Tag Archives: adobe photoshop

Cute – How to make it

 

Untuk “How To” kali ini aku bagi jadi 2 bagian, pemotretan dan post production-nya. Hal ini supaya kita tidak berat sebelah, misalnya hanya mementingkan pemotretan tapi tidak paham juga bagaimana post production-nya. Atau sebaliknya juga. 

PEMOTRETAN + RAW PROCESSING 

Pemotretannya sendiri menggunakan natural light + off-shoe flash (strobist). Untuk memastikan pencahayaan lembut maka digunakan umbrella (see through) dengan flash 580EX II yang di set manual dengan power 1/4. Flash sendiri diletakkan sekitar 2 meter di kanan depan model, agak tinggi, menggunakan flash stand. 

Kamera yang digunakan adalah Canon EOS 40D dengan lensa EF 50mm f1.8 II. Manual mode digunakan karena penggunaan strobist juga manual. 

Proses setting yang dilakukan adalah memastikan background mendapatkan exposure yang tepat terlebih dahulu, flash kita matikan dan exposure pada model bisa kita abaikan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan background blur maka apperture yang digunakan diinginkan selebar mungkin. Kendala-nya adalah karena bukaan sedemikian besar sementara sinar matahari cukup berlimpah maka dapat terjadi over exposure. 

Menggunakan flash trigger Tronic saya bisa mendapatkan maksimal shutter speed 1/400 seconds. Kalau saya paksakan lebih cepat lagi (misalnya 1/1600 seconds) untuk menurunkan exposure maka cahaya dari flash belum tersebar merata di wajah model, akibatnya wajah model seperti hanya diterangi separuh. Sedangkan di EOS 40D ISO paling rendah yang bisa saya gunakan adalah ISO 100. Oleh sebab itu saya hanya bisa menggunakan f2,2. Untungnya ini cukup blur + exposure masih ok sehingga saya tidak perlu menggunakan filter neutral density. 

Jadi setting akhir pemotretan adalah : f2.2 | 1/400 secs | ISO100 | Picture style standard. 

RAW saya proses menggunakan Canon DPP. Tidak banyak yang diubah settingnya, sharpness dinaikkan ke 9, saturation +1 dan contrast +1. Color temperature saya gunakan custom 5.000 Kelvin, dan exposure saya naikkan 0.17 

POST PRODUCTION 

Proses pengolahan saya lakukan menggunakan Adobe Photoshop CS4, sedangkan langkah-langkah nya adalah sebagai berikut : 

Continue reading Cute – How to make it

“Deserted”

Lokasi pemotretan ini ada di dekat kota wisata cibubur, hanya beberapa menit dari rumah. Kebetulan melihatnya pas off-trail naik sepeda. Bangunan ini dibangun untuk membuat batu bata, tetapi sudah di tinggalkan. Tanaman dan ilalang menjalar kemana-mana dan menguatkan kesan deserted-nya.

Filter CPL digunakan pada sudut 180 derajat terhadap matahari, oleh sebab itu walau sudah di set pada maksimum tapi efeknya tidak sampai biru tua. Lain kalau dia digunakan pada sudut 90 derajat terhadap matahari.

Continue reading “Deserted”

“Gamping” Maker @ Vietnam

Gak ngerti bahasa inggrisnya gamping apa sih? Haha, intinya ini salah satu hasil perjalanan naik sepeda di area Tamcoc, Vietnam bersama adik saya. Di ujung perjalanan kebetulan ada rumah penduduk lokal yang pekerjaannya membuat gamping, bahan campuran semen. Proses pembuatannya sendiri nampaknya batuan kapur di bakar dalam tungku yang sangat besar. Proses pembakarannya sendiri nampaknya seperti proses pembuatan arang, jadi dengan api kecil (oksigen rendah).

Tungku-nya sendiri adalah silinder yang nampak di tengah foto itu. Suhunya relatif sangat panas, apabila kita ada disana nampak bahwa udara di sekitar tungku memuai. Tentunya saya tidak berminat mendekat lebih dekat lagi.

Continue reading “Gamping” Maker @ Vietnam

Memahami Curve

Curve adalah salah satu perbaikan minor yang biasa digunakan dalam post-production retouch. Fitur ini tersedia di Adobe Photoshop ataupun di aplikasi free seperti GIMP. Untuk dapat menggunakannya secara optimal maka berikut ada video tutorial yang khusus membahas mengenainya.

Sedikit summary dari video ini :

  • Bagian atas dari garis curve menyatakan titik terang dalam foto, sedangkan garis bagian bawah adalah titik-titik gelap (shadow) pada foto
  • Segitiga bagian bawah kanan menyatakan area gelap, sehingga menarik garis bagian bawah ke arah bawah-kanan artinya membuat titik-titik gelap makin gelap
  • Sedangkan segitiga bagian atas kiri menyatakan area terang
  • Apabila kita menggunakan Adobe Photoshop maka saat curve dimunculkan pointer mouse akan berubah menjadi eyedropper. Apabila kita click di foto maka aplikasi akan menunjukkan bagian yang kita click itu ada di garis curve sebelah mana
  • Membuat “Traditional S-Curve” akan meningkatkan kontras dari foto
  • “Flat Spot” & “Downhill spot” seharusnya dihindari dalam perubahan curve yang kita lakukan.
  • Flat spot akan membuat foto banyak area grey yang membuat foto terasa flat. Sedangkan downhill spot akan membuat area tertentu di foto menjadi “negative process” (seperti film di kamera non-digital

  Continue reading Memahami Curve

Menarik perhatian dengan menggunakan Vignette

Vignette pada awalnya adalah “kegagalan” lensa, dimana ujung-ujung terluar dari lensa tidak mampu menghantarkan cukup cahaya ke film / sensor dikarenakan desain / kualitas lensa yang kurang baik. Akibatnya adalah gelapnya foto di bagian ujung terluar. Vignette umumnya dihindari oleh para fotografer karena foto jadi kurang optimal.

Tapi ada kalanya vignette digunakan untuk menguatkan suatu foto. Hal ini terutama umum digunakan untuk menarik perhatian penikmat foto ke bagian tertentu dari foto, umumnya bagian tengah. Misalnya :

Contoh Vignette (click for better resolution) - foto sebelah kiri adalah sebelum dan kanan adalah setelah diberikan efek vignette

Mungkin dapat dirasakan bagaimana mata kita terasa lebih tertuju kepada obyek utama (di bocah berbaju kuning) pada foto kedua. Hal ini dikarenakan adanya vignette yang secara tidak langsung berfungsi sebagai framing dalam komposisi-nya.

Walau bisa dibuat langsung dari kamera dengan menggunakan lensa yang kualitasnya kurang baik / memiliki vignette kuat (misalnya Canon EF 20mm f2.8), akan tetapi kebanyakan hal ini dilakukan di post processing. Tentunya agar kualitas foto tidak terpengaruh “buruknya” lensa yang digunakan. Vignette sangat mudah dibuat dalam post-processing, baik di film maupun di digital.

Kalau kita bicara digital ada berbagai cara untuk membuat vignette di Adobe Photoshop. Video tutorial dari YouTube berikut ini menunjukkan salah 3 dari sekian banyak cara untuk membuat vignette.

Continue reading Menarik perhatian dengan menggunakan Vignette




Jagir dari depan …

Lokasi yang paling umum diambil untuk memotret Pintu Air Jagir, Surabaya, adalah dari depan. Kebetulan memang ada jembatan yang jadi perlintasan kereta api di bagian depan pintu air ini. Jadi cukup nyaman untuk kita memotret dari sini (paling tidak gak perlu bersaing ama yang lagi pada “ritual pagi” seperti di post sebelumnya).

Tapi seperti saya bilang sebelumnya, perspektif yang ini agak flat rasanya, karena frontal dan kurang berdimensi. Tetapi proses pemotretan di tempat baru ya seperti ini, memotret dari lokasi yang paling umum, lalu lihat kanan kiri mencari lokasi lain yang mungkin bisa bagus. Foto ini diambil jam 05.13 WIB, sedangkan foto di post sebelumnya diambil jam 05.23 WIB, tepat sebelum lampu di pintu air di matikan.

Continue reading Jagir dari depan …

Uji coba Adobe Photoshop RAW Converter

Valley in CatBa Island - after RAW Processing

Foto diatas merupakan hasil konversi RAW (yang masih ngasal ya…belon ada waktu banyak :p) dari foto di bawah ini menggunakan Adobe Photoshop RAW Converter :

Photo before Adobe Photoshop RAW convertion

Continue reading Uji coba Adobe Photoshop RAW Converter

Photoshop Tutorial – MonoMode Landscape – Using Adobe Photoshop CS4

Dari foto ini : 

 

Diubah menjadi foto yang bernuansa lebih dark dan suram ini : 

 

Perubahannya terinspirasi dan juga dituntun menggunakan tutorial yang ada di YouTube. Dalam foto dengan tonal warna yang sangat gelap dan suram ini pesan yang ingin disampaikan juga sama suram-nya. Pesan mengenai “Dark Era” dimana pencemaran bumi ada dimana-mana, global warming menjadi issue yang “biasa” dan polusi adalah “gaya hidup”. 

Editing di Photoshop menggunakan beberapa layer + layer mask. Digunakan adjustment layer & filter seperti : Continue reading Photoshop Tutorial – MonoMode Landscape – Using Adobe Photoshop CS4

Photoshop Tutorial – Bikin efek dramatis di landscape dari RAW

Saya masih percaya bahwa menghasilkan foto terbaik langsung dari kamera adalah cara terbaik. Baik menggunakan teknik exposure yang benar, filter, maupun teknik lainnya. Akan tetapi trik pengolahan RAW menggunakan Adobe Photoshop berikut ini memang sangat menarik, dan sayang kalau tidak di share. Please enjoy ….

MOTO YUK!!!