha.

Dari sisi pandang fotografer landscape Sawarna juga menawarkan pemandangan yang unik dan menarik. Foreground nya beragam, dari pasir putih biasa, karang terjal, karang landai, karang berlumut, serta lokasi dengan biota laut dan “warna hijau” yang asik buat dijadikan foreground. Tidak lupa karena lokasinya ber-karang maka slow shutter speed bisa dilakukan dengan mudah, banyak lokasinya, tinggal pilih.

Canon 5dM2 + CZ 18mm ZE
Aperture Priority f8 | iso200 | 2.5 seconds | GND HE 0.9 – no ND filter required karena masih pagi sekali
Lokasi : Legon Pari

 

Perjalanan kami mulai jam 04.00 pagi dari Jakarta. Untuk menghindari jalan raya sukabumi yang padat dan rusak, maka kita memilih jalur via Puncak. Kisaran jam 07.30 seluruh peserta sudah mencapai meeting point di Sukabumi, untuk dilanjutkan dengan menyantap bubur sebagai sarapan pagi.

Continue reading Jambore #3 MotoYuk – Sawarna, Jawa Barat – 22-24 Juni 2012 #1

Sony NEX 5n – The Review (Part 2)

Ini adalah review lanjutan dari Sony NEX 5n yang saya gunakan selama perjalanan ke Derawan dan Chiangmai. Saya masih ingin menuliskan beberapa fitur lain yang menurut saya sangat membantu saya dalam penggunaan kamera ini.

Fitur yang sangat saya sukai adalah in camera filter. Dengan menggunakan filter ini maka JPEG yang dihasilkan sudah langsung “jadi” tidak perlu post processing terlalu banyak lagi (sebagian besar bahkan hanya perlu resized dan sharpening saja). Misalnya filter toy camera yang membuat hasil foto menjadi sedikit warm + saturated + memiliki vignette. Cocok untuk memotret benda benda “jadul”

Atau filter BW yang banyak ragamnya. Apabila di combine dengan filter silver effect di Adobe Photoshop, hasilnya nendangggggg seperti pemotretan di pulau Maratua dengan foreground kopra. BW nya terasa pekat dan juga kontras.

Saya sudah menyinggung mengenai image quality dari kamera ini. Demikian juga dengan portability nya (dan ringannya) kamera ini. Semuanya positif. Lalu apa saya yang sudah biasa menggunakan DSLR menemukan hambatan dengan kamera ini? Yup, seperti sudah saya singgung di artikel sebelumnya, ada beberapa kendala yang akhirnya mempengaruhi kesimpulan saya dalam hal penggunaan kamera ini.

Kendala yang pertama adalah terbatasnya shortcut untuk pengaturan kamera. Kendala ini awalnya sangat mengganggu, bahkan untuk mengatur ISO dan white balance saja saya harus masuk ke dalam menu dan submenu yang lumayan dalam. Ribet.

Sampai saya temukan bahwa saya bisa mensetting beberapa tombol di kamera sebagai shortcut. Misalnya saya setting tombol cursor ke kanan sebagai ISO, dan tombol OK sebagai “pemanggil” 5 tambahan shortcut (di dalam nya saya masukkan white balance, filter, flash, dll). Dengan demikian problem saya sedikit teratasi. Yah paling tidak saya tidak menghabiskan bermenit menit sendiri untuk mensetting Sony NEX 5n saya.

Continue reading Sony NEX 5n – The Review (Part 2)

Belitung – Islands of Granite Rocks

Beberapa bulan lalu saya ikutan sesi hunting foto landscape bersama Gallery Photo Indonesia ke Belitung. Enaknya traveling bersama grup khusus fotografi adalah susunan jadwal yang lebih pas buat motret. Walau tentunya ini akibatnya : bangun super pagi, ber-angin-angin di kapal subuh-subuh, makan telat dan darurat menggunakan nasi box, pulang larut malam, dll. Tapi sebagai balasannya kita akan menerima : foto sunrise dan sunset di lokasi terbaik di waktu terbaik. Much worthed in my opinion.

Ada banyak tempat yang dikunjungi. Tapi overall :

  • Pantai laskar pelangi : lokasi ini enak dikunjungi saat sunset / sesaat setelah sunrise
  • Pulau-pulau di sekitar Belitung :
    • Pulau kera
    • Pulau babi kecil – kita ambil sunset disini
    • Pulau burung
    • Pulau lengkuas – khas dengan mercusuar-nya
  • Batu licin
  • Danau Kaolin

Overall saya sebagai landscaper merasa Belitung cukup sulit di abadikan oleh landscaper seperti saya. Hal ini karena saya suka memainkan foreground, tidak sekedar midground & background. Sementara Belitung memiliki foreground batuan granit yang besarnya luar biasa. Sehingga walaupun langit dan lautnya sangat indah, saya tetap kesulitan  mengambil komposisi yang enak dipandang. At the end saya merasa Belitung buat saya lebih enak dinikmati untuk liburan, berenang, main air di pantainya dan lautnya yang super bening, makan seafood yang super segar dan sekedar menikmati sunset – sunrise nya. Sedangkan untuk landscape saya lebih memilih pantai-pantai karang landai. Misalnya pantai-pantai di Bali, Ujung Genteng, Sawarna, dll.

Foto-foto diatas belum saya berikan keterangan satu persatu. Tapi overall dibuat dengan menggunakan Canon 5d Mark II dengan lensa Carl Zeiss Distagono 18mm f3.5 ZE. Tentunya banyak yang mengandalkan filter GND (Soft / Hard / Reverse) dari Hitech. Saya tidak menggunakan CPL karena tidak dibutuhkan dan pada lensa se-wide ini cenderung mengakibatkan efek belang. Buat yang penasaran dengan detil teknisnya silahkan comment saja foto mana yang penasaran, saya kasih data teknis nya di comment balasannya.

Ada beberapa foto still life yang saya buat dengan menggunakan Carl Zeiss Flektogon 35mm f2.4. Lensa ini memiliki kemampuan semi makro 1:2 sehingga beberapa detil bisa saya dapatkan dengan baik. Bokeh yang dihasilkan juga bagus. (soal warna tidak usah dibahas karena ini lensa CZ yang terkenal dengan warnanya yang “nonjok”). Foto still life kebanyakan saya peroleh waktu rehat pagi di warung kopi & laksa khas Belitung.