Seaweed, Sunrise & Sanur, Bali

Sudah kesekian kali saya pergi ke Sanur, Bali untuk memotret matahari terbit. Tapi baru kali ini saya memperoleh foreground yang sedemikian menarik. Baik dari jenis maupun komposisi warnanya. Seaweed – alias rumput laut

Prosesnya

Melakukan cek jam sunrise adalah salah satu hal yang perlu dilakukan sehari sebelumnya. Banyak situs yang memberikan informasi mengenai perkiraan cuaca & jam terbit matahari, akan tetapi memang GPS adalah salah satu yang paling akurat. Saya melakukan cek di internet dan memperoleh kisaran jam 05.50 WITA adalah jam sunrisenya. Oleh sebab itu saya berencana berangkat dari Kuta (tempat kami menginap) jam 05.00, sayang ada kendala koordinasi dengan driver sehingga terlambat sekitar 15 menit.

Saat berangkat masih hujan gerimis, tapi sesuai dengan pengalaman walau hujan sekalipun ya dicoba saja, karena cuaca sangat tidak menentu. Benar demikian, di tengah jalan gerimis menjadi hujan yang lebih lebat. Akan tetapi mendekati Sanur hujan mengecil dan hilang sama sekali. Bahkan langit mulai merona merah, dilengkapi dengan awan-awan mendung yang membiaskan cahaya merahnya. Bagus sekali.

Oh ya, karena kamar hotel dingin sekali dan diluar lembab maka ada baiknya menghangatkan lensa dan body kamera supaya tidak mengembun saat dikeluarkan dari tas. Hair-dryer dapat digunakan untuk membantu proses ini.Menunggu embun menghilang dari depan lensa sangatlah membuang waktu, kita bisa kehilangan momen dikarenakan oleh hal ini.

Di mobil saat perjalanan saya siapkan setting yang akan digunakan, diantaranya Apperture Priority mode, apperture sempit di kisaran f16, ISO rendah di ISO 50/100, EV -2/3, Daylight white balance, dll. Hal ini agar saat dilokasi kami bisa segera bergerak. Mengingat kami sudah agak terlambat dan juga di lokasi relatif belum terlalu terang.

Sesampainya di lokasi saya sempat berhenti di beberapa tempat, sampai saya melihat bahwa air surut dan di bawah nampak rumput laut dengan warna yang sangat menarik. Hijau muda.

Lokasi dilihat dari ketinggian - di bawah terlihat Septi & Christian, motoyuk-ers yang ikutan sesi ini

Kami harus sangat berhati-hati saat menuruni lokasi. Lokasinya sangat licin, salah melangkah dan BUMPPPP hancur bisa kamera hehe. Tapi hasilnya di bawah sangat sangat “worthed” koq. Jadi asalkan berhati-hati tidak apa-apa.

Saya memanfaatkan hyperfocals distance untuk memastikan foto tajam dari ujung ke ujung. Sedangkan filter GND Hard Edge 0.9x saya gunakan untuk menyeimbangkan exposure. Jenis hard-edge digunakan karena ini di pantai dengan horizon yang jelas. Tanpa filter ini maka hasilnya bisa di simulasikan seperti berikut (simulasi dibuat dengan menggunakan Canon DPP & Layering di Photoshop) :

Tanpa GND apabila kita metering ke area rumput laut, maka langit akan over exposure
Sedangkan apabila exposure langit tepat, maka rumput laut akan mengalami underexposure

Tripod tentunya digunakan karena slow shutter speed (yang menyebabkan laut / air terlihat licin seperti kapas / cermin). Yang digunakan tentunya tripod yang bisa relatif cukup rendah, kamera saya hanyalah sekitar 20-30 cm dari permukaan tanah. Hal ini diperlukan untuk membuat detil seaweed cukup representatif.

Komposisi yang saya gunakan memang meletakkan horizon di tengah. Saya memilih demikian karena langit sebenarnya agak kosong, sedangkan bagian bawah relatif penuh. Sehingga walau pembagiannya 50:50 tetapi nampak seperti 33 : 67 — selayaknya komposisi “Rule of Third”

—————————-

Hasil yang dimunculkan di atas adalah hasil konversi dari Canon DPP, tanpa mengubah lagi setting, jadi setara dengan JPEG yang langsung dihasilkan oleh kamera.

MOTO YUK!!!


5 thoughts on “Seaweed, Sunrise & Sanur, Bali”

Leave a Reply MY-ers ...