Steel Wool under the Milky Way

Bombo Quarry

Ini adalah salah satu hasil percobaan saya yang berhasil dan sesuai dengan yang saya imajinasikan awalnya.

Secara garis besar ini adalah foto hasil composite dari 2 foto di lokasi yang persis sama dengan exposure yang jauh berbeda. Milky way (background) membutuhkan exposure yang jauh lebih lama dengan iso dan aperture yang lebih sensitif. Sementara steel wool (foreground) membutuhkan exposure yang lebih sebentar.

Saat memulai saya lupa mengubah setting kamera. Sehingga kamera masih di setting untuk memotret milky way (f2 iso1600 25 detik), hasil foto steel wool adalah seperti dibawah ini :

Before #1

Gosongggg … hahaha. Karena saya yang muter itu steel wool maka teman saya Andi yang mengubah setting buat saya. Tapi dia tidak terbiasa dengan sistem fuji, maka hanya iso yang diubah ke 400 … akan tetapi aperture dan shutter speed masih sama. Akibatnya … masih gosong

Before #2

Sudah mendingan … tapi masih belum maksimal. Sayang lokasi yang ini kebetulan ada fotografer lain, kita tidak enak terus terus an mengganggu. So, kita pindah lokasi lain. Saya putuskan untuk mencoba lagi. Akan tetapi kali ini dengan setting yang berbeda.

Untuk milky way saya masih gunakan setting “standard” saya untuk milky way. Yaitu f2 iso1600 dan 25 detik. Untuk belajar bagaimana memilih setting untuk milky way, silahkan googling dulu. Saya tidak akan bahas detil, intinya shutter speed paling lama yang bisa digunakan adalah = 500 / (focal length x crop factor). Lebih lama dari ini maka akan mulai star trail, bintang nya ada ekor nya.

Before #3

Ini SOOC dari kamera untuk lokasi nya dan milky way nya. Tentunya milky way nanti akan membutuhkan post processing. Contoh post processing milky way di 500px.com akan sangat membantu. Silahkan di pelajari. Tapi intinya saya cukup puas sudah memperoleh bahan untuk background nya.

Sekarang saatnya untuk foreground. Yang saya lakukan adalah menurunkan exposure nya supaya tidak clipping ke f8 iso400 25 detik. Ini tentu sangat tergantung berapa banyak percikan steel wool yang akan di ambil.

Before #4

Yang terpenting adalah, pastikan pemutar berada agak jauh sedikit dari background, supaya tidak bocor cahayanya. Ini akan menghasilkan foto dengan area di luar percikan hitam total. Ini diperlukan untuk mempermudah seleksi nantinya di photoshop.

Oh ya, pastikan kamera ada di tripod dan tidak bergeser ya. Supaya nanti mudah di gabungkan foto nya.

Kedua bahan sudah diperoleh, sekarang tinggal melakukan seleksi warna hitam dengan menggunakan Select / Color Range. Lalu pilih warna hitam. Saya pilih fuzziness di 180 untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Ini tentunya tergantung foto yang kamu miliki. Setelah ter pilih area hitamnya, tinggal delete area itu. Hasilnya :

Before #5

Nah, siap deh buat di gabungkan di photoshop. Setelahnya, kita tinggal lakukan editing seperti biasa. Saya menggunakan layer saat melakukan editing, sehingga bisa memastikan apakah misalnya level / saturasi / curve akan di aplikasikan ke semua foto, atau hanya background.

Contoh saya tidak akan membuat percikan steel wool lebih terang lagi, akan tetapi saya butuh membuat background lebih terang. So saya aplikasikan level hanya pada layer background, bukan ke keseluruhan foto. (Informasi mengenai editing di photoshop menggunakan layer dan layer masking, silahkan cek di YouTube).

Simple saja sebenarnya … akan tetapi eksekusinya butuh imajinasi dan sedikit trik / pemahaman mengenai post processing juga. Enjoy

PS : foto di buat dengan Fuji XT1 + Samyang 12mm f2




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *