Tag Archives: candid

Sony RX1 — a user perspective

Sony RX1 adalah kamera pro-sumers berukuran sedikit lebih besar dari kamera pocket dengan lensa fix 35mm f2, tidak bisa ganti lensa. Yang unik adalah kamera ukuran mungil ini memiliki sensor full frame, yang menjanjikan foto bersih noise di iso tinggi dan juga DOF yang mantap.

Penggunaan lensa Carl Zeiss 35mm f2 juga menjanjikan warna yang warm khas zeiss, dan 3d pop. Tentunya ketajaman prima juga.

Tapi bagi saya sebenarnya notes di atas good saja, bagi saya yang penting adalah mungil + mumpuni sehingga bisa di bawa setiap hari. Ya, kamera ini memang saya bawa setiap hari, kerja dan jalan. Karena saya yakin ada saja momen yang saya bisa foto.

checking my schedule

Momen di atas misalnya saya foto saat keluar dari kamar kecil di airport setelah landing di Changi. Momen yang hanya split second rasanya. Kalau kamera masih di tas, atau bahkan di rumah, ya jelas gak dapat momen ini.

Atau momen di bawah yang di dapat pas jalan mau makan malam. Walau bawa mirrorless pun saya malas bawa kamera kalau cuma rencana mau makan malam saja hahaha. Tentunya ini semua tidak berlaku buat MY-ers yang pada rajin bawa kamera setiap hari walau itu DSLR atau mirrorless ya.

Romantic Chat

So, bagaimana kesan saya tentang kamera RX1 ini? Apakah worthed? Sebagai kesimpulan saja …. kalau dapat harga second diskon an lumayan + memang niat di bawa bawa setiap hari sih worthed banget. Tapi kalau beli baru dengan harga yang ajigile itu sih gak worthed … banget !!

Ergonomi : kamera ini mungil, so grip memang terbatas. Bisa kita tambahkan grip tambahan yang jelas akan bikin pegangan jadi enak banget, tapi ya jadi gendut. Saya sendiri pakai apa adanya, gak pakai grip tambahan. Gak senyaman mirrorless apalagi dslr, tapi work alright dengan mungilnya.

Continue reading Sony RX1 — a user perspective

MY Weekly Editor Choice – Anak-anak Mengening, By : Candy, Bandung

Foto ini saya ambil sewaktu hunting bersama Motoyuk, tanggal 4 November 2013 di Pantai mangening Bali. Saya ambil foto ini menggunakan camera Canon 5D mark II, dengan lensa canon 16 – 35 di F8,  iso 200, FL 16 mm, speed 1/60 detik dengan EV + 2/3.

Pada waktu itu saya sampai di Pantai Mangening kurang lebih jam 4.20 sore dan langsung menuju pantai bagian kanan. Disitu saya melihat ada beberapa anak anak kecil lagi bermain air, melihat moment itu langsung saya coba mendekati mereka, ternyata setelah saya mendekat  mereka minta di foto. Langsung saya ambil beberapa foto anak anak ini, dengan pencahayaan dari arah belakang ( backlighting ).

_MG_3433 ( E )

Saya atur camera dengan menggunakan partial metering, WB pada 5200 kelvin, pic style Faithfull ( sesuai anjuran dari mentor Edo ), dan foto saya rekam  dalam format RAW + M.

Continue reading MY Weekly Editor Choice – Anak-anak Mengening, By : Candy, Bandung

MY Weekly Editor’s Choice : Pengrajin Batok Kelapa, By : Bayoe Wanda

Suprise! Pasti.

Untuk nubie seperti saya, sebuah apresiasi sekecil apapun adalah sesuatu yang sangat luar biasa.
Pun demikian dengan foto yang saya beri judul “Perajin Batok Kelapa @Cinangneng” suatu kehormatan bagi saya karena mendapatkan apresiasi Editor Choice of the Week di grup MY.

Foto ini saya ambil di desa Cinangneng, Bogor Jawa Barat, saat hunting bersama beberapa teman. Setelah berkeliling hampir separuh jalan, saya dan beberapa teman yang masih terengahengah, bertemu dengan si bapak yg menjajakan berbagai kerajinan dari batok kelapa dan bambu. Barangbarang tersebut terpajang rapih di teras rumahnya yang sekaligus berfungsi sebagai etalase. Dan ternyata bengkel kerjanya pun, tak jauh dari situ. Kemudian dengan senang hati si bapak, memperagakan cara membuat kerajianan tersebut. Klop! Saya dan beberapa teman langsung bersiap dengan kamera dan shutterpun bekerja.

My-Weekly-Bayoe-Wanda-2

Data exif foto ini : FL 24mm || Speed 1/125 || ISO 320
Diambil dalam format RAW selanjutnya saya edit dengan PS6 saya beri sentuhan HDR dan colornya DxO-FilmPack

Demikianlah sedikit cerita tentang foto ini, semoga berkenan.

Salam Jepret! – Bayoe Wanda




MY Weekly Editor’s Choice : HYPNOTIC, By : William Jusuf

Mulai minggu ini di BBM group MotoYuk akan diberikan award MY Weekly Editor’s Choice – dipilih oleh tim moderator Tedy & Edo. Tapi, khas motoyuk, award ini diberikan hanya ke mereka yang akhirnya mau share mengenai foto yang terpilih. Sehingga tidak sekedar memberikan kebanggaan bagi fotografer nya, melainkan juga manfaat buat yang lain. Dengan demikian semua bisa belajar.

Foto yang terpilih di minggu ini adalah foto berjudul “Hypnotic” oleh William Jusuf

weekly1

EXIF : F2.0 Center Weighted Metering , 1/125 second, ISO 400
Alat : lensa Canon LTM Sonnar 50 mm F1.5 dengan body Sony Nex 5N (equiv 75 mm)

Buat pribadi yang jarang berpergian secara khusus untuk hunting foto (contoh : saya) kegemaran foto menjadi suatu tantangan.

Lokasi foto yang didapatkan tentunya adalah tempat yang menjadi keseharian. Bisa di kantor, di jalanan, di mal, di restoran bahkan di area rumah kita.
Objek yang difoto tentunya bermacam-macam. Dari manusia, kerumunan manusia, pola laku masyarakat atau bentuk/ shape/ pola ruang dan benda

Continue reading MY Weekly Editor’s Choice : HYPNOTIC, By : William Jusuf

“In Tune”

Foto di bawah ini diambil candid di MRT Station di singapore saat trip terakhir. Berhubung saya menggunakan lensa 50mm di full frame, jadi bisa bayangkan betapa dekatnya posisi ini haha. Tapi ya namanya juga uji nyali, lagian kalau di negeri orang cenderung lebih berani. Bisa pura pura sebagai turis soalnya … hahaha.

In-Tune_IMG_6686-web

Apakah foto ini dari asalnya sudah “se-cemerlang” ini ? Tentunya tidak … saya masih belajar dalam pemotretan candid, area yang penuh dengan cahaya buatan juga membuat pencahayaan tidaklah mudah. Tapi saya lebih fokus dulu di urusan momen, dan saya merasa dapat sekali momennya untuk yang ini. Selain itu cahaya downlight dari lampu di kiri atas membuat lebih nyaman mengerjakan post processing dari foto ini. Berikut adalah sedikit share mengenai post processing foto di atas (Mohon maaf tidak model walkthrough – karena selain sudah lupa sebagian langkahnya, juga tidak punya banyak waktu bikin screen shots).

Continue reading “In Tune”

The Silent Camera – Ricoh GR Digital / GRD IV

6a00e551a6244a88330154367f013b970c-800wi

Waktu dengar pertama kali dari William Jusuf saya cuma bisa bilang : Hah? Ricoh? Yang mana ya …. hahaha. Maklum kamera ini bukan kamera terkenal buat semua orang. Merek yang kurang dikenal, kampanye marketing yang hampir tidak ada, review yang minim, harga yang lumayan buat pocket … semuanya berkontribusi pada “tenggelam” nya jenis kamera ini. Padahal? Very nice indeed …

Kesempatan pertama memegangnya saat ketemu dengan William – kesan saya adalah : damned this camera is good. Terutama masalah silent & image quality nya (tolong ya, ini kamera pocket, tentu saja bukan bandingan dengan kamera dengan sensor besar).

————-

Masalah silent yang saya maksud adalah kamera ini di desain untuk bisa mengambil gambar dengan diam-diam. Tidak ada bunyi AF confirm, lampu LED dan LCD bisa di off semua. Satu satu nya tanda kamera ini masih menyala hanyalah lensa nya dalam kondisi menjulur dan terbuka. That’s all … sangat nyaman buat pemotretan street.

Belum lagi karena body kamera ini mirip sekali kamera pocket biasa, jadinya lebih tidak intimidating buat subyek. Lihat deh hasil karya William Jusuf di facebook nya. Semuanya candid, dan dihasilkan di jalanan. Very nice …

Continue reading The Silent Camera – Ricoh GR Digital / GRD IV




How to do Street? – Video Share from William Jusuf

Buat yang pengen tahu bagaimana salah satu street photographers beraksi … bisa coba tonton ini :

Daido Moriyama: In Pictures from Tate on Vimeo.

Thanks William for the sharing, an eye opener.

Candid @ MBS

Ini adalah hasil candid saat Travel kemaren ke Singapura. Walau bertujuan memotret arsitektur tetapi saya tidak ketinggalan mengambil foto candid dan Street saat perjalanan menuju lokasi.

Foto yang ini di ambil di Marina Bay Sands, saat menunggu salah seorang teman belanja di 711. Subjek sendiri sudah saya “incar” dari sebelumnya. Saya menggunakan lensa 50mm f1.4 pada body full frame. Jadi jarak pemotretan harus cukup dekat. Karenanya keberanian dan kecepatan adalah kunci utama.

Kondisi Low light di lokasi dapat diatasi dengan penggunaan aperture f1.4 dan iso agak tinggi. Sedangkan untuk tonal saya gunakan DxO film pack plugin di Photoshop.

 




Street Photography @ Ancol

Terinspirasi dari eBook (free download) Thomas Leuthard mengenai street photography maka saya dan teman-teman di MotoYuk!!! berusaha mencoba di Ancol. Kenapa Ancol? Karena area ini relatif area turis dimana foto-foto bebas dilakukan. Orang yang berkunjung kesana juga dari berbagai kalangan yang pastinya memperbesar kemungkinan menghasilkan foto yang unik.

Street Photography adalah foto candid perjalanan / human interest / dll yang bercerita mengenai kondisi di lapangan secara langsung. Tanpa setup, tanpa pengarahan gaya, tanpa aba-aba … pure what it is in the street. Banyak yang bilang “Ahhhhh, di Indonesia mah susah, bisa di gaplok orang …”. Hal yang sama terlintas di pikiran kami, tapi tentunya kami tidak ingin ter-intimidasi hanya dengan hal seperti ini. Saya merasa dengan teknik yang benar maka kita bisa melakukannya bahkan di Indonesia. Jangan bilang takut / tidak bisa sebelum mencoba itu prinsip saya.

Saya sebenarnya ingin menggunakan lensa 85mm seperti yang digunakan oleh Thomas (dia menggunakan lensa 50mm pada crop factor 1.5x = 75mm). Tapi apa daya, tidak ada lensa segitu, so saya pakai lensa makro 100mm f2.8 saya. Lensa ini di setting di f4 (agar dof tidak terlalu tipis, tapi masih menghasilkan background blur). Sisanya saya set auto. Hal ini untuk mempercepat respons di lapangan.

Continue reading Street Photography @ Ancol