Rural Area in Tamcoc, Vietnam

Tamcoc adalah area di dekat Hanoi, Vietnam. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar 1 jam menggunakan jalan darat. Sebenarnya salah satu atraksi utama di Tamcoc adalah sawah yang ada di pinggir sungai di tengah bukit karst yang menjulang seperti di HalongBay. Itu sebabnya dia dikenal dengan nama HalongBay on paddy fields.

Tetapi sebelum mencapai atraksi utama ini kita bisa juga menggunakan sepeda berkeliling melihat rural area yang ada disana. Salah satu foto yang berhasil saya dapatkan disana adalah foto pengendara sepeda di bawah ini. Langit yang biru, jalanan dan pohon yang kuning dan baju pengendara yang merah segera membuat saya merasa harus mengabadikannya.

Pemotretan dilakukan dengan menggunakan Canon 40D dan lensa 17-55 pada focal length 17mm. Apperture yang digunakan f11, kenapa sedemikian sempit? To be honest karena sebelumnya memotret pemandangan alam yang membutuhkan dof seluas mungkin. Akan tetapi dalam kondisi pemotretan ini toh ada baiknya juga karena kita ingin ketajaman maksimal dari seluruh scene.

Sayang memang kondisi pemotretan kurang ideal. Permasalahan yang ada adalah kabel listrik di atas jalan, matahari yang relatif harsh, dll. Tetapi saat pemotretan saya usahakan memotret dengan teknik terbaik. Post production foto ini memang relatif agak ribet dengan beberapa layer untuk memperbaiki kondisi pemotretan candid yang tidak bisa diulang lagi ini.

Layer yang saya gunakan diantaranya :

  • Healing & Patch Tools untuk memperbaiki jaringan listrik yang nampak di langit
  • Color balance untuk memperbaiki biru langit
  • Level & Curve untuk memperbaiki exposure di jalanan berdebu
  • Hue/Saturation untuk meningkatkan saturasi pepohonan dan juga si pengendara sepeda
  • Lens Correction Filter untuk memberikan sedikit vignette

Foto asli dari pengolahan RAW untuk scene ini adalah sebagai berikut :

Wish someday I could go back there in Vietnam 🙂

MOTO YUK!!!

4 thoughts on “Rural Area in Tamcoc, Vietnam”

  1. Apakah semua Foto harus diedit untuk mendapatkan gambar yang maksimal.. Bagaimana Apakah bisa dengan hasil tanpa di edit bisa mendapatkan foto yang baik?
    mohon pencerahan maklum dan maaf karena baru dalam dunia DSLR..?
    terima kasih dan mohon info..

  2. Hai Martin, Salam kenal …

    Edit secara kasar bisa dikategorikan 3 : proses RAW, basic editing, advance editing

    Pada proses RAW mau tidak mau edit harus dilakukan. Karena foto yang dihasilkan dalam format RAW. Sebenarnya JPEG yang dihasilkan kamera pun di edit dari RAW, tapi otomatis dilakukan oleh kamera. Hasilnya akan tergantung dari algoritma si body kamera. Itu sebabnya body / brand berbeda JPEG nya berbeda.

    Basic editing misalnya burning, dodging, naikin saturasi, level, dll juga umum dilakukan. Tidak hanya di era digital, tapi sejak jaman film. Kalau dulu dikenalnya dengan teknik kamar gelap. Hal ini dilakukan karena kamera memiliki keterbatasan dalam menangkap realita, misalnya dalam hal dynamic range. Belum lagi ada aspek “selera” dari fotografer, maklum foto selayaknya lukisan moderen.

    Advance editing umumnya dilakukan di pengolah gambar seperti photoshop menggabungkan beberapa foto, membuat layer yang detil dan banyak, dll buat saya cenderung sudah masuk ke ranah digital editing. Tidak murni fotografi. Tetapi walau bagaimanapun tetap hasilnya adalah karya seni.

    Nah, kalau pertanyaan apakah harus selalu di edit, jawabannya tidak. Kalau kita puas dengan proses konversi RAW ke JPEG oleh body kamera, maka kita bisa lakukan itu. Atau kalau hasil konversi tersebut sudah tidak perlu di edit lagi karena kondisi pencahayaan optimal, maka juga tidak perlu edit.

    Silahkan chat dengan saya kalau ada yang kurang jelas 🙂 semoga membantu

Leave a Reply MY-ers ...