Shooting menu in DSLR

Baru saja memegang DSLR terbaru-mu? Harus start darimana ya? Menu apa yang harus dipakai? DSLR umumnya memiliki 2 jenis menu, satu adalah Basic Zone dan satunya lagi Creative Zone.

Basic Zone ditunjukkan dengan lambang aneka rupa, misalnya “wajah orang” untuk menu portrait – digunakan untuk pemotretan human interest. Lambang bunga untuk macro. Basic Zone digunakan bagi mereka yang ingin menggunakan DSLR tanpa mempelajari lebih dalam mengenai fotografi. Bisa dibilang ini mode “otomatis” / “point and shoot”.

Canon 1000D shooting menu

Berikut adalah beberapa keterbatasan yang ada di basic zone (courtesy of www.dpreview.com) :

Basic Zone Menu in Canon EOS 1000D

Jadi misalnya pada menu “Landscape” sistem auto focus sudah disetting menggunakan sistem “One Shot” (tidak bisa memilih misalnya AI Servo). Lalu hanya bisa memilih drive mode “Single” dan “Self Timer” (tidak bisa memilih misalnya continuous). Selain itu flash juga tidak bisa diaktifkan dan picture style dipilih mode Landscape.

Semuanya serba terbatas, tapi sudah di “optimized”. Basic Zone ini biasanya terdapat pada DSLR entry level s/d semi profesional. Tapi sudah dihilangkan pada DSLR profesional (misalnya Canon EOS 5D Mark II, 1Ds Mark III, dll). Tentunya dengan pemikiran bahwa pengguna kamera profesional ingin kontrol penuh terhadap kamera nya.

Untuk yang ingin belajar fotografi lebih lanjut maka bisa menggunakan Creative Zone. Pada menu ini banyak setting yang bisa kita lakukan :

Creative Zone pada Canon EOS

Menu Program Auto membiarkan kamera memilihkan kombinasi apperture & shutter speed sesuai dengan yang di metering. Kita bisa mengubah kombinasi tersebut. Jadi pada menu ini kita bisa mengatur kombinasi apperture + shutter speed, ISO, dll. Bedanya dengan Av dan Tv kita tidak “mematok” apperture / shutter speed-nya. Jadi bisa berubah setiap kali kita metering, berdasarkan hasil metering-nya. Mode ini cukup nyaman digunakan pada acara non-formal, dimana kita hanya ingin mendokumentasikan acara.

Di menu Shutter Priority / Tv kita mematok shutter speed + ISO yang kita mau gunakan, lalu metering kamera akan menghitung apperture yang dibutuhkan. Menu ini jarang digunakan, tapi sangat berguna kalau kita ingin memastikan speed minimal yang kita butuhkan. Misalnya pada pemotretan sports atau racing.

Apperture Priority / Av adalah menu yang paling sering digunakan, mungkin 80% dari kejadian menggunakan menu ini. Menu ini pula yang jadi saran saya untuk digunakan pertama kali saat belajar fotografi. Di menu ini kita mengatur apperture + ISO yang akan kita gunakan. Lalu sistem metering kamera akan melakukan perhitungan shutter speed yang dibutuhkan. Sistem ini mempermudah kita belajar mengenai efek dari apperture dan ISO.

Manual Mode adalah “Advanced” mode. Pada menu ini kita mengatur Apperture, Shutter speed dan ISO berdasarkan “pengamatan” / metering kita sendiri. Sistem metering kamera tetap akan berjalan dengan memberikan informasi / peringatan, yang muncul di area Exposure Compensation. Sistem metering kamera akan memberitahukan kalau setting apperture-shutter speed-ISO kita under exposure atau over exposure. Mode ini sangat berguna untuk pemotretan dengan flash / cahaya buatan, landscape dan pemotretan lain dimana kondisi pencahayaan tidak berubah terlalu banyak dari scene ke scene.

A-Dep adalah menu untuk memaksimalkan Depth-of-Field dari foto yang kita hasilkan. Saya hampir tidak pernah menggunakan menu ini. Menurut saya kontrol depth-of-field lebih baik di kontrol sepenuhnya oleh fotografer, menyesuaikan dengan kebutuhan pemotretan.

Jadi, harus start dari mana? Kalau anda seorang pengguna kamera saja, tidak berniat belajar fotografi maka basic zone adalah yang paling tepat. Tapi jika anda ingin mempelajari fotografi secara lebih serius gunakanlah creative zone, start dengan Av. Apabila ada kasus yang membutuhkan barulah gunakan Tv dan Manual Mode.

MOTO YUK!!!




4 thoughts on “Shooting menu in DSLR”

  1. maaf… mau tanya neh… saya baru beli 7d, menunya beda dgn 1000d ataupun 60d, klo mau motret tulisan atau (seperti gambar bunga di 60d) itu di ambil dari mana ya… karna di 7d saya tidak nemu gambar bunga.. sorry.. mmg gaptek saya… heheheee

    1. 7d adalah semi pro body. Jadi mode praktis sudah dihilangkan. Yang saya sarankan adalah pakai menu Av lalu set aperture di kisaran f5.6 seharusnya agak mendekati si mode makro itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *