Tag Archives: cibubur

Wild Flower Photography

Salah satu hobby saya saat moto makro (dan gak dapat2 …) adalah memotret bunga liar. Menurut saya bunga liar lebih punya karakter dibanding bunga komersial biasa. Yang ini ukuran diameternya 3mm saja, super kecil

Wild-Flower_IMG_8057-web

Canon 5dm2 + Sigma 180mm f3.5 DG Macro @ f6.3 – di coba coba untuk mendapatkan kuncup bunga yang depannya agak blur

Cahaya datang dari depan atas (agak backlight), saya menunggu matahari menyinari dengan pas sebelum jepret.
Tonal sengaja saya pilih agak lembut / pastel, untuk mencocokkan dengan karakter bunga nya. Pencahayaan yang lembut sangat penting untuk memperoleh detil bunga liar nya. Apabila matahari sudah terlalu tinggi / langsung maka cenderung detilnya tidak bisa terlihat dengan baik.

Kenapa bunga menghadap belakang? Karena saat dicoba yang menghadap depan ternyata kurang menarik, somehow bunga ini lebih menarik kelopak belakangnya.

Sedikit vignette saya berikan juga di sisi kanan, hal ini untuk memperkuat POI yaitu si bunga. Sedangkan untuk watermark saya merasa watermark “standar” yang biasa saya gunakan kurang cocok. Jadi saya gunakan watermark berupa tulisan saja. Walau demikian memilih font nya juga tidak sembarangan, kalau asal maka bisa tidak senada dengan fotonya.

Selain itu saya juga tambahkan sedikit efek glamour glow (NIK Plugin). Kenapa? Karena dari awal saya ingin efek anggun dan lembut dari si bunga liar ini. Glamour glow saya rasa bisa menguatkan efek ini, dan setelah saya coba ternyata memang benar.

So, selain moto serangga, bunga liar bisa jadi obyek yang menarik bukan?

motoyuk signature white

 

Canon 35mm f2 field results

Setelah menguji coba beberapa hari menggunakan Canon EF 35mm f2 di body Canon 5dM2 saya makin jatuh cinta dengan focal length ini. Focal length 35mm seperti saya sebut di post sebelumnya memang lebih nyaman digunakan di body full frame. Tidak terlalu tele, tidak pula terlalu wide. Kita dipaksa untuk maju mundur menyesuaikan, menghilangkan kemalasan karena pengaruh lensa zoom. Saya tidak yakin kenyamanan yang sama bisa dinikmati oleh body dengan crop factor, mungkin focal length 20mm lebih sesuai untuk body ini.

Lensa canon ini sendiri walaupun murah meriah juga cukup memadahi. Corner sharpness memang tidak terlalu baik, akan tetapi center sharpness nya sangat baik. Bahkan menurut saya lebih baik daripada 17-40 atau 24-105 di 35mm nya. Well, masuk akal karena ini fixed lens. Berikut ini adalah beberapa hasil field test menggunakan lensa ini saat perjalanan dengan keluarga ke mal setempat. Overall saya suka dengan ketajamannya, warnanya dan juga kemudahan dibawa nya (ringan dan kecil).

35mm f2 @ f4 1/500 ISO100 EV-1/3

35mm f2 @ f4 1/13 ISO1600 EV-2/3

35mm f2 @ f4 1/30 ISO400 EV-2/3 Continue reading Canon 35mm f2 field results

My Weekend (16 April) – Strobist on Cafe

Foto diatas adalah hasil sesi MY (MotoYuk) Weekend Photography 16 April lalu. Sesi kali ini adalah human interest dengan menggunakan strobist. Bagaimana membuatnya?

Continue reading My Weekend (16 April) – Strobist on Cafe

Weekend Photography

Coba lihat kamera yang ada di kamar, yang ada di dalam dry box, sudah berapa lama nganggur? Berapa lama gak ditekan shutter nya? 🙂 Ayo coba motret lagi. Walau tidak jauh dari rumah ada banyak obyek yang bisa ditemui. Buat yang suka makro tentunya bisa mencari obyek makro di sesemakan. Siapa tahu dapat obyek yang menarik.

Tapi bukan hanya makro-ish yang bisa memotret di sekitar rumah. Kebetulan belakangan ini langit pancaroba sedang memberikan sunset yang menarik. Hal ini ditandai umumnya dengan kondisi siang hari yang sangat panas & kering, sementara langit di hiasi dengan awan cumulonimbus yang bulat-bulat. Kalau beruntung maka sore hari motoyuk-ers bisa ke daerah terbuka dan memotret sunset yang indah.

Foto diatas diambil di lapangan rumput dekat dengan perumahan kota wisata cibubur, rumah saya. Tidak jauh dari rumah, hanya 3 menit palingan. Tapi kebetulan memang sunsetnya sangat indah, jadi tanpa filter macem-macem hanya berbekal kamera & tripod foto diatas diambil. Berikut adalah foto yang diambil pada sudut yang lain.

Kunci foto diatas hanyalah : timing yang tepat, tripod dan white balance yang tepat. Saya selalu menggunakan white balance “Daylight” pada saat pemotretan twilight moment seperti ini. Hal ini karena apabila menggunakan white balance yang Auto maka biru langit tidak bisa keluar sepenuhnya.

Continue reading Weekend Photography

Motret Kembang Api

Pesta tahun baru selalu penuh dengan kembang api. Saya sendiri tinggal di Kota Wisata Cibubur, jadi ya mungkin tidak seheboh kembang api di pusat kota Jakarta. Tapi cukup menarik. Buat saya ini adalah pengalaman pertama memotret kembang api, jadi kalau masih salah-salah mohon di maaf kan 🙂

Beberapa tips / pelajaran yang saya peroleh pada saat pemotretan ini adalah :

  • Gunakan mode manual, hal ini karena kembang api muncul sejenak, sehingga tidak akan sempat adjust metering
  • Bawa lensa wide & tele. Wide dibutuhkan apabila kembang api sangat dekat dan ingin memasukkan foreground yang dekat. Sedangkan tele apabila ingin memotret kembang api-nya dari jauh.
  • Perhatikan di arah mana kira-kira kembang api akan muncul, lakukan pre-focus pada jarak tersebut, misalnya pada kembang api pertama yang meluncur. Setelah itu gunakan manual focus.
  • Untuk mempermudah pre-focus gunakan Custom Mode IV di Canon DSLR, sehingga saat kita menekan tombol shutter tidak melakukan focusing lagi.
  • Gunakan RAW & Auto White Balance. Sesuaikan White Balance setelahnya.
  • Untuk mengatur shutter time yang dibutuhkan pertimbangkan exposure & juga light trail. Terlalu pendek shutter speed nya akibatnya akan terlalu gelap (under exposed) tetapi terlalu panjang shutter speed nya akibatnya jejak kembang api tidak keliatan jelas (kurang freeze).
  • Tripod? Wajib 🙂 gunakan model ball head agar mudah bergerak menyesuaikan dengan arah kembang api

Kesempatan lain saya sendiri akan berlatih kembali 🙂 semoga lebih baik lagi.

MOTO YUK!!!


Mahluk-mahluk mungil

Mahluk mungil ini di temui di bumi perkemahan cibubur. Pemotretan dilakukan menggunakan available light & Canon EF 100mm f2.8 IS L Macro. Lensa makro dibutuhkan untuk memotret obyek yang kecil karena bisa focus di jarak yang sangat dekat sehingga bisa menampilkan detil & ukuran obyek yang cukup besar. Pemotretan lady bug yang ukurannya hanya 4-5mm misalnya membutuhkan jarak antara lensa – obyek hingga 10 cm. Jarak yang tidak bisa di capai oleh lensa umum.

Pemotretan kupu-kupu dilakukan dengan Canon 70-200 f2.8 IS + TC 1.4x. Tele converter digunakan untuk memperpanjang focal length, dalam kasus ini menjadi 98 – 280mm f4 (turun 1 stop). Penggunaan tele converter sangat disarankan karena membuat minimum focus distance menjadi lebih pendek. Sehingga foto kupu-kupu bisa lebih besar ukuran obyeknya.

Ada teknik lain untuk memotret makro tanpa lensa khusus, dikenal dengan nama reverse lens technique. Coba saja browse mengenai cara ini.

Tips :

  • Latih mata untuk melihat obyek kecil & unik. Ulat bulu berwarna kuning dengan bulu tegak di seluruh badan yang ada di galeri diatas ukurannya hanya 1 cm saja.
  • Gunakan custom function IV sehingga lensa tidak melakukan Auto Focus setiap kali
  • Karena komponen warna yang kebanyakan hijau gelap maka metering perlu diatur sehingga -1/3 atau -2/3
  • Gunakan flash hanya sebagai fill in saja. Apabila digunakan sebagai sumber cahaya utama maka foto akan cenderung gelap karena ambient light tidak ditangkap dengan baik.

MOTO YUK!!!


Macro @ Bumi Perkemahan Cibubur

Lokasinya relatif mudah dijangkau, kalau dari arah Jakarta ambil ke arah Bogor melalui tol jagorawi. Keluarlah di pintu tol cibubur. Tak jauh dari pintu tol akan terlihat pom bensin + McDonalds di kiri jalan. Tepat sebelumnya adalah gerbang masuk ke bumi perkemahan cibubur.

Namanya juga bumi perkemahan, tak jauh dari pintu masuk akan segera kita dapati semak-semak & hutan mini. Lengkap dengan koleksi serangga & kupu-kupu, surga bagi para macro-ish. Untuk masuk kita akan dikenai biaya sekitar Rp 10rb. Menurut resminya ada biaya memotret amatir Rp 100rb. Tetapi mungkin bisa di negosiasikan apabila anda hanya memotret macro dan hanya untuk keperluan pribadi.

Kalau ada yang penasaran dengan detil teknis dari salah satu foto diatas jangan ragu untuk diskusi melalui register@motoyuk.com (email & GTalk).

Beberapa tips :

  • Motret macro bisa dilakukan dengan kamera pocket (mode Macro)
  • Lensa makro bisa juga digantikan dengan teknik reverse lens, atau penggunaan macro extention tube.
  • Gunakan apperture yang sesuai – makro membutuhkan depth of field yang lebar, jadi gunakan f5.6 – f11 tergantung situasi
  • Gunakan auto ISO untuk mempermudah pemotretan
  • Gunakan manual focusing dengan cara memaju mundurkan badan saat focusing – agar mudah ubah tombol shutter menjadi AE Lock (dan bukan focusing) melalui Custom Function – cari artikelnya di motoyuk.com. Putar focusing ring sampai dengan maksimal lalu maju mundurkan diri hingga gambar di viewfinder kelihatan maksimal & jernih.
  • Tahan nafas saat memotret agar lebih tajam, gunakan tripod jika perlu, tetapi tripod mengurangi fleksibilitas pemotretan
  • Latih mata anda agar tajam & sensitif terhadap pola, warna dan berbagai serangga kecil yang bisa di potret
  • Gunakan flash sebagai fill in & catch eyes (supaya mata serangga keliatan bersinar / terlihat mata facet nya)

MOTO YUK!!!


Photo Coach Result – by Andrew & Me

Hari libur Idul Adha saya & Andrew coba eksplorasi area Kota Wisata. Pinggiran kota wisata lebih tepatnya. Lokasi yang nampak kurang bersahabat ternyata menarik apabila di pandang dari sudut pandang berbeda di kamera.

Foto diatas di ambil oleh Andrew di dekat lokasi kampung wisata. Lokasi ini ramai sekali dikunjungi setiap hari libur / besar. Pemotretan dilakukan menggunakan Canon 550d dan lensa kit EF-S 18-135. Lensa yang sangat fleksibel dan hasilnya sendiri tajam. Andrew menggunakan mode Av dengan bukaan 5.6, 1/400 secs, ISO200 pada focal length 113mm.

Selain itu kita juga mengeksplorasi macro object di area kota wisata cibubur. Tentunya lensa kit agak kesulitan untuk mendapatkan pembesaran yang optimal. Oleh sebab itu Canon 550d kita padukan dengan lensa macro EF 100mm f2.8

Canon DPP digunakan untuk mengubah white balance yang digunakan sehingga terasa lebih warm. Cocok dengan judul “Gandum”. Canon DPP adalah software gratis yang sangat banyak gunanya. Kita juga melakukan eksplorasi software ini pada photo coach kali ini. Efek dof yang sempit terasa sekali di lensa ini, apalagi menggunakan f2.8. Saya mencoba melakukan cropping bagian tengah dari foto ini supaya mendapatkan area tajam lebih banyak, tetapi ternyata tidak lebih menarik daripada foto dengan dof sempit yang diambil oleh Andrew.

Continue reading Photo Coach Result – by Andrew & Me

Jacqueline

Thanks to Jacqueline, istri temanku Ryan, yang mau berpose untuk uji coba lokasi dan lensa 50mm f1.8. Kondisi pemotretan sendiri tidaklah sangat ideal, karena sudah agak terik. Hal ini mengakibatkan background yang melibatkan lokasi diluar jalan yang beratap menjadi over exposed. Dapat dilihat di sisi kiri atas dan bagian bawahnya. Tetapi side light nya bagus, sehingga exposure juga relatif pas di kulit modelnya (cahaya datang dari kiri dan depan).

Pemotretan ini menggunakan Canon EOS 40D + EF 50mm f1.8 II – disetting pada apperture priority mode, f2, 1/160 secs, ISO 100, EV 0 dan dengan bantuan flash ditembakkan ETTL dengan flash compensation -1.

Lensa 50mm f1.8 memiliki sweet spot (apperture dimana lensa menghasilkan ketajaman maksimum) bukan di apperture terlebarnya (wajar untuk semua jenis lensa). Dapat dilihat pada grafik resolusi di bawah bahwa sebenarnya 50mm f1.8 II mulai sangat tajam pada f2.8 dan maksimum di kisaran f4 atau f5.6.

Resolusi 50mm f1.8 II pada APS-C

Foto @ Kota Wisata Cibubur

Iseng & pengen sekalian reuni dengan teman SMA yang sudah hampir 13 tahun tidak bertemu saya memutuskan memotret mereka. Ya, mereka, karena dia baru saja menikah. Yah dianggap sebagai kado perkawinan saja ya Ryan 🙂

Foto iseng ini dibuat dengan menggunakan Canon EOS 40D + EF 17-40 f4 L @ 17mm. Saya menggunakan f16 & ISO100 selain karena sedang terik-teriknya, juga ingin memaksimalkan depth of field foto ini. Selain itu agar langit dan awannya lebih menonjol saya pasang CPL pada muka depan lensa ini.

Continue reading Foto @ Kota Wisata Cibubur