Tag Archives: foto

Sample Gallery – Fuji XF 14mm/2.8, XF 23mm/1.4 & XF 55-200mm f3.5-4.8


Congratulation for MY-ers Gerdie Hutomo – 1st winner of TSI Photo Competition 2013

Gerdie

Foto dengan momen yang langka ini adalah milik Gerdie Hutomo, MY-ers yang tahun ini memenangkan juara 1 untuk lomba foto internasional Taman Safari. Selamat bagi Gerdie dan juga Narsiskus Tedy yang kembali meraih juara Harapan 1 dalam kompetisi tahun ini.

Salam MotoYuk!!!

MY Mentoring Session – Bali – 2-5 Nov 2013

Memanfaatkan HarPitNas di awal minggu ini, 15 orang my-ers menuju tanah dewata Bali untuk melakukan pemotretan lanskap. Dalam 4 hari waktu pemotretan sungguh bersyukur dikaruniai cuaca yang sangat bagus. Sehingga baik Sunrise maupun Sunset bisa ditangkap dengan indah.

Keluarga

Pemotretan kali ini mencakup area : Dreamland, Kintamani, Desa Pinggan, Pantai Sanur & Mengening serta Tanah Lot. Saking indahnya Sanur dan Mengening maka tim sampai 2 kali balik, demi mengulang kembali tips yang hari sebelumnya sudah di uji coba.

Berikut adalah hasil dari beberapa fotografer yang ikut serta, foto foto lengkap mereka ada di FB Group Motoyuk.

 


10 Foto termahal di dunia

Artikel ini terinspirasi dari membaca artikel di salah satu forum mengenai foto-foto yang diketahui dijual dengan harga paling mahal. Tertarik dong ya buat lihat emang seperti apa sih foto ini. Berikut adalah juara 1 nya :

expensive01

Foto : “Rhein II” – Andreas Gursky (1999) $4.3 million – Foto-foto lainnya bisa dibaca di link ini.

Sedangkan salah satu foto lain yang jawara mahal juga adalah “The Pond/Moonlight” – Edward Steichen (1904) $2.9 million

expensive08

Foto di atas kalau di forum mungkin sudah di komentari panjang pendek ya. Ada yang ngomong gak ada POI, ada yang bilang langitnya flat, ada yang bilang garis tidak dinamis. But my friend …. ini harganya 4 milliar rupiah lebih (dan 3 milliar untuk foto kedua yang merupakan peringkat 8) hahaha.

Jadi apa sebenarnya yang dibeli?

Continue reading 10 Foto termahal di dunia

MY-ers Articles : Behind The Scene – Lomba foto satwa internasional taman safari 2012, By : Tedy

Lomba foto taman Safari 2012 berhadiah 160juta rupiah … wow sesuatu yang menggoda… Liat hadiah juara pertamanya kisaran hampir 50 juta bikin saya ngiler…  Begitu awalnya ketika akhirnya saya memutuskan untuk ikut lomba.  Hingga akhirnya terpilih menjadi juara pertama di lomba satwa internasional 2012 dengan tanpa disangka sangka.. it BIG Grace God.. big thanks…

Behind the scene

Sebelum dateline pengumpulan lomba, saya pergi hunting ke kebun binatang bandung.. karena masih dalam satu kota dan jarak relatif dekat.  Awalnya saya pergi sendirian ke kebun binatang.. jepret sana, jepret sini…. memotret binatang2.. pelikan, beruang, harimau dan lain sebagainya. Melihat hasil yang belum terlalu memuaskan, saya putuskan pergi ke 2x bareng teman2 Motoyuk Bandung, sayangnya hari itu mendung sehingga kita shoot hanya sebentar.

Total saya pergi ke kebun binatang sampai 5-6x, tapi syukurnya itu berbuah manis. Awalnya saya mengincar photo harimau sumatra yang ada disana, apalagi melihat serunya mereka saat bercengkrama di air. Tapi koq hasilnya belum memuaskan saya… berbekal kamera Canon 5d dan lensa 100L makro (karena ga punya tele… hihihi)  saya datang berikutnya ganti  incaran ke harimau benggala yang badan nya lebih gagah, saya dapat shoot ketika harimau menguap yang tampak seperti mengaum, tapi ini juga masih belum memuaskan saya…

Continue reading MY-ers Articles : Behind The Scene – Lomba foto satwa internasional taman safari 2012, By : Tedy

Congratulation to Tedy – Winner of Taman Safari Photo Contest

Selamat buat admin MY, Tedy, atas terpilihnya foto “Love Scream” sebagai juara 1 lomba foto satwa internasional Taman Safari. Semoga terus menginsipirasi dan berbagi ilmu dan semangat dengan teman-teman MY





Teknik memotret bunga

[REPOST] – Ini sharing ilmu yang diperoleh dari Om Jeffry Surianto, maestro Macro dan Bunga. Kebetulan aku mendapat kesempatan emas belajar dari beliau.

Persiapan

Sebagai materi tentunya kita perlu membeli bunga segar. Bunga segar disimpan sesuai dengan aturan penyimpanannya, misalnya Tulip harus disimpan di ruangan ber-AC sebelum dikeluarkan untuk difoto. Jenis bunga yang akan di foto bisa beragam sesuai dengan keinginan.

Sebagai background bisa digunakan papan yang dilapisi kain beludru (misalnya hitam). Kenapa beludru? Karena kain ini serapan cahayanya paling baik, jadi tidak memantul.

Teknik

Aku tidak akan membahas mengenai teknik dasar seperti angle pemotretan, apperture yang digunakan agar DOF-nya dapat, ISO yang digunakan agar tidak noise tapi masih dapat speed-nya, dll. Pembahasan ini khusus ilmu yang “berbeda” dibandingkan pemotretan biasa.

Pencahayaan pada pemotretan bunga diusahakan adalah dari cahaya alami / window lighting. Hal ini dikarenakan menggunakan flash akan membutuhkan kontrol yang lebih sulit untuk mengeluarkan warna pada bunga, kebanyakan akan pucat. Selain itu gunakan white balance “daylight” dan bukan auto-white balance agar warnanya tidak salah.

Teknik yang diajarkan Om Jeffry adalah dengan melakukan pemotretan under-exposure terlebih dahulu. Untuk melakukan ini umumnya dibutuhkan Mode Manual pada kamera. Lakukan beberapa kali percobaan sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan, yaitu keseluruhan foto agak gelap dan tidak ada area over-exposure sama sekali.

Continue reading Teknik memotret bunga

Joke of the Day about Phoneography

Beberapa waktu lalu saya memperoleh pengalaman yang sangat lucu mengenai phoneography. Salah satu my-ers kebetulan share foto (dengan dslr-nya) ke instagram, dan dapat “award”. Lalu mulai muncul komentar-komentar miring (Red: yang sirik tanda tak mampu) mengenai foto tersebut. Berikut beberapa yang menurut saya lucu untuk di pikirkan bersama  :

“Foto DSLR itu membosankan, seperti tahun 2000-an … kuno”

Lha ya wajar kalau DSLR nya dipakai seperti layaknya kamera pocket. Berharap pakai DSLR jepret langsung bagus mah susah, desain awalnya DSLR untuk kualitas … bukan hasil langsung jadi (tidak seperti smartphone). Jadi untuk bisa menggunakan DSLR ya wajar harus tahu sedikit soal photography – tidak perlu sampai ahli, paling tidak tahu cara pakainya yang benar. Harus paham sedikit soal post processing (yang notabene sebenarnya dilakukan juga di phoneography) – yah tidak usah photoshop yang kompleks lah, pakai aplikasi Picasa juga boleh. Tanpa itu, ya wajar kalau hasilnya flat dan membosankan.

Captured on iPhone4s
menggunakan apps color effects jauh lebih simple dalam membuat efek isolasi warna, daripada menggunakan layer masking di photoshop

Saya pernah baca salah satu artikel yang bilang bahwa : “Kalau berharap fotomu jadi lebih bagus dengan upgrade ke DSLR dari pocket, lupakan …” Tanpa penggunaan yang benar DSLR bahkan menghasilkan hasil yang lebih jelek dibandingkan dengan kamera pocket yang sudah di optimasi. Apalagi dibandingkan dengan smartphone moderen dengan se-gambreng aplikasi yang di desain khusus memperindah.

Continue reading Joke of the Day about Phoneography

Sharpening Techniques

Ada yang pernah penasaran dengan apa sebenarnya yang dilakukan pada proses sharpening di Photoshop? Atau ada yang ingin tahu sebenarnya bagaimana sharpening yang benar harusnya dilakukan? Atau … apakah pemotretan yang tidak tajam (misalnya karena masalah lensa atau karena salah focus) bisa diselamatkan dengan menggunakan teknik sharpening di Adobe Photoshop?

Kita coba bedah ya … lihat foto dibawah ini :

Foto digital terbentuk dari kumpulan pixel yang berbentuk kotak. Jadi kalau kita lihat di level yang sangat detil (pixel peeping) kita akan melihat kotak-kotak pixel penyusun gambar diatas pada pembesaran 600% – ini bagian di bawah handle motor sebelah kanan (click untuk ukuran yang lebih besar) :

Foto yang digunakan adalah foto “asli” sebelum dilakukan sharpening apapun – dalam kualitas JPEG terbaik. Karena dihasilkan oleh 5d Mark II maka resolusinya memang cukup besar, up to 21 Mega Pixel. Bisa dilihat bahwa gradasi (di perbatasan bidang) masih terlihat halus, maksudnya ada peralihan secara bertahap dari warna gelap ke terang.

Teknik sharpening tidak lain adalah meningkatkan kontras di perbatasan bidang foto. Jadi kalau misalnya awalnya butuh 10 pixel untuk beralih dari terang menjadi gelap, dibuat menjadi hanya 5 pixel sudah terjadi peralihan. Karena kontras meningkat di garis-garis peralihan ini maka mata kita cenderung mempersepsikannya menjadi tajam. Tapi di tingkat pixel sebenarnya penggunaan sharpening ini “merusak” foto.

Continue reading Sharpening Techniques

Pameran Foto MotoYuk!!!

Bekerjasama dengan hotel Harris – MotoYuk!!! akan menggelar 38 foto terbaik karya motoyuk-ers selama periode 13 September – 13 Desember 2011 di Hotel Harris Tebet, Jakarta. Berikut adalah 38 karya terpilih dari ratusan karya yang di kurasi.

Untuk melihat keindahan foto-foto dengan tema : “NIRMANA – The Beauty of Shape & Colour” ini hadirlah langsung di Hotel Harris Tebet Jakarta. Karena sungguh, foto dengan ukuran kecil di website ini sangat tidak sebanding dengan keindahan foto yang dicetak dengan ukuran besar disana.

Ditunggu kehadiran seluruh motoyuk-ers di pameran ini.