Tag Archives: architecture

(AU) Sydney Opera House, HDR Tips

Salah satu lokasi ikon kota Sydney adalah Opera House. Begitu melihat bangunan ini semua orang tahu bahwa ini adalah Australia, tepatnya Sydney.

Ada banyak lokasi untuk memotret ikon ini. Baik dari area Sydney Opera House sendiri, Killibilli, Luna Park, Cremorne, Botanical Garden, dll. Semuanya punya karakter pemotretan tersendiri, unik dan patut dicoba.

Sydney Opera HouseDari arah Cremorne Wharf - dengan lensa tele (twilight menjelang malam)
Harbour BridgeDari arah Luna Park - after Twilight sunset
SydneyDari arah Botanical Garden - sunset
Sydney Opera HouseDari arah Circular Quay - menuju Sydney Opera House (twilight pagi hari)

Kali ini saya akan membahas teknik pemotretan HDR yang digunakan untuk foto  di atas.

Continue reading (AU) Sydney Opera House, HDR Tips

(AU) Cremorne Wharf, Sydney

Salah satu lokasi untuk memotret pemandangan kota Sydney yang tidak banyak orang tahu terletak hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan Ferry dari Circular Quay. Lokasinya ada di dekat dermaga Cremorne (Google Map Coordinate : -33.847853, 151.230895).

Cremorne - Burning SunsetDari Circular Quay kita bisa ambil ferry di dermaga 6, menuju Cremorne. Kendalanya cuma ferry ini agak jarang, satu jam sekali. So hati hati dalam merencanakan perjalanan. Lebih baik berangkat lebih awal daripada telat. Ada 2 lokasi pemotretan, satu ada di sebelah kanan begitu kita keluar dari dermaga (Google Map Coordinate : -33.848655, 151.232875). Kendala dengan lokasi ini adalah terhalang dengan beberapa batang pohon dan juga agak sulit memotret di tebing nya. Bonus nya : Ada mercusuar kecil yang bisa jadi obyek menarik. Continue reading (AU) Cremorne Wharf, Sydney

Slow Shutter Anyone?

Kebetulan minggu lalu dapat kesempatan untuk business trip ke Singapore. Saya sudah ke singapore beberapa kali, so agak bingung mau motret apalagi. Tapi kebetulan teman dari Ausie belum pernah, so pikir pikir tidak ada salahnya ke tempat yang “sama”. Alhasil kita menuju area Marina Sands Bay (lagi).

Nature vs Man MadeVery low angle ... hampir nempel ke air dan si bunga teratai | Fuji XT1 dan Samyang Fish Eye 8mm

Yang unik dari Singapore adalah mereka selalu memperbaharui hiasan di lokasi wisata mereka. Seperti di museum di dekat Marina Sands Bay ini, kali ini mereka baru saja menanam banyak sekali bunga teratai dan sedang berbunga. Terpikirlah untuk mengambil angle seperti di atas. Fish Eye membantu karena tanpa fish eye bangunan nya terpotong, atau bunganya kecil (kalau agak jauh).

Kebetulan kita bisa masuk sampai di bawah museum, dan kita mendapatkan view yang sangat menarik. Sudah kita bayangkan pada saat sunset pasti menarik, so sembari jalan jalan kita menunggu sunset yang baru datang sekitar jam 19.00 local time.

Saat akhirnya sunset datang saya gunakan posisi low angle untuk mendapatkan posisi bunga teratai yang pas. Tripod tentunya diperlukan, dan GND Soft Edge 0.9x juga.

Nature vs Man MadeFuji XT1 + XF 10-24mm - f11 iso200 1/50secs - Velvia

Berkarakter dengan awan awannya, tapi saya ingin riak air di permukaan kolam hilang, dan juga awan lebih lembut. So teknik slow shutter saya coba. Karena saya gunakan Big Stopper ND (10 stop) maka saya bisa push sampai 6 menit exposure (cara hitung lihat cara penggunaan ND filter di web ini juga). Tapi ND filter kadang agak under kalau pas dengan hitungan, so saya lebihkan menjadi 340 detik.

Continue reading Slow Shutter Anyone?

MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Seimbang atau balance dalam sebuah komposisi tidak sama dengan harus simetris. Simetris pasti balance, tetapi balance tidak selalu simetris. Simetris adalah permainan bidang yang seimbang antara sisi kiri dan kanan.

Dalam dunia seni rupa dikenal dua konsep kesimbangan yaitu konsep simetris dan asimetris. Simetris tentunya lebih formal dengan konsep titik sumbu di tengah membagi dua sama rata dan sama berat, komposisi simetris lebh mudah dipahami oleh pikiran kita karena secara kodrati manusia sendiri terlahir simetris.

82

Simetris ini berlaku utuk objek2 arsitektur jaman tradisional, contohlah istana raja2 cenderung bangunan nya simetris antara sisi kiri dan kanan. Penerapan dalam photography tentunya mudah untuk bangunan seperti ini, Anda tinggal menuju di titik tengah membagi dua bidang kiri dan kanan lalu capture it…. aman dan mudah. Simple sekali. Secara teori ini mengakibatkan bangunan menjadi lebih cenderung monoton, terbatas dan agak kaku. Komposisi keseimbangan akan menjadi dinamis ketika Anda merubah angle terhadap gedung yang foto menjadi angle membentuk perspektif 2TH.

Continue reading MY Articles : Balance Composition, By : Tedy

Fuji XT1 + Samyang Fish Eye 8mm Mk2 (Fuji Mount)

Berikut beberapa hasil foto menggunakan lensa third party merek Samyang (dengan mounting Fuji X). Lensa ini termasuk kategori murmergus —- murah, dengan kualitas yang juga bagus.

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Tidak perlu terlalu khawatir dengan manual focusnya, pada kondisi fish eye dan pengguaan f8 ke atas maka DOF nya relatif sangat luas. So AF dan MF tidaklah berbeda signifikan.

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Keseluruhan foto di ambil dengan menggunakan XT1 yang di setting pada f8 iso6400 (ya, noise nya memang cukup minimal di Fuji … so agak malas menggunakan tripod). Provia film simulation dengan AWB digunakan.

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Hilton Hotel Bandung, Indonesia

Padma Bandung

Hilton Hotel Bandung, Indonesia





Bagaimana menggunakan ND filter 10 Stop?

Neutral Density (ND) Filter secara mudahnya dapat dibayangkan seperti kacamata hitam yang kita gunakan pada saat kita sedang ke pantai dan silau. Ya, filter ini pada prinsipnya mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera. Akibatnya karena cahaya lebih sedikit maka (asumsi aperture dan iso di jaga konstan) shutter speed akan melambat. Alhasil foto slow shutter bisa di peroleh.

Filter ND berbeda dengan filter GND, baik bentuk, cara penggunaan maupun fungsi nya. Sementara GND hanya mengurangi cahaya di sebagian area foto, misalnya langit, maka ND mengurangi cahaya di seluruh area foto.

Osaka-Jo

Dilihat dari tingkat kegelapan filter ND maka ada berbagai jenis filter ini. Mulai dari yang hanya sedikit gelap, sampai super gelap. Filter ND yang agak gelap relatif masih mudah dibuat, tetapi filter ND yang super gelap sulit dibuat. Hal ini dikarenakan ND super gelap hanya meloloskan sedikit sekali cahaya (misalnya untuk ND 10 stop dia hanya meloloskan 0.098% cahayamore on this site).

Semua spektrum cahaya (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu) perlu di blok dengan kuantitas yang sama. Agak kelebihan sedikit saja maka akibatnya adalah color cast. Oleh sebab itu filter ND super gelap yang bagus harganya relatif sangat mahal.

Mengening Bali

Saya tidak akan bahas detil mengenai dampak slow shutter … contohnya sudah banyak di Google, bisa di cari. Kreatifitas penggunaan slow shutter juga banyak, mulai dari light trail, ombak dan air yang seperti kapas, awan yang menjadi garis halus, dll.

Yang saya akan bahas adalah bagaimana menggunakan ND Filter super gelap dengan besaran 9 atau 10 stop. Ini adalah jenis filter ND yang khusus, dan cukup sulit untuk digunakan apabila tidak tahu trik nya. Hal ini dikarenakan saking gelapnya filter ini maka metering dan auto focus sudah tidak mampu berjalan dengan “benar” Continue reading Bagaimana menggunakan ND filter 10 Stop?

Wide Angle vs Fish Eye

Kebetulan mendapatkan kesempatan motret sementara nginep di Aston Residence Kuningan. Dalam kesempatan ini coba saya perlihatkan perbedaan ultra wide angle lens vs fish eye.

Semua foto saya ambil dengan Fuji XT1. Untuk ultra wide angle saya gunakan XF 10-24mm di 10mm nya … setara dengan 15mm di full frame. Sedangkan untuk fish eye nya saya gunakan samyang 8mm mk2 … walau setara nya 12mm di full frame, tapi lensa ini adalah lensa fish eye. Angle of view dari lensa ini super luas.

Beberapa foto saya ambil tanpa menggunakan tumpuan (handheld), jadi mohon maaf kalau agak shake ya. Gak bawa tripod hahaha.

Aston Kuningan

Lihat luasnya bidang pemotretan di atas. Hampir 180 derajat ..

Sekarang kita lihat sudut pandang ultra wide angle :

Aston Kuningan

dan bandingkan di sudut yang kurang lebih sama, tetapi menggunakan lensa fish eye.

Aston Kuningan

Lihat cakupan yang jauh meluas. Bukan hanya itu tapi, yang berbeda juga adalah lengkungannya. Seperti yang disebutkan Tedy dalam artikel sebelumnya bahwa lengkungan ini untuk fotografi arsitektur menjadi pemanis, karena memberikan lengkung yang kita mau. Tapi tentunya ini menjadi catatan juga, karena foto arsitektur kita jadi sedikit berbeda dari kenyataan.

Continue reading Wide Angle vs Fish Eye

MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hallo MY’ers ini sdikit saya intro mengenai arsitektur photography dalam kaitan penggunaan lensa fish eye…

Ulasan kecil ini dapat teman2 temui di buku “Dancing Perspectives” by Narsiskus Tedy terbitan elexmedia yang akan terbit agustus 2014 nanti.. sdikit saya buka dulu skrg… buat intro…

————————–

FISH EYE dalam arsitektur photography

Lensa apa yang memungkinkan kita bermain dengan distorsi? Fish eye jawaban nya. Penggagas lensa fish eye di dunia photography adalah Nikon pada tahun 1935, selanjutnya berkembang diikuti brand2 lain nya. Secara karakter lensa ini terbagi menjadi dua:

  • Fish eye circular: distorsi di kedua arah vertikal dan horisontal
  • Fish eye diagonal: distorsi terjadi pada sisi horisontal saja..

Beberapa jenis lensa fish eye yang banyak digunakan:

  • Canon – 15mm f2.8 Fish eye
  • Canon – EF 8-15mm f/4L Fisheye USM
  • Nikon – Nikkor 10.5mm f/2.8G AF DX Fish-Eye Lens
  • SAMYANG 8 mm f/3.5 Aspherical IF MC dijual untuk pasar Eropa dengan nama Rokinon 8mm
  • Tokina 10-17 mm Fish eye
  • SIGMA 15mm f/2.8 EX DG FISHEYE

Continue reading MY Articles : Fish Eye Lens, By : Tedy

Hongkong Trip

Update on 28 Sep 2013 – more photos.

————-

Saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri salah satu conference di Hongkong. Jelas saya extend, walau cuma 1 malam, untuk explore Hongkong. Yah, hongkong bukan kota favorit saya, terlalu padat menurut saya. Tetapi tetap saja ada banyak hal menarik yang bisa di foto. Berikut adalah sekelumit pengalaman fotografi saya selama disana.

Victoria Harbor

Pemandangan dari arah Kowloon (Avenue of Stars & Star Ferry) ke arah hongkong island jelas merupakan angle sejuta umat dari Hongkong. Seperti saya sebut dalam salah satu artikel lain, kalau belum mampir ke angle sejuta umat belum afdol. Maka saya juga mampir kesana berhubung ini pertama kali saya ke Hongkong.

Victoria Harbor

Kondisi malam itu agak berawan, tetapi saya masih memperoleh biru twilight. Foto diatas di ambil dengan Canon 5dM2 + EF 24-105 f4 L IS @ 24mm f4 iso800 1/2 secs. Custom white balance pada saat post processing di gunakan untuk memastikan twilight diambil dengan pas.

Lesson learned pertama dalam kasus ini adalah saya terpaksa menggunakan iso800 dan f4 untuk mendapatkan speed yang memadahi. Hal ini karena saya ingin memasukkan komponen perahu jukung yang sedang berlayar. Apabila saya paksakan dengan aperture sempit dan iso rendah maka speed yang saya dapatkan akan terlalu lambat sehingga perahu mengalami movement blur.

Continue reading Hongkong Trip

Sigma 12-24 DG HSM II Review (2)

Pada sesi hunting bersama motoyuk saya coba eksplorasi sigma super lebar ini. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa lensa ini adalah lensa terlebar yang bisa digunakan di full frame (12 mm) tanpa adanya distorsi parah seperti lensa fish eye. Akibatnya? Super lebar … 120 derajat sudut pandang bisa di cover

SML_IMG_8315_DxO-web

Seperti terlihat pada foto diatas, lensa 18mm paling hanya mencakup sampai dengan cone oranye. Tentunya ini sangat nyaman untuk pemotretan arsitektur. Walau saya belum coba untuk lanskap, tapi saya rasa di pemotretan lanskap mungkin dampaknya tidak senyata di pemotretan arsitektur. Jadi 16 / 18mm to 12 mm –> DAHSYAT !!!

Ketajaman lensa ini menurut saya bagus / cukup tajam. Terutama area tengah (tentunya). Lihat crop 100% dekat area tengah ini.

Continue reading Sigma 12-24 DG HSM II Review (2)