Portscape

Portscape adalah salah satu istilah yang biasa digunakan untuk foto pemandangan alam dalam format portrait. Mungkin karena kalau kita sebut landscape kecenderungannya adalah dalam format mendatar. Padahal sebenarnya arti kata landscape sebenarnya adalah berbagai komponen alam yang nampak secara visual.

Saya suka format portscape karena seringkali memberikan impact yang lebih kuat. Foto nampak lebih berkarakter, seluruh obyek nampak memiliki porsi yang sama kuatnya, baik foreground, midground atau background. Hal ini dikarenakan bidang pandang kita lebih sempit, sehingga apapun yang kita susun dalam foto nampak memiliki impact.

Parameter pemotretan : 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 19mm – f11 1/10 secs iso400 ev+1 – standard 7040 picture style – daylight WB – GND HE 0.9x

Salah satu karakter pemotretan portscape adalah peletakan foreground yang kuat di bagian depan dari foto & nuansa langit yang juga kuat (misalnya deretan awan dengan warna-warna cerah seperti foto diatas). Tanpa foreground yang kuat maka foto portscape terasa kurang menggigit.

Seringkali foreground ini posisinya sangat dekat dengan lensa. Selain untuk memaksimalkan ruang pandang maka ini bertujuan untuk “memperbesar” ukuran foreground. Pada foto diatas batu karang yang terlihat sangat besar itu paling hanya sebesar kepala manusia biasa. Inilah karakter lensa super-wide, membesarkan foreground dan mengecilkan background.

Untuk memastikan ketajaman kita bisa menggunakan teknik Hyperfocals.

Parameter pemotretan : 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 17mm – f22 10 secs iso50 ev+1 – standard 7040 picture style – daylight WB – GND HE 0.9x

Pada foto diatas batang kayu digunakan sebagai foreground. Saya menggunakan aperture sempit dan ISO rendah sehingga menghasilkan efek slow shutter pada permukaan laut. Lihat efek seperti kapas yang terbentuk. Efek ini juga bisa diperoleh dengan menggunakan filter Neutral Density. Memilih menggunakan aperture sempit (dengan dampak ketajaman lensa berkurang) atau menggunakan ND saya memilih pilihan pertama. Hanya masalah praktis saja, karena harus memasang ND filter dll (selain itu ND saya memberi dampak Vignette).


Parameter pemotretan : 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 40mm – f22 2.5 secs iso50 ev0 – standard 7040 picture style – daylight WB – GND HE 0.9x

Pada foto diatas saya juga gunakan teknik yang sama, memaksimalkan aperture & ISO sehingga menghasilkan efek slow shutter. Tripod tentunya esensial saat memotret slow shutter begini.

Berikut adalah foto-foto lain dari Ujung Genteng yang semuanya berbentuk portscape.

Parameter pemotretan : 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 17mm – f16 2 secs iso50 ev0 – standard 7040 picture style – daylight WB – GND HE 0.9x

Parameter pemotretan : 5dMarkII + 17-40 f4 L @ 17mm – f11 2.5 secs iso100 ev+1 – standard 7040 picture style – daylight WB – GND HE 0.9x

 

Selamat motret portscape …. MOTO YUK!!!

6 thoughts on “Portscape”

  1. Om Edo, utk keseluruhan foto diatas apa pake hyperfocal distance? foto yg ke 3 fokusnya diarahkan kemana om? Tq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *