Photo Coach Result – by Andrew & Me

Hari libur Idul Adha saya & Andrew coba eksplorasi area Kota Wisata. Pinggiran kota wisata lebih tepatnya. Lokasi yang nampak kurang bersahabat ternyata menarik apabila di pandang dari sudut pandang berbeda di kamera.

Foto diatas di ambil oleh Andrew di dekat lokasi kampung wisata. Lokasi ini ramai sekali dikunjungi setiap hari libur / besar. Pemotretan dilakukan menggunakan Canon 550d dan lensa kit EF-S 18-135. Lensa yang sangat fleksibel dan hasilnya sendiri tajam. Andrew menggunakan mode Av dengan bukaan 5.6, 1/400 secs, ISO200 pada focal length 113mm.

Selain itu kita juga mengeksplorasi macro object di area kota wisata cibubur. Tentunya lensa kit agak kesulitan untuk mendapatkan pembesaran yang optimal. Oleh sebab itu Canon 550d kita padukan dengan lensa macro EF 100mm f2.8

Canon DPP digunakan untuk mengubah white balance yang digunakan sehingga terasa lebih warm. Cocok dengan judul “Gandum”. Canon DPP adalah software gratis yang sangat banyak gunanya. Kita juga melakukan eksplorasi software ini pada photo coach kali ini. Efek dof yang sempit terasa sekali di lensa ini, apalagi menggunakan f2.8. Saya mencoba melakukan cropping bagian tengah dari foto ini supaya mendapatkan area tajam lebih banyak, tetapi ternyata tidak lebih menarik daripada foto dengan dof sempit yang diambil oleh Andrew.

Selain “gandum” saya juga ikutan mencoba memotret anggrek species yang saya miliki. Anggrek jenis ini bunganya relatif kecil, walaupun demikian warnanya unik. Lensa 100mm f2.8 menangkap warna dan detil dari bunga ini dengan sangat baik.

Pada pemotretan anggrek species ini Andrew sempat mengalami kesulitan karena warna yang tidak “keluar”. Yang saya lakukan adalah saya merubah settingnya dengan saturasi +3 pada picture style standard (sebelumnya hanya +2). Selain itu EV juga +2/3 – hal ini diperlukan karena frame pemotretan banyak mengandung warna putih. Warna putih yang dominan akan di metering salah oleh kamera, sehingga perlu di adjust menggunakan EV. Setting yang baru nampaknya lebih mampu mengeluarkan detil warna anggrek spesies ini. Kali ini apperture yang digunakan adalah f8, ini membuat kelopak-kelopak anggrek yang kecil masih bisa berada di ruang tajam.

Selain digunakan untuk memotret Macro, lensa 100mm f2.8 adalah lensa yang luar biasa tajam dan bagus untuk digunakan memotret human interest. Kali ini istri Andrew kita jadikan model pemotretan dadakan.

Canon DPP digunakan untuk mengatur kembali brightness & white balance dari file RAW yang dihasilkan. White balance yang warm kita pilih agar terasa lebih nyaman. Setelah itu Adobe Photoshop digunakan untuk memberikan efek vignette (lihat sudut-sudut foto yang lebih gelap) dan teks sebagai pengisi ruang kosong.

Overall selama photo coaching ini Andrew mempelajari mengenai :

  • Lighting – bagaimana efek sinar matahari, arah yang baik, dll
  • Komposisi – bagaimana menempatkan obyek pada frame pemotretan. Bagaimana membuat background yang menarik, dll
  • Exposure setting – bagaimana memilih apperture yang sesuai dengan EV yang tepat, juga memilih picture style, setting detailnya, dll
  • Macro trick – bagaimana sebenarnya pemotretan macro dilakukan. Termasuk menggunakan live view, manual focusing, dll
  • Post production – bagaimana menggunakan RAW & Canon DPP

Hopefully you all enjoy Andrew’s photos …. hope to see you in the next photo coach (silahkan cek jadwal / agenda motoyuk untuk photo coach berikutnya).

MOTO YUK!!!


One thought on “Photo Coach Result – by Andrew & Me”

Leave a Reply MY-ers ...