Tag Archives: hoan kiem lake

Hanoi Pics #3

Beberapa lagi hasil pemotretan saat mengunjungi Hanoi, Vietnam beberapa waktu lalu :

Business in Hanoi - www.motoyuk.com

Foto yang ini esensinya adalah kecepatan menangkap momen. Momen dimana sepeda lewat tepat di tengah mobil pickup tidak dapat diulang. Waktu itu saya hanya memiliki waktu sekitar 10 detik sejak melihat sepeda mendekati pickup, membayangkan scene, mengambil kamera, melakukan setting dan jepret. Sepeda dan pickup menunjukkan bisnis di Hanoi yang merupakan paduan antara modern dan juga tradisional.

Fishing village in halongbay - www.motoyuk.com

Sama halnya dengan “Business in Hanoi” foto ini juga berusaha menunjukkan kehidupan nelayan di HalongBay. Dinding karst yang merupakan ciri khas HalongBay menjadi latar belakang foto yang otentik.

Break - www.motoyuk.com

Setiap hari, baik di pagi hari maupun sore di sekeliling Hoan Kiem Lake, Hanoi digunakan untuk olahraga warga sekitar. Minggu pagi adalah puncaknya, dimana semua lapisan ikut berolahraga. Ada yang sekedar jogging, tai chi, aerobik, fitness, dll. Adapula yang sekedar melepas lelah setelah berolahraga. Warna bajunya yang pertama menarik saya untuk mengabadikannya.

MOTO YUK !!!

 ——————




Hanoi #4

Hari berikutnya adalah perjalanan ke Tam Coc. Area ini dikenal sebagai “Halong Bay on Paddy Field”. Hal ini karena atraksi yang terkenal adalah menyusuri lembah dari bukit-bukit limestones menggunakan sampan (dari seng, kebayang gak seh?). Sementara di kanan kiri kita adalah sawah. Tapi sebelum ke atraksi utama kami ke kuil tertua di Vietnam. Kuil ini merupakan salah satu kuil dimana kerajaan pertama Vietnam terbentuk setelah penjajahan Cina.

Pengambilan gambar vertikal untuk memberikan efek kedalaman. Sementara framing digunakan untuk mengurangi dampak langit siang yang terlalu siang dan kurang ideal untuk pemotretan.

Continue reading Hanoi #4




Hanoi #1

Setelah terbang menggunakan Airasia kita menginap di Tune Hotel LCCT. Sekedar tips pesanlah TuneHotel LCCT ini jauh-jauh hari. Selain harganya menjadi lebih murah maka ketersediaan lebih terjamin. Kebetulan adikku pesan 3 hari sebelumnya dan ternyata full booked. Maklum, hotel ini adalah yang terdekat dari LCCT. Selain hotel ini jaraknya paling dekat 15km dan harus naik bis.

Di TuneHotel LCCT ada beberapa tempat yang penting. Buat yang suka ke Factory Outlet di sebrang jalan ada GME. Di FO ini baju dan celana dari Camel & Camel Active diobral dengan harga murah. Saya dapat celana pendek Camel Active hanya seharga MYR 20 (kurang dari IDR 60.000), murahhhh, praktis buat mereka yang kekurangan pakaian bersih. Selain itu “in the walking distance” ada food garden, dimana ada beberapa food stall yang bisa kita nikmati.

———

Perjalanan ke Hanoi memakan waktu 3 jam. Cukup membosankan di pesawat sih, kecuali ada satu pramugari yang lumayan “cute” buat di kecengin. Tapi semuanya terbayar saat pesawat mulai merendah. Hamparan sawah tak berujung. Bagus dan hijau sekali, serasa di negeri sawah. Setelah itu kita dijemput taksi dari hotel (USD15) untuk menuju hotel. Selama di tol sih masih nampak “normal”. Tapi begitu masuk area old quarter barulah terasa “gila” nya pengendara motor dan mobil di Hanoi. Bahkan lebih semrawut dan berisik (dengan klakson) dibandingkan Indonesia. Motor bersliweran, jadi bikin kita yang biasa PD aja nyebrang menjadi extra hati-hati.

Sore hari pertama kita hanya mengitari Hoan Kiem Lake. Nampaknya ini merupakan “pusat” kegiatan warga Hanoi, terutama untuk olahraga dannn …… pacaran. Busyet pacarannya heboh bener. Sayang daku tidak bawa tele lens pas jalan ke Hoan Kiem Lake hahaha. Ada beberapa spot pemotretan di Hoan Kiem Lake. Yang pertama adalah di dalam Ngoc Son Temple. Untuk masuk kesini kita perlu membayar 10.000 Dong (IDR 5.000). Tempatnya sendiri tidak besar, akan tetapi bagus buat human interest photography. Pintu kuil yang merah dan artefact lainnya menjadi background yang sangat menarik. Selain  itu lighting nya juga eksotis, karena cahaya dari luar masuk ke dalam melalui celah celah pintu. Siang hari mampirlah kesini dulu untuk memotret diri sendiri atau teman perjalanan kita. Karena terbatasnya ruang tetapi kita masih ingin menciptakan depth of field yang memadahi maka kita bisa gunakan lensa 17-55 (APS-C) atau 24-70 (Full Frame) dengan bukaan f2.8. Atau gunakan lensa 50mm f1.4 yang disetting di f2. Hati – hati jika memotret portrait dengan lensa bukaan lebar, mata kanan dan kiri bisa meleset ketajamannya lho.

Continue reading Hanoi #1