Sigma 12-24 DG HSM II Review (2)

Pada sesi hunting bersama motoyuk saya coba eksplorasi sigma super lebar ini. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa lensa ini adalah lensa terlebar yang bisa digunakan di full frame (12 mm) tanpa adanya distorsi parah seperti lensa fish eye. Akibatnya? Super lebar … 120 derajat sudut pandang bisa di cover

SML_IMG_8315_DxO-web

Seperti terlihat pada foto diatas, lensa 18mm paling hanya mencakup sampai dengan cone oranye. Tentunya ini sangat nyaman untuk pemotretan arsitektur. Walau saya belum coba untuk lanskap, tapi saya rasa di pemotretan lanskap mungkin dampaknya tidak senyata di pemotretan arsitektur. Jadi 16 / 18mm to 12 mm –> DAHSYAT !!!

Ketajaman lensa ini menurut saya bagus / cukup tajam. Terutama area tengah (tentunya). Lihat crop 100% dekat area tengah ini.

Crop-100-Sigma

Sangat memadahi menurut saya. Sedangkan untuk extrem corner juga saya rasa masih cukup bagus (semua di foto menggunakan f8 – jangan tanya kalau wide open bagaimana, emangnya mau moto arsitektur pakai f4.5 ?)

Selain itu juga saya hanya menggunakan sharpening standard saat konversi RAW menggunakan DxO Optics 8. Jadi boleh dibilang mendekati kualitas JPEG langsung dari kamera.

Crop-100-Sigma-extrem

Untuk masalah warna saya suka dengan warna yang dihasilkan Sigma. Agak pastel memang pada kondisi standard, tetapi dengan sedikit push di Photoshop maka warna yang dihasilkan sudah sesuai dengan keinginan saya. (Foto dibawah dibuat dengan custom white balance – tapi masking cukup minimal, sehingga warna bisa dibilang merata, tambahan push saturasi sekitar total +35 ditambahkan di photoshop dan DxO Optics)

SML-Curve_IMG_8347_DxO-web

Kontras yang dihasilkan juga sangat memadahi, setara dengan lensa lensa dengan optik mahal seperti L series Canon. Saya hanya perlu menambahkan sedikit sekali curve / contrast adjustment. It’s all there, ready from the start.

SML-Double-Curve_IMG_8378_DxO-web

SML-Front-Door_IMG_8320_DxO-web

Dengan harga yang relatif lebih miring dibandingkan lensa setara maka jelas buat yang butuh lensa super lebar ini adalah pilihan yang sangat pas (Canon EF 14mm L II harganya mencapai 20jt – sedangkan Nikon 14-24 ED N harganya sama gilanya di sekitar 17jt – Sigma ini harganya sekitar 9.5jt). Samyang mengeluarkan lensa 14mm dengan harga miring (sekitar 4jt) tetapi selain tidak mencapai 12mm, lensa Samyang masih manual aperture & focus, agak merepotkan (terutama bagian manual aperture nya).

Untuk mereka yang nge-lanskap mungkin ini bukan pilihan terbaik. Karena terlalu wide kadang malah susah untuk komposisi. Plus filter GND dan filter lain sulit digunakan (Hitech sudah mengeluarkan jenis holder Lucroit, tetapi holder dan filternya sama sama tidak masuk akal harganya).

Tetapi untuk arsitektur, terutama seperti saya yang kurang sreg dengan distorsi parah si fish eye, maka lensa ini sangat nyaman di gunakan. Saya merekomendasikan penggunaannya.

SML-S-Curve-_IMG_8342_DxO-web

Lensa ini memiliki 2 versi. Versi Mk1 masih menggunakan jenis body lensa seperti beludru. Saya kurang suka dengan jenis finishing ini. Selain itu Mk1 memiliki beberapa kelemahan yang belum disempurnakan. Harganya juga tidak jauh berbeda dengan Mk2.

Yang saya gunakan adalah jenis Mk2 yang lebih baru dikeluarkan Sigma. Selain menambahkan beberapa komponen optik yang lebih baik, Sigma juga mengubah finishing lensa ini menjadi hitam dof mulus. Saya suka dengan finishing ini, bahkan lebih suka dibandingkan finishing milik Canon. Terlihat ekslusif (walau tidak se ekslusif Zeiss tentunya hahaha).

Lensa Sigma 12-24 DG HSM II ini belum memiliki optical stabilizer / image stabilizer. Tapi tidak masalah juga, saya masih bisa gunakan tripod untuk mengatasi kendala yang ada. Keuntungan non IS lens adalah kemungkinan rusak lebih kecil hehe maklum makin banyak komponen bergerak maka makin ringkih lensanya.

SML-Spiral-Stair_IMG_8348_DxO-web

Overall saya sangat puas dengan lensa ini untuk penggunaan arsitektur. Well recommended lens …..

 

 



4 thoughts on “Sigma 12-24 DG HSM II Review (2)”

    1. Tidak, di Sigma seri DG adalah seri EF di canon
      Artinya bisa digunakan di FF, tetapi tentunya bisa juga digunakan di APS-C
      Hanya saja kalau di APS-C ya sayang saja, karena 12mm nya tidak akan terasa wide
      Lebih baik EF-S 10-22 yang mampu mencapai 10mm di APS-C (tapi tidak bisa digunakan di FF)

Leave a Reply MY-ers ...