Planning for Landscape Photography

Merencanakan pemotretan lanskap bukanlah hal mudah. Banyak aspek yang harus diperhatikan. Di antaranya : cuaca, kondisi awan, posisi matahari, keamanan lokasi, pasang surut air laut, dll. Dulu saya seringkali melakukan pemotretan lanskap dengan model “Hajar Blehhh” alias tanpa planning. Dan akibatnya adalah kekecewaan karena meleset sana sini.

Belakangan ini saya menggunakan tools untuk merencanakan pemotretan. Tidak sempurna. Tapi paling tidak mengurangi aspek kesalahan perencanaan.

Ada banyak tools yang dapat digunakan, tapi saya akan coba bahas salah satu tools yang menurut saya paling berguna : PhotoPills. Aplikasi yang saat ini hanya tersedia di Apple iOS dengan harga USD 9.90 …. Bagi yang mengeluh kenapa berbayar … MALU !!!!!! beli lensa dan body harga jutaan tapi mengeluh untuk beli aplikasi dengan harga beberapa ratus ribu. Kamu pikir jadi software developer itu gampang apa? #CurCol

Lokasi Sunrise & Sunset

Selain cuaca (yang bisa dilihat melalui aplikasi weather atau website ramalan cuaca), salah satu aspek terpenting dalam pemotretan lanskap adalah posisi matahari.

Kirribili

Pada pemotretan di atas, bagaimana cara kita merencanakan pemotretan dari awal kalau kita tidak tahu posisi matahari secara tepat? Kita mungkin akan menunggu sunset di lokasi yang berbeda dan tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Saya menggunakan Photopills untuk merencanakan dimana saya akan menunggu sunset, dan ketika sampai di lokasi, dimana saya harus berdiri menunggu sehingga matahari membentuk star karena tertutup sebagian oleh pohon di kejauhan.

Sebagai informasi bagi yang tidak sadar, posisi matahari terbit dan tenggelam itu bergeser dari waktu ke waktu. Ya, matahari terbit di timur dan tenggelam di barat, tapi timur bagian mana dan barat bagian mana.

Photopills memungkinkan kita mensimulasikan posisi dimana matahari akan terbit dan tenggelam. Kita tinggal mencari lokasi pemotretan lalu memilih tanggal dan waktu pemotretan, dan kita bisa melihat di arah mana matahari akan terbit (garis kuning) dan tenggelam (garis oranye).

sunrise sunset

Tidak hanya itu, apabila sudah sampai di lokasi kita bisa menggunakan Augmented Reality untuk memperkirakan dimana matahari akan terbit / tenggelam. Nah ini yang saya gunakan untuk “ngepasin” matahari tenggelam di pepohonan pada foto di atas. Saya tahu saya butuh itu agar matahari bisa dibuat jadi star burst menggunakan aperture yang sempit.

AR

Augmented Reality, buat yang gak paham istilahnya, adalah tools dimana kita bisa melihat kondisi di lapangan langsung (kayak lagi mau moto pakai handphone kita – live view) dan di frame yang sama kita bisa melihat berbagai informasi tambahan. Dalam kasus ini informasinya adalah arah gerakan matahari terbit / tenggelam.

Tentunya ini bukan satu satunya tools yang ada di photopills. Kita bisa memperkirakan kapan matahari akan melewati titik tertentu, atau berada di posisi tertentu misalnya.

 

Menentukan waktu pemotretan

Sebagai landscaper tentunya kita sudah awam dengan twilight. Seperti saya tuliskan di buku mengenai landscape yang diterbitkan Elex Media Komputindo, ada 3 jenis twilight. Civil, Nautical dan Astronomical twilight. Masing masing memiliki kegunaan pemotretan tersendiri.

Photopills juga menyediakan informasi mengenai waktu tepatnya ketiga twilight ini untuk tiap tanggal. Selain itu juga mengenai waktu tepatnya sunrise/sunset ataupun kondisi bulan, apakah purnama atau bulan mati.

Ini semua akan membantu kita merencakan pemotretan lebih baik lagi. Supaya tidak menunggu terlalu lama di lapangan dan lebih efektif.

 

Pemotretan Milky Way

Tools ini juga sangat berguna untuk merencanakan pemotretan milky way. Seperti yang mungkin telah kita ketahui bahwa pemotretan milky way terbaik membutuhkan kondisi dimana “center of galaxy” (bagian terbesar dari milky way) terlihat dengan jelas. Kalau tidak maka pemotretannya hanya akan terlihat seperti langit penuh bintang.

Dengan photopills kita bisa memulai dengan mencari hari dimana center of galaxy akan terlihat sempurna. Lihat bagian atas dari gambar di bawah, indikator berwarna biru adalah indikator seberapa terlihat center of galaxy pada tanggal tersebut. Lengkap dengan posisi (azimuth dan elevation) dari milky way.

Milkyway1

Tapi cara termudah nya adalah dengan melihat peta yang ada di bawahnya. Bulatan bulatan yang ditampilkan adalah milky way dan posisinya. Bulatan yang besar adalah galactic centre. Dengan menggeser geser waktu yang ada di bawahnya, kita bisa melihat kapan tepatnya galactic centre akan terlihat sempurna di posisi yang kita inginkan.

Tidak hanya itu, di lapangan pun kita bisa mensimulasikan dimana milky way akan muncul dengan menggunakan Augmented Reality.

Milkyway2

Keren? Makanya aplikasi ini berbayar *____* …. karena memang sudah sewajarnya kita menghargai yang bikin aplikasi keren ini.

 

Tools lain

Selain beberapa tools yang sudah saya sebutkan di atas, ada beberapa tools lain yang sering saya gunakan :

  1. Exposure : tools ini saya gunakan apabila saya ingin menghitung jumlah menit yang saya butuhkan untuk pemotretan dengan ND 10 stop yang biasa saya gunakan.
  2. Hyperfocal table : kalau sedang tidak menggunakan lensa / kamera yang ada distance indicator nya maka mau tidak mau saya perlu mengingat jarak yang saya butuhkan untuk memotret menggunakan hyperfocal distance technique
  3. Spot stars : saat memotret milky way, ada batas waktu pemotretan sebelum bintang bintang memiliki “ekor” … tools ini membantu menghitung waktu maksimal yang diperbolehkan
  4. Star Trail : kebalikan dari tools Spot Star, tools ini membantu menghitung waktu yang dibutuhkan untuk memiliki star trail

 

Selamat merencanakan pemotretan berikutnya …. stop thinking about gadget, start taking photos 🙂





3 thoughts on “Planning for Landscape Photography”

  1. kalau saya pake skymap di android sih kadang kalau pengen menentukan letak matahari saat sunrise-sunset an yang dilengkapi pula dengan jam perkiraan terjadinya sehingga bisa prepare cari tempat.. selain itu kalau pengen ngfoto bulan juga selain posisi juga terlihat fase nya meskipun sederhana.. lalu ada peta bintang yang mungkin berguna bagi sebagian orang.. asyiknya sih nggak harus konek internet dan cukup gps sehingga bisa dipakai di gunung.. kekurangannya sih nggak ada augmentednya.. untuk yg milky way belum eksplorasi apakah bisa tau galactic centernya nggak.. :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.