Street Photography @ Ancol

Terinspirasi dari eBook (free download) Thomas Leuthard mengenai street photography maka saya dan teman-teman di MotoYuk!!! berusaha mencoba di Ancol. Kenapa Ancol? Karena area ini relatif area turis dimana foto-foto bebas dilakukan. Orang yang berkunjung kesana juga dari berbagai kalangan yang pastinya memperbesar kemungkinan menghasilkan foto yang unik.

Street Photography adalah foto candid perjalanan / human interest / dll yang bercerita mengenai kondisi di lapangan secara langsung. Tanpa setup, tanpa pengarahan gaya, tanpa aba-aba … pure what it is in the street. Banyak yang bilang “Ahhhhh, di Indonesia mah susah, bisa di gaplok orang …”. Hal yang sama terlintas di pikiran kami, tapi tentunya kami tidak ingin ter-intimidasi hanya dengan hal seperti ini. Saya merasa dengan teknik yang benar maka kita bisa melakukannya bahkan di Indonesia. Jangan bilang takut / tidak bisa sebelum mencoba itu prinsip saya.

Saya sebenarnya ingin menggunakan lensa 85mm seperti yang digunakan oleh Thomas (dia menggunakan lensa 50mm pada crop factor 1.5x = 75mm). Tapi apa daya, tidak ada lensa segitu, so saya pakai lensa makro 100mm f2.8 saya. Lensa ini di setting di f4 (agar dof tidak terlalu tipis, tapi masih menghasilkan background blur). Sisanya saya set auto. Hal ini untuk mempercepat respons di lapangan.

Kalau kita lihat video pengambilan gambar oleh Thomas Leuthard maka satu hal yang selalu dilakukan adalah : PD + NO EYE CONTACT ….

Jepret beberapa kali, lalu lanjut berjalan. Tidak perlu eye contact, tidak perlu senyum haha hihi. Just walk. Orang awam tidak paham apa yang sebenarnya di foto, apabila dia tahu maka biasanya jadi perkara, tapi kalau dia sendiri masih menebak-nebak maka aman.

Salah satu trik lain yang saya dapat dengan experiencing hal ini adalah bahwa jauh sebelum sampai ke titik dimana kita memotret sebenarnya kita sudah berpikir. Berpikir mengenai angle yang baik, komposisinya kira-kira, lightingnya, dll. Street Photography adalah sungguh satu bidang fotografi yang melatih :

  • Keberanian : kalau gak berani pasti maunya pake lensa super-tele, padahal ini latihan yang baik. Percayalah tidak seburuk yang kamu sangka.
  • Komposisi : street photo adalah latihan yang sangat cocok untuk melatih komposisi dengan cepat, hanya sekian detik yang kamu punya untuk memikirkan komposisi yang harus diambil. Demikian pula dengan angle yang harus diambil.
  • Lighting : bidang foto ini tidak sekedar asal ambil foto, kita harus sangat sensitif dengan arah cahaya. Dengan demikian kita bisa memposisikan diri untuk memotret dengan angle cahaya terbaik, baik dengan berjalan lebih cepat, lebih lambat, menunggu subyek sampai di titik tertentu, kapan mengangkat kamera + memotret, semua tergantung dengan angle pencahayaan yang kita mau – tidak asal.
  • Pemahaman lensa : selalu gunakan lensa fix focal length … awalnya susah, tapi dengan berjalannya waktu kamu akan terlatih untuk tahu dari jarak berapa harus mengambil foto sesuai dengan komposisi yang diinginkan. Hal ini karena kita hanya menggunakan 1 focal length, sehingga kita terlatih untuk tahu jarak si lensa kita.

Foto street juga tidak selalu harus BW lho … saya memotret dalam format RAW dengan picture style monochrome. Jadi secara umum memang enak karena lihat langsung hasil BW-nya, tapi saya masih punya fleksibilitas untuk convert menjadi color kalau mau, atau menggunakan Photoshop silver effect untuk convert BW nya.

At the end, saya rasa street photo bukanlah gaya fotografi saya. Akan tetapi saya sangat menghargai street photo untuk proses melatih diri. Dalam kurun waktu 2 jam saya belajar sangat banyak. So, next time MotoYuk!!! mengadakan “Fixed Focal Length Challenge” jangan ketinggalan … itu adalah saat yang tepat untuk melatih keberanian, komposisi, lighting dan juga pemahaman akan lensa yang kita gunakan.

PS : Fixed Focal Length Challenge adalah hunting foto singkat dimana di awal proses hunting tiap peserta diminta memilih focal length tertentu yang akan digunakan, dan selama proses hunting tidak diperkenankan menggantinya sama sekali.


20 thoughts on “Street Photography @ Ancol”

  1. berdasarkan pengalaman saya…dlm street photography itu kita harus mengambil suatu momen di depan mata secara cepat, dan bisa menjadi sebuah cerita..apakah itu cerita yg tersirat (terlihat) atau kah abstrak…sebenarnya kamera/lensa apa pun yg dipakai tdk menjadi masalah, DSLR atau pocket camera..karena sebagian besar saya menggunakan pocket camera..ide dan konsep adalah hal yg paling mendasar dan penting, tidak hanya dlm street photography saja tapi dlm genre lain nya..smoga berkenan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *