Seven Things Photographers Do To Ruin Their Photographs

Hahaha … artikel ini sangat lucu dan menggugah para hobby-ist seharusnya, tapi entah berapa yang beneran tergugah. What the hell saya kutip saja deh …

They worry more about low-light camera performance than they do finding a compelling subject with a nice background – or finding something to photograph that they are passionate about. To all you who are of the religion of low-light I got news for you. You’re traveling in the wrong direction. As photographers we WANT light. We look for it, chase it, pray for it, beg for it, and when necessary make it. We don’t try to shoot a black cat in a black barn at night when the moon is obscured by clouds. Worship the light. Don’t obsess over low-light camera performance. Go find a nicely-lit scene and any $500 camera will make a great image if it’s operated by someone who knows what to look for and how to execute.

Taken from : http://photofocus.com/2012/12/13/seven-things-photographers-do-to-ruin-their-photographs/

Maksud-nya : janganlah terlalu pusing, terlalu bingung, terlalu ribet dengan segala macam fitur kamera yang baru. Terutama soal ISO tinggi yang lebih baik, dynamic range yang lebih baik, bla bla bla.

Saya setuju dengan hal ini, partially – I explained later. Pada akhirnya insting – art dan kemampuan kita mengkomposisi adalah yang terutama. Fotografi itu bukan angkat kamera dan jepret. Kalau begini doang sih semua orang bisa jadi fotografer. Fotografi itu mikir … fotografi itu menuangkan apa yang ada di kepala kita, gagasan, ide, pandangan dalam bentuk foto.

Ya, betul ada batas bawahnya. Kamera super murah tentunya merepotkan kita dan akhirnya kita tidak bisa dengan leluasa menuangkan gagasan kita ke foto – karena tiap kamera ada keterbatasannya. Tapi kalau batas bawah sudah terlewati, DSLR entry level saja sudah more than enough, kita sudah bisa menuangkan gagasan kita. Ya, karena seperti saya bilang tiap kamera ada keterbatasannya, maka DSLR entry level juga memiliki keterbatasannya. Tapi kalau kita pahami dan siasati, kita bisa menghasilkan foto yang bagus kok.

Umbrella maker DSC00861 web Seven Things Photographers Do To Ruin Their Photographs

Sony NEX 5n dan lensa kit nya bukan lah kamera yang perfect. Mau dapat super DOF dan blur? Cukup sulit … tapi tidak semua foto harus super bokeh bukan? Tonal Sony yang agak “lari” juga cukup saya pahami – harus di siasati dengan menggunakan post processing. Lebih repot dibanding kan menggunakan Canon 5d saya? Ya, tapi bukan berarti tidak bisa. [ Aperture priority | 55mm @ f5.6 | 1/125secs | iso100 | Photoshop for burning & dodging | DxO FilmPack Photoshop Plugin - Fuji Sensia 100 ]

Vendor kamera, seperti Canon-Nikon-Sony, bisnis nya menjual kamera. Kalau my-ers gak upgrade ya mereka tidak dapat uang. Mereka tidak dapat uang, ya bisa bangkrut. Jadi para foto hobby-ist yang gemar upgrade setiap kali ada kamera baru dengan Max ISO lebih tinggi, MPixel lebih, dll adalah sumber dana mereka. Tapi apa iya kita mau menyumbang dana ke para vendor ini setiap 1-2 tahun sekali? Hahahaha …. coba kapan semua fitur itu dipakai sepenuhnya? Ask yourself.

Kantor saya untuk pemotretan packaging & event masih menggunakan Canon 5d Mark 1 yang dibeli sekitar 8 tahun lalu … masih berfungsi dengan baik, masih menghasilkan karya yang luar biasa. Saya menggunakan Canon 5d Mark II dan tidak ada niat untuk upgrade juga ke Mark III …. lha wong gak ada kebutuhan (red : kamera rusak) … buat apa menyumbang ke vendor yang sudah kaya? Lebih baik uang nya dipakai untuk mencari lokasi dengan cahaya yang “magical” seperti disebut di atas.

Travel More, Experiment More, Take a Picture More …… and NOT Buy More.

 

PS:

  • Ya, ISO tinggi memang berguna di beberapa kondisi pemotretan. Misalnya para fotografer candid / street life (night scene) / concert, dll. Tapi bukan buat semua fotografer
  • Sisa tips bisa dibaca di artikel yang ada link nya diatas
  • Saya bukan menyarankan untuk semua tidak upgrade ya … nanti canon / nikon bangkrut kan repot juga saya wkwkwkwkwk, yang kelebihan duit ya silahkan saja lho

 




Leave a Reply MY-ers ...