Tag Archives: bunga liar

A Bugs Life Series

Saat pemotretan di Bogor Nirwana Residence weekend lalu, saya bertemu dengan Aldyanza Yusuf yang memberikan ide mengenai pemotretan serangga di atas persemaian padi yang baru saja tumbuh. Hijau nya pucuk padi dan embun yang masih bertengger di ujung ujung nya sangat indah. Membuat saya ingin bikin photo series yang bertema kan wallpaper …

Bugs Life Series

Sayang karena sudah keburu dehidrasi mencari robber fly .. akhirnya cuma betah bikin 2 foto serangga dan 1 foto tambahan.

Continue reading A Bugs Life Series

A Flowery Year ….

Selamat tahun baru once again … semoga hobby fotografi nya makin maju, makin mewangi seperti bunga-bunga, makin indah dilihat dan dinikmati juga tentunya.

Tulisan kali ini membahas mengenai beberapa foto bunga yang diambil beberapa waktu belakangan ini dan teknik yang menyertainya. Foto diambil di berbagai lokasi dengan berbagai jenis lensa yang digunakan. Semoga bisa jadi reference juga.

 

A Yellow On Table Top

Well, tidak sepenuhnya bunga, tapi at least ada komponen bunga nya kan?

Ini adalah hiasan meja di Hotel Padma, Bali. Kebetulan melihatnya pas makan pagi. Di bagian belakangnya ada daun dan area yang terkena matahari pagi (itu sebabnya menciptakan bokeh seperti di foto ini). Arrangement, warna, kontur, bentuk semuanya buata saya just fit together. Saling bersinergi menjadi komposisi yang enak dipandang.

Saya sengaja memotong bentuk di cangkir. Apabila tidak saya potong maka cangkir tersebut akan sangat dominan dan menutupi komposisi yang lain – karena terlalu kuat. Sementara saya ingin bunga berwarna kuning juga menonjol, barengan dengan bokeh di belakang dan komponen yang lainnya.

Pemotretan model seperti ini hanya bisa dilakukan dengan lensa wide + MFD (minimum focus distance) yang sangat dekat. Kalau lensanya tele maka banyak elemen komposisi yang tidak bisa ditampilkan karena sudut pandang yang lebih terbatas. Kalau saya menggunakan lensa dengan MFD yang jauh maka bokeh tidak bisa dapat + ukuran di cangkir juga tidak bisa sebesar ini.

Teknis : 5d Mark II + Carl Zeiss Flektogon 35mm f2.4 @ f2.4 | Av Mode | Faithfull 9020 Picture Style

 

 

 

 

A Wild Flower

Lain dengan pemotretan di atas yang menonjolkan ke komposisi dan permainan warna, maka pemotretan ini lebih menonjolkan detil.

Bunga yang di foto ini adalah bunga liar, ditemukan hampir di seluruh tanah kosong di sekitar rumah. Apalagi pada saat musim hujan seperti ini. Mereka “mewabah” dimana mana. PS : Asalkan belum dipotong oleh para perawat taman kompleks yang “terlalu rajin”.

Penggunaan lensa makro memungkinkan MFD yang sangat dekat. Kombinasi focal length 100mm dengan MFD yang sangat dekat membuat bokeh yang silky smooth. Khas Canon – creamy bokeh.

Memastikan agar tidak shake saya mengaktifkan fitur Image Stabilizer (IS) pada lensa + menggunakan bukaan f5.6 dengan iso400. Dengan demikian speed yang diperoleh 1/100 seconds. Cukup untuk mendapatkan detil ketajaman – karena tidak shake. Akibat dari f5.6 tentunya terlihat, dof yang agak sempit. Tapi tidak apa-apa karena detil yang ingin ditonjolkan adalah ujung si bunga liar, bukan batangnya.

Teknis 5d Mark II + EF 100mm f2.8 L IS Macro | Av Mode @ f5.6 | Faithfull 9020 Picture Style

 

 

 

 

 

Continue reading A Flowery Year ….




Bunga – Bunga Liar – Part 2

Ini sehari setelah pemotretan bunga liar yang pertama. Saya kembali datang ke lokasi yang sama untuk memotret sedikit lebih lama (well cuma 15 menit juga sih). Kali ini suasananya agak berbeda karena matahari sudah lebih tinggi sedikit. Jadi selain mengambil dari angle yang sama (membelakangi matahari) seperti pada pemotretan pertama. Saya coba ambil angle menghadap matahari.

Akibat dari pose pemotretan ini maka muncul flare (lihat garis garis sinar matahari di bagian atas) dan juga posisi ini membuat sisi terluar dari bunga ter-ekspose sinar matahari. Lihat bulu-bulu bunga yang terlihat jelas pada foto dibawah ini.

Efek lain dari pemotretan dengan arah backlight ini adalah warna cenderung lebih “mendem” dibandingkan foto sebelumnya. Maklum, arah cahaya matahari berbeda maka dampak terhadap warna juga berbeda.

Salah satu trik pemotretan backlight adalah jangan memasukkan matahari sepenuhnya kedalam frame foto. Selain pasti over exposed parah dan jadi blok warna putih, dampak lainnya adalah flare yang tidak terkontrol. Kalau kita meletakkan matahari pada sudut luar foto maka flarenya relatif lebih bisa terkontrol. Malahan menjadi elemen pemanis dari foto.

Garis flare di sudut kiri atas foto diatas adalah hasil meletakkan matahari tepat diluar foto, sehingga yang masuk ke foto hanyalah flare yang terkontrol saja. Tidak sampai OE kemana mana. Tentunya beda lensa akan memiliki karakater flare yang berbeda pula.

Ayo, mumpung barusan mulai hujan dan tanaman liar mulai merebak, indah buat di foto. Coba pula tangkap keindahan embun / bekas air hujan di pagi hari. Have fun …


Bunga – Bunga Liar

Jum’at lalu saat berangkat ke kantor saya bawa kamera. Kebetulan ada keperluan yang membuat harus membawa peralatan ini. Sesaat melewati rumah saya, pas di belokan, saya melihat kumpulan bunga liar yang sedang mulai bersemi (karena hujan mulai turun). Kebetulan pula langit sedang agak mendung. Aihhhh, lightingnya cukup bagus, diffused dan lembut. Jadi mikir, berhenti motret gak ya.

Tapi akhirnya saya putuskan untuk berhenti juga motret barang 5 menit. Soalnya teringat  beberapa waktu lalu saya ketemu tempat yang sangat indah dengan lighting yang indah, waktu itu saya skip, tidak motret. Eh waktu diulang lagi ke lokasi yang sama dan kira-kira jam yang sama ternyata sudah tidak sama dan tidak bisa deh ambil foto yang saya mau. Jadi saya berpikir daripada nanti menyesal, lebih baik saya berhenti sebentar deh.

Foto ini diambil menggunakan lensa manual Carl Zeiss Flektogon 35mm f2.4. Lensa ini jangan dipikir mahal sekali, ini lensa tua tahun 1980an … tapi masih dalam kondisi yang sangat bagus. Salah satu kelebihan lensa ini adalah minimum focus distance yang dekat, membuat bunga liar yang diameter nya tak lebih dari 1 cm ini bisa terlihat cukup detil. Sembari menghasilkan bokeh yang indah. Saya sangat menyukai lensa ini, salah satu lensa favorit saya.

Setting yang digunakan tidaklah aneh-aneh. Hanya menggunakan aperture terlebar (f2.4) dipadu dengan auto ISO & Faithfull picture style + Daylight WB. Salah satu karakter yang berbeda dengan lensa Canon adalah lensa manual CZ & Leica cenderung lebih asyik warnanya jika menggunakan picture style Faithfull (selera saya ya) dibandingkan Standard.

Post processing juga tidak ada aneh-aneh, hanya naikin saturasi sampai +3 dan buat S-Curve di Canon DPP. Di Photoshop untuk foto diatas hanya menambahkan vignette sedikit. Sedangkan foto disamping tidak di olah lebih lanjut. Nyaman memang bekerja dengan lensa manual buat saya, post processing nya tidak banyak karena tonalnya sesuai dengan yang saya mau.

Tentunya saya perlu melakukan sharpening pada foto setelah proses resized. Tapi walaupun demikian lensa CZ Flek 2.4/35 ini memang sudah menghasilkan foto yang tajam. Sehingga sedikit saja sharpening sudah memadahi.

Yang ingin digaris-bawahi di post ini adalah bahwa melatih mata (A Photographer’s Eyes) sangatlah penting. Dan apabila ada momen yang menurutmu layak dan bagus buat di foto, jangan ragu dan jangan tunda. Ambil foto pada saat itu juga. Dan yang terakhir :

Nothing happens when you sit at home. I always make it a point to carry a camera with me at all times…I just shoot at what interests me at that moment. – Elliott Erwitt