Sigma 180mm f3.5 EX DG HSM Macro Review

Selama ini saya memotret makro selalu dengan menggunakan lensa makro 100mm. Walau mungkin enak digunakan (lengkap dengan IS) di kamera crop factor, tetapi di FF cukup merepotkan. Posisi kita relatif sangat dekat dengan obyek – yang apabila serangga menjadi terlalu dekat dan berpotensi mereka kabur lebih banyak.

Awalnya saya berencana membeli EF 180mm Macro. Tapi harga yang ajubile bikin mikir beberapa kali. Sampai akhirnya ketemu dengan salah satu review mengenai Sigma 180mm f3.5 Macro EX DG HSM. Lensa ini macro 1:1, EX artinya kategori L kalau setara di Canon, DG artinya untuk full frame bisa, dan HSM artinya mesin AF nya sudah yang tokcer. Beberapa review bisa di cari di google. Tapi berikut review asal asal an versi saya ….

Into-the-Light_IMG_7789-web

Overview

  • Jarak focus minimal (MFD) lebih jauh, yaitu 460mm ( EF 100mm = 300mm, walau EF 180mm lebih jauh lagi 480mm) – yang ini enak banget, tidak perlu mengendap endap terlalu dekat ke serangga
  • Ukuran lebih besar – filter thread 72mm (EF 100mm lama 58mm, baru 67mm)
  • Lebih berat 965 gram – walau cuma selisih beberapa puluh gram tapi terasa dah pegal nya (EF 100mm 600gram, EF 100mm IS 625 gram, EF 180mm 1090gram)
  • Tanpa adanya IS maka butuh cahaya yang berlimpah untuk motret dengan lensa ini, mengingat minimum speed yang dibutuhkan tidak lagi 1/100 secs, melainkan 1/180 secs
  • Build quality secara umum cukup ok … walau saya bukan penggemar finishing body lensa Sigma, gak mantap rasanya beludru begitu

Painting-of-Nature_IMG_7814-web

Image Quality

  • Sharpness : tajam mantap … bisa dilihat di foto pertama di atas bahwa detil embun (yang notabene mungkin hanya 1 mm ukurannya). PUAS di bagian ini.
  • Color : warna yang dihasilkan juga bagus dan akurat, saya tidak perlu banyak melakukan adjustment warna dengan menggunakan lensa yang ini. Departemen warna ini saya juga puas
  • BG Rendering : karakter rendering lensa ini sangat unik. Halus dan sekaligus seperti lukisan, lihat contoh render nya di bawah ini

Painting_IMG_7796-web

Tonal warna foto di atas di peroleh dari DxO FilmPack Photoshop Plugin – Kodak Extachrome 200

  • Bokeh : kebetulan saya belum test yang bagian ini. Cuma ada sample dari foto tadi pagi di bawah ini. Tapi bisa dilihat bokeh cukup bulat untuk ukuran f8
  • Vignette & Distorsi : belum terasa … tapi saya malah suka dengan adanya vignette kok haha, dan distorsi .. di 180mm rasanya kecil juga kemungkinanSample-bokeh-sigma-180

Kenapa 180mm? Apakah hanya masalah MFD yang lebih jauh? Bukan hanya itu, sesuai dengan prinsip lensa umumnya, maka lensa makin tele maka background area yang masuk ke foto menjadi lebih sempit. Ini lebih enak untuk fotografi makro, karena kita mudah memilih background mana yang mau kita masukkan, tidak melebar kemana mana.

 

Pilih yang mana?

  • Buat yang ingin IS agar tidak perlu ISO tinggi di area yang tidak bertaburan cahaya … EF 100mm f2.8 IS pilihannya, kecuali mau beli Sigma 180mm f2.8 yang baru (sudah ada IS nya) dengan harga premium
  • Kalau gak tahan dengan beratnya, misalnya my-ers cewek, maka lebih baik pilih makro 100mm … sumpeh ini bikin pegel
  • Kalau menggunakan kamera crop factor sebenarnya 100mm sudah lumayan – setara 160mm di FF. Tetapi memang tetap MFD nya 30cm … jadi tetap harus dekat dengan serangga nya. Kalau butuh jarak lebih jauh dengan serangga maka lensa 180mm bisa jadi pilihan
  • Kalau dibandingkan Canon 180mm saya rasa Sigma ini jauh lebih value

Red-on-Green_IMG_7776-web



6 thoughts on “Sigma 180mm f3.5 EX DG HSM Macro Review”

  1. Review yg bagus, sekaligus memberi alternatif lain. Dari seorang teman yang sudah lebih berpengalaman foto makro, soal ketajaman dan detil rata-rata lensa makro bagus dan bisa pilih merk apapun. Maka pertimbangan lain yang harus diperhatikan, seperti IS, fokusing dan lainnya. Saya menggaris bawahi bagian BG rendering, kereeennn…

  2. kelebihan lensa macro dengan FL besar maka MFD nya pun lebih besar om,tapi minimum speednya juga besar ya om..tapi apa bedanya semisal 180mm dengan adanya IS dan tanpa IS??

    1. Pasti beda … karena dengan IS kita tidak lagi harus memotret di 1/focal length melainkan di bawah itu … kadang 3 – 4 stop lebih lambat = 1/20 secs untuk 180mm IS 3 stop. Untuk makro diam seperti serangga diam maka akan sangat membantu adanya IS

Leave a Reply MY-ers ...