Tag Archives: blending

Steel Wool under the Milky Way

Bombo Quarry

Ini adalah salah satu hasil percobaan saya yang berhasil dan sesuai dengan yang saya imajinasikan awalnya.

Secara garis besar ini adalah foto hasil composite dari 2 foto di lokasi yang persis sama dengan exposure yang jauh berbeda. Milky way (background) membutuhkan exposure yang jauh lebih lama dengan iso dan aperture yang lebih sensitif. Sementara steel wool (foreground) membutuhkan exposure yang lebih sebentar.

Continue reading Steel Wool under the Milky Way

MY-ers Articles : HDR : Langkah Praktis, By : Andrey W.

Pastinya MY’ers sering mendengar istilah HDR. Apa sih HDR itu?

High dynamic range imaging (HDRI or HDR) is a set of methods used in imaging and photography, to allow a greater dynamic range between the lightest and darkest areas of an image than current standard digital imaging methods or photographic methods. This wide dynamic range allows HDR images to represent more accurately the range of intensity levels found in real scenes, ranging from direct sunlight to faint starlight, and is often captured by way of a plurality of differently exposed pictures of the same subject matter.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/High_dynamic_range_imaging

Jadi intinya dengan menggunakan teknik HDR keterbatasan jangkauan dinamik sebuah sensor kamera dapat diminimalisir. Pada umumnya foto yang dihasilkan oleh kamera terkadang ada bagian yang tampak terlalu gelap (under) atau justru terlalu terang (over).  Sensor kamera memang tidak secanggih mata manusia dalam hal kepekaan menangkap perbedaan terang dan gelap, dari teriknya sinar matahari di siang hari maupun terang lampu di malam hari. Oleh karena itu diharapkan dengan teknik HDR ini hal tersebut dapat diminimalisir.

Menurut saya, secara umum teknik HDR akan sangat efektif digunakan pada saat melakukan foto outdoor, landscape, dan siang hari yang melibatkan unsur langit yang terang.

Baiklah, saya tidak akan berpanjang lebar membahas mengenai teori HDR. Langsung saja saya bahas bagaimana membuat foto HDR. Sejauh yang saya tahu, ada 2 (dua) cara :

  1. Membuat satu foto dengan beberapa exposure. Saya biasanya menggunakan 3(tiga) exposure yaitu Normal, under, dan over. Lalu ketiga foto tersebut digabungkan menjadi satu dengan menggunakan software seperti adobe photoshop, photomatix, dll. Perlu diingat bahwa penggabungan foto ini membutuhkan foto dengan angle yang sama persis, jadi pada saat pengambilan foto diperlukan tripod.
  2. Melakukan edit menggunakan foto yang ada. Cara yang kedua inilah yang akan saya coba share untuk teman-teman MY. Teknik ini saya peroleh dari beberapa kali uji coba menggunakan Photoshop.

Berikut beberapa contoh foto setelah diolah menggunakan teknik HDR. Sengaja saya buat perbandingan antara foto original (fresh from the camera) dan foto setelah edit menggunakan teknik HDR sehingga terlihat perbedaannya.

Continue reading MY-ers Articles : HDR : Langkah Praktis, By : Andrey W.