Sharpening Techniques

Ada yang pernah penasaran dengan apa sebenarnya yang dilakukan pada proses sharpening di Photoshop? Atau ada yang ingin tahu sebenarnya bagaimana sharpening yang benar harusnya dilakukan? Atau … apakah pemotretan yang tidak tajam (misalnya karena masalah lensa atau karena salah focus) bisa diselamatkan dengan menggunakan teknik sharpening di Adobe Photoshop?

Kita coba bedah ya … lihat foto dibawah ini :

Foto digital terbentuk dari kumpulan pixel yang berbentuk kotak. Jadi kalau kita lihat di level yang sangat detil (pixel peeping) kita akan melihat kotak-kotak pixel penyusun gambar diatas pada pembesaran 600% – ini bagian di bawah handle motor sebelah kanan (click untuk ukuran yang lebih besar) :

Foto yang digunakan adalah foto “asli” sebelum dilakukan sharpening apapun – dalam kualitas JPEG terbaik. Karena dihasilkan oleh 5d Mark II maka resolusinya memang cukup besar, up to 21 Mega Pixel. Bisa dilihat bahwa gradasi (di perbatasan bidang) masih terlihat halus, maksudnya ada peralihan secara bertahap dari warna gelap ke terang.

Teknik sharpening tidak lain adalah meningkatkan kontras di perbatasan bidang foto. Jadi kalau misalnya awalnya butuh 10 pixel untuk beralih dari terang menjadi gelap, dibuat menjadi hanya 5 pixel sudah terjadi peralihan. Karena kontras meningkat di garis-garis peralihan ini maka mata kita cenderung mempersepsikannya menjadi tajam. Tapi di tingkat pixel sebenarnya penggunaan sharpening ini “merusak” foto.

Berikut adalah perubahan yang terjadi pada pixel-pixel foto diatas setelah dilakukan sharpening sebanyak 1, 2 dan 3 kali berturut-turut.

Dapat dilihat bahwa yang dilakukan Photoshop adalah meningkatkan kontras nya. Akibatnya apabila dilakukan berulang ulang pixel nya menjadi rusak. Tentunya kalau dilihat di ukuran besar tidak akan terlalu terlihat. Tapi sebenarnya ada kerusakan pixel – dan dengan demikian kerusakan foto.

Proses sharpening dilakukan dengan banyak sekali teknik di Photoshop. Teknik yang paling sering saya gunakan adalah menggunakan plugin dari NIK software untuk Display Sharpening (dengan kisaran penajaman 20-30% tergantung foto yang di proses).

Teknik lain yang paling umum digunakan adalah menggunakan filter Unsharp Mask. Filter ini adalah filter sharpen yang paling baik di bawah NIK Software Plugin. Ada 3 parameter yang di atur-atur disitu … untuk lebih jelasnya bisa baca artikel in atau bisa juga membaca artikel yang ini. Rule-of-thumbs yang digunakan oleh artikel terakhir adalah sebagai berikut :

  • All-purpose sharpening: amount=85, radius=1, threshold=4
  • Sharpening for the web: amount=400, radius=0.3, threshold=0

Dengan pemahaman ini maka kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di awal artikel ini :

  1. Bagaimana seharusnya sharpening dilakukan? Lakukan sharpening hanya di tahap paling akhir.
    • Selalu simpan foto dengan kualitas terbaik sebelum di sharpening.
    • Lakukan image resize sesuai dengan kebutuhan
    • Lalu sharpening dan Save As sebagai file baru.
    • Jangan rusak file yang pertama / master. Langkah paling buruk adalah melakukan resize dan sharpening pada file yang sama berulang-ulang, dengan demikian kualitas foto menjadi sangat buruk.
  2. Apakah sharpening bisa menolong foto yang blur? Seperti kita telah bahas sharpening hanyalah meningkatkan kontras di garis / perbatasan foto. Tidak membuat foto menjadi lebih tajam secara sesungguhnya. Jadi jawaban untuk pertanyaan ini adalah “Tidak”. Lensa yang berkualitas dan teknik yang benar adalah “segalanya” untuk menghasilkan foto yang tajam.
  3. Apakah kita selalu membutuhkan sharpening? Buat foto digital menurut saya jawabannya Ya, walau tingkat sharpening nya bisa sekedarnya saja. Saya umumnya memilih memproses dari RAW file, sehingga tidak menggantungkan pada sharpening engine dari kamera (yang umumnya tidak bagus).

So, selanjutnya jangan asal melakukan sharpening ya … salam jepret.


5 thoughts on “Sharpening Techniques”

  1. Oh… Pengetahuan baru lagi. Saya sih udah pernah baca kalo sharpening di PS itu cuma najemin garis2 tepi aja. Tapi baru tau kalo caranya ngurangin gradasi tepiannya.

    PS cuma mempertegas garis aja ya, bukan meningkatkan detail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *