Tag Archives: black and white

“Black & White” Learning Challenge

Pemenang learning challenge minggu lalu juga favorit saya … fotonya sungguh menggugah. Tonal pink yang cantik dengan lekuk halus seperti lukisan, menambah sisi feminim bunga yang dijadikan obyek.

Selamat Herman atas fotonya yang memang jawara. Foto ini memang layak jadi jawara tantangan belajar pemotretan bunga.

Rose vortex 
f/16 iso200 35mm on tripod

Saya rasa foto ini di poles lanjut dengan salah satu filter di photoshop untuk detil cat air nya. Silahkan Herman kalau mau info mengenai prosesnya untuk di share.

—–

Tantangan berikutnya benar benar akan melatih mata kita berbeda. Foto Black & White sedikit berbeda dengan fotografi biasa. Apabila pemotretan biasa kita berhadapan dengan gradasi exposure + gradasi warna, maka pada pemotretan BW kita hanya menghadapi gradasi exposure.

Dengan tidak adanya warna, maka pattern, pola, bentuk, dan tentunya gradasi exposure akan sangat menonjol. Cara paling mudah untuk mencoba adalah dengan menggunakan picture style / picture control BW semenjak di kamera. Hal ini akan memberikan “gambaran” bagaimana hasil akhirnya nanti. Tentunya tetap gunakan RAW untuk nanti proses lanjut.

Salah satu tools untuk proses BW adalah plugin photoshop dari NIK Software : Silver Effect. Silahkan di cari 🙂 – Jaminan mutu untuk menghasilkan BW yang kuat dan “kental”

MY Weekly Editor’s Choice : HYPNOTIC, By : William Jusuf

Mulai minggu ini di BBM group MotoYuk akan diberikan award MY Weekly Editor’s Choice – dipilih oleh tim moderator Tedy & Edo. Tapi, khas motoyuk, award ini diberikan hanya ke mereka yang akhirnya mau share mengenai foto yang terpilih. Sehingga tidak sekedar memberikan kebanggaan bagi fotografer nya, melainkan juga manfaat buat yang lain. Dengan demikian semua bisa belajar.

Foto yang terpilih di minggu ini adalah foto berjudul “Hypnotic” oleh William Jusuf

weekly1

EXIF : F2.0 Center Weighted Metering , 1/125 second, ISO 400
Alat : lensa Canon LTM Sonnar 50 mm F1.5 dengan body Sony Nex 5N (equiv 75 mm)

Buat pribadi yang jarang berpergian secara khusus untuk hunting foto (contoh : saya) kegemaran foto menjadi suatu tantangan.

Lokasi foto yang didapatkan tentunya adalah tempat yang menjadi keseharian. Bisa di kantor, di jalanan, di mal, di restoran bahkan di area rumah kita.
Objek yang difoto tentunya bermacam-macam. Dari manusia, kerumunan manusia, pola laku masyarakat atau bentuk/ shape/ pola ruang dan benda

Continue reading MY Weekly Editor’s Choice : HYPNOTIC, By : William Jusuf




MY-ers Articles : Isolasi warna dengan Photoshop, By : Albert

Dalam artikel kali ini Albert, salah satu my-ers yang sangat aktif di bb group, akan berbagi ilmunya mengenai isolasi warna dengan Photoshop. Teknik ini umum digunakan dalam fotografi dengan kombinasi warna hitam putih, agar menonjolkan POI tersendiri.

——————————

Mohon ijinnya untuk dapat sharing lagi di Motoyuk.com. Kali ini saya akan coba sharing, bagaimana melakukan proses isolasi warna di Photoshop. Awal ketertarikan saya dengan proses isolasi adalah saya melihat foto karya Moderator MY di BB, Narsikus Tedy, pada acara hunting bareng di Pramestha Resort Bandung, di mana ditunjukkan penggunaan teknik isolasi warna pada salah foto perspektif.

Sejak saat ini saya pun terus berangan-angan, kapan yah bisa melakukan Isolasi warna seperti itu karena waktu itu, Photoshop saja belum bisa.

Untuk itu, saya akan coba sharing di sini, bagaimana cara melakukan Isolasi Warna di Photoshop, agar bisa dimanfaatkan bagi rekan-rekan di MY atau yang lainnya. Semoga berguna…

Langsung saja yah kita mulai langkah-langkah untuk melakukan Isolasi warna di Photoshop.

1. Buka fotonya di Photoshop

2. Lakukan duplicate layer (Tekan tombol Ctrl +J)

3. Pada Layer 1, pilih Image > Adjusment > Hue/Saturation. Setting Saturation ke -100 , lalu klik OK, sehingga image akan menjadi Hitam Putih warnanya.




Lumphini Park – Day & Night

Beberapa waktu lalu saya kembali mengunjungi Bangkok untuk family trip. Karena judulnya juga family trip maka saya travel “very light” dengan hanya membawa body saya satu-satunya 5d Mark II (berharap bisa bawa 1100d saja) dan EF 24-105 f4 L IS. Lensa ini memang sangat all-round kalau di full frame. Sisi wide nya sangat memadahi, dan tele nya juga cukup untuk bikin background blur yang diinginkan. Lensa ini setara dengan range EF-S 15-85 pada kamera dengan crop factor. Saya juga tidak membawa tas kamera khusus, hanya pembungkus kamera dari bahan NeoPrene yang fleksibel tapi cukup memproteksi. Kamera saya gabungkan dengan baju dll di daypack saya.

Salah satu itinerary jalan-jalan ini kebetulan ke Lumphini Park. Letaknya ada di jantung kota Bangkok. Sangat mudah dicapai dengan Metro / MRT. Taman kota ini gratis, tinggal masuk untuk menikmati nya. Sebenarnya banyak yang bisa difoto disana, mulai dari garden, human interest ataupun motret burung-burung jinak yang beterbangan. Sialnya memang sampai sana udah keburu siang, jadi saya sih tidak terlalu berharap. Tapi kebetulan ada sudut dimana saya kebetulan mendapatkan refleksi dari gedung-gedung yang ada.

Parameter pemotretan : Apperture Priority | 28mm | f11 | ISO100 | 1/250 secs | EV-2 |Standard Picture Style – konversi BW menggunakan NIK Software Silver Effect

Saya melakukan cropping pada bagian atas & bawah dari foto ini agar mendapatkan kesan panoramic. Sebagian orang mungkin akan menyukai sebelum di crop, sebagian mungkin setuju dengan saya bahwa panoramic terasa lebih wide & megah. Focal length lebih lebar & sudut pengambilan yang lebih mundur tidak terlalu nyaman untuk digunakan karena membuat elemen lain (pohon, tiang, pinggir kolam, dll) muncul dalam frame.

Foto aslinya sebelum diubah menjadi BW cenderung kurang menarik :

Continue reading Lumphini Park – Day & Night

Alone

Lalat identik dengan “kotor” dan dijauhi. Bahkan dedaunan pun memutih, “menghilangkan keindahan warna” karenanya …. dan pada akhirnya sendirian dia bertengger. Tapi toh dia lalat yang juga ciptaan-Nya, dicintai-Nya tak ada kurangnya ….

Teknis pemotretan : Pemotretan di samping rumah saja menggunakan lensa macro EF 100mm f2.8 @ apperture f11 – dengan menggunakan strobist flash dari sisi kiri atas. Adobe Photoshop untuk adjustment layer + masking untuk memutihkan dedaunan dan menambah saturasi pada mata lalat.

MOTO YUK!!!

Canon Picture Style – InfraRed Emulation

Canon Picture Style adalah fitur DSLR Canon moderen yang memungkinkan kita memanipulasi Hue-Saturation-Lightness langsung saat foto diambil. Alhasil JPEG hasil dari kamera langsung diproses sesuai dengan setting yang sudah dibuat sebelumnya. Lihat contoh di bawah ini :

Click for larger image – (dari kiri ke kanan) : Standard – Landscape – Neutral

Kita lihat ketiganya memiliki karakter warna yang sedikit berbeda. Landscape misalnya cenderung agak “reddish/merah” dan menguatkan saturasi warna hijau. Oleh sebab itu picture style ini umumnya saya gunakan untuk memotret pemandangan alam yang kuat unsur hijau & biru. Sedangkan standard cenderung lebih natural, sehingga cocok untuk pemotretan human interest karena skintone yang dihasilkan lebih akurat. Sedangkan neutral tidak melakukan proses terlalu banyak, sehingga cenderung lebih flat dan siap untuk diproses lanjut di komputer.

Canon umumnya menyediakan 6 picture style yang sudah di built-in ke dalam kamera, dan beberapa slot kosong (user defined) untuk kita isi dengan picture style yang ada di web Canon ataupun kita buat sendiri. Cara mengisi slot kosong picture style bisa dibaca di web Canon tersebut. Sedangkan 6 picture style yang sudah disediakan Canon adalah : Continue reading Canon Picture Style – InfraRed Emulation