Racun ?

Belakangan ini saya sedang beralih ke sistem mirrorless. Penyebabnya sebenarnya simple saja, karena buat saya DSLR terlalu berat untuk di bawa bawa. Selain itu AF yang di mirrorless selalu menjadi kendala sampai saat ini, bukanlah masalah bagi genre pemotretan saya, lanskap.

Awalnya saya menggunakan Sony NEX. Tapi nampaknya kurang cocok dengan tonal warna dan juga kualitas lensa, body dan hasilnya. Sehingga akhirnya saya coba Fuji. So far cocok, walau belum 100% yakin karena belum mencoba nya di genre utama saya yaitu lanskap.

Manyar_DSC01815-web

Banyak my-ers yang merasa saya meracuni mereka dengan Fuji. Hahahaha. Buat saya sebenarnya peralatannya mau apa saja itu terserah. Kalau di bayarin ama vendor saya disuruh pakai Canon, Nikon, Fuji, Sony, Olympus, bebas saja … lha wong dibayarin. Kalau disuruh bayar sendiri ya terserah saya dong mau pilih yang mana yang rasanya cocok buat saya. Mau dibandingkan sih kagak ada selesai nya.

Saya gak ada niat meracuni. Buat yang merasa dengan membeli peralatan sama persis dengan saya bisa menghasilkan foto yang sama dengan yang saya hasilkan (foto jelek maksudnya) juga salah abis. Peralatan itu hanya membantu lebih cepat menuju hasil yang kita inginkan. Masih ada aspek :

    • Persiapan, timing pemotretan, cuaca, HOKI, dll
    • Teknik (ekposure, color control, dll)
    • Komposisi
    • Post processing – ya …. ini bagian dari karya, jangan terlalu bangga dengan SOOC image anyway, biasa saja
    • dll
Color of Nature

MY-ers mau pakai alat apapun tidak lah menjadi patokan. Asal tahu alat tersebut kelebihan kekurangannya apa dan bagaimana mengatasinya. Saya ambil contoh :

    • Canon DSLR saya kendala nya adalah dynamic range yang tidak terlalu luas – so saya kalau moto ya harus pakai GND dan main post pro, kadang HDR
    • Canon DSLR (5d Mark II) saya kendala lainnya adalah noise di ISO diatas 800 sudah mulai nampak, so ya jangan nembak handheld lah ya saat low light
    • DSLR berat … ya bawa porter / asisten, atau fitness biar kuat bawanya. Tapi memang enaknya adalah di atas tripod dia kokoh, gak gampang goyang oleh ombak laut. Tuh positif juga kan?
    • Sony NEX mungil, enak di bawa bawa, ringan pula. Jelas kalau pakai NEX gak usah pakai porter apalagi asisten. Tapi kendala nya? di ISO 200 ke atas dynamic range nya drop parah – so kalau moto lanskap ya harus iso 100. Pakai GND juga. Dan karena warnanya gak cocok ama selera saya, maka setelah selesai ya post pro perlu banyak masking.
    • Fuji kelemahannya AF nya parah lelet nya, so ya jangan dipakai moto obyek yang bergerak cepat, bisa merasa ingin melempar tuh kamera wkwkwk.
    • Fuji gak punya lensa makro 1:1 yang bagus dan AF … so ya jangan berharap banyak kalau suka nya moto makro ya kan? terima nasib mu harus menggunakan lensa manual

Yang penting bukan alatnya, yang penting itu adalah kita paham kelemahan dan kelebihannya, beradaptasi (kalau mau) atau ganti alat (kalau malas adaptasi). Gampang aja …. gitu aja kok repot.

Regina_IMG_5548-copy-webCanon 5d Mark II + EF 85 f1.2 L

Tulisan ini dibuat untuk memberikan refleksi ke semua pembaca motoyuk :

    1. Kalau berharap dengan ganti alat yang sama dengan fotografer lain lalu kita bisa sama bagus nya sama foto mereka … forget it man !!! itu bukan satu satunya penyebab foto mereka bagus. Trust me.
    2. Jangan pernah merasa di racun, tiap alat selalu punya plus minus nya. Tergantung kita mau adaptasi (artinya gak usah keracunan) atau merasa tidak ingin adaptasi (ya ganti saja, gak usah ngomel merasa di racuni). Ganti ya ganti saja, gak ganti ya gak ganti saja.
    3. Pada akhirnya kita ini hobiist, bukan profesional. Apa yang bikin anda happy ya jalani saja. Kalau suka nya koleksi kamera dan itu bikin happy ya koleksi saja. Kalau yang bikin happy itu menang lomba, ya ikutan lomba. Kalau yang bikin happy moto saja gak peduli apapun yang lain, ya gak usah peduli yang lain, moto saja. Hidup udah susah dengan kerja senin sampai jumat, masak mau dibikin susah tambahan lagi sih, kurang??

So, jangan protes lagi sama saya soal racun meracun ya …. kalau mau menenggak ya di tenggak saja LOL

 


4 thoughts on “Racun ?”

    1. wahhh …. pilihan sulit haha, xpro1 sensor lebih besar, tapi teknologi lebih lama
      So kalau butuh kecil / AF cepat = olympus em5/10
      Tapi kalau butuh depth of field / blur … go with xpro1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *