Phoneography … the “best” camera is the one with you

Kali ini saya akan share sedikit ilmu soal phoneography yang saya “kumpulkan” setelah mencoba coba beberapa bulan. Namanya juga baru beberapa bulan, so mohon maaf kalau belum maksimal ya :). Buat yang ingin informasi yang lebih detil bisa browse di google, atau Photojojo via instagram mereka juga share banyak tips menarik. Komunitas seperti iPhonesia juga sangat suportif dalam memberikan ilmu, coba saja dekati membernya secara personal. Mereka tidak pelit ilmu kok.

* Disclaimer : Tidak semua langkah memproses dalam contoh-contoh di bawah saya ingat betul. Jadi ada kemungkinan langkahnya kurang / terbalik. Tapi cukup untuk memberikan gambaran mengenai apa yang saya lakukan.
** Kebanyakan foto aslinya sudah saya hapus, jadi jangan nanya aslinya gimana ya. Kalau ada aslinya pasti sudah saya ikutkan.

Device yang digunakan :

Pertanyaan yang tricky haha. Saya sendiri menggunakan (dulu) Samsung Galaxy Notes dan (sekarang) iPhone 4s. Jadi saya review berdasarkan kedua device ini ya.

Pada prinsipnya secara hardware keduanya cukup mumpuni. Karena sudah 8 MP maka keduanya menghasilkan foto yang sama cemerlang. Detilnya sangat memadahi buat dicetak bahkan sampai ukuran 6-8R. Lensa iPhone 4s sedikit lebih baik dengan hasil yang lebih nge-DOF (depth-of-field – background blur). Tapi rasanya tidak sampai signifikan sekali.

Yang membedakan keduanya (dan membuat saya akhirnya beralih) sebenarnya lebih ke software nya. Aplikasi di Android untuk phoneography masih terbatas jumlah dan variasinya. Sedangkan di iPhone sudah sangat banyak. Di masa depan bisa jadi aplikasi di Android sama bahkan lebih banyak? Who know? – Tapi yang jelas saat ini aplikasi di android terbatas. Jadi kalau hanya buat phoneography asal-asal bisa android tidaklah masalah. Tapi kalau mau “serius” dan mendapatkan hasil yang lebih baik, kondisi saat ini iGadget adalah pilihan yang lebih baik.

Kelebihan Android adalah banyak tersedia aplikasi bajakan yang dapat di install dengan mudah. Memang iPhone bisa juga di “jailbreak” agar bisa menggunakan aplikasi bajakan. Tapi prosesnya jauh lebih ribet dibandingkan di Android.

Note : saya tidak merekomendasikan pakai bajakan. Ya ampun harganya tidaklah seberapa (lain dengan Adobe Photoshop yang berjuta juta). So, berpartisipasilah dalam membuat aplikasi lain nantinya yang lebih canggih dengan membeli aplikasi yang ada.

Captured on iPhone4s di jendela kantor
1. Foto diambil menggunakan camera apps biasa
2. Lalu kontras langit dikuatkan dengan menggunakan aplikasi camera+ (Clarity)
3. Setelahnya warna diberikan menggunakan effect Purple Haze di camera+
4. Saya kemudian gunakan aplikasi Snapseed untuk meningkatkan sharpness dari hasil akhirnya

Aplikasi yang digunakan (saya review yang iOS ya) :

Ada banyak sekali aplikasi di apple market, mungkin ratusan-ribuan. Masing masing punya kelebihan tersendiri, walau banyak juga yang “sama sama saja”. Saya belum bisa mencoba semua aplikasi (ada beberapa aplikasi bahkan masih di daftar beli saya hahaha). Berikut adalah beberapa aplikasi dan kegunaannya secara umum :

Recommended :

  1. Camera+ : apllikasi seharga USD 0.99 ini sangat berguna. Saya suka menggunakan “Clarity” function nya untuk menambah dynamic range dari foto yang dihasilkan – biasanya langkah pertama saya setelah foto diambil. Selain itu kita bisa gunakan filter effect dan frame yang ada juga.
  2. Snapseed : aplikasi ini harganya agak mahal USD 4.99 –  untungnya saya dapat pas dia sedang promo, so dapat gratissss hahaha. Aplikasi ini dibuat oleh NIK Software. Jadi secara prinsip pengoperasiannya mirip aplikasi NIK Software di Photoshop. Fitur paling kerennya adalah “Selective Adjust” – dengan memilih titik warna tertentu, kita bisa melakukan adjustment seperti Brightness, Saturation, Contrast, dll hanya di area tertentu dan yang memiliki kesamaan warna tertentu. Selain itu kita bisa juga meluruskan horizon, sharpening, convert BW, memberi tonal warna tertentu, dll. Sangat direkomendasikan.
  3. Color Effect : aplikasi ini Free, gunanya buat kita melakukan isolasi warna. Jadi misalnya kita mau bikin hampir seluruh foto BW sementara sofa tetap berwarna merah, ini dia aplikasi yang digunakan. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup brush area yang mau di buat jadi bw atau warna.
  4. Squaready : aplikasi ini juga free (walau ada versi berbayar nya). Digunakan untuk mengubah format foto menjadi square (yang merupakan format instagram). Dengan menggunakan aplikasi ini maka foto tidak perlu di crop, kita bisa menambahkan background tambahan dengan warna yang kita pilih. Jadi foto pemandangan alam kita bisa ditampilkan cukup wide, tanpa harus di amputasi.
  5. Wide Angle Len Camera : aplikasi ini harganya sekarang USD 0.99 – seingat saya waktu itu saya masih dapat Free. Gunanya? Kita bisa bikin foto dengan sudut pandang 180 derajat (horizontal) dengan aplikasi ini. Luar biasa deh. Caranya? Tentunya dengan melakukan auto-stitching. Kita tinggal mengambil belasan gambar (dipandu oleh aplikasi) lalu aplikasi akan menyatukannya secara otomatis.
  6. AfterFocus : aplikasi ini harganya USD 0.99 – di Android Free, ini aplikasi yang menurut saya harus dimiliki oleh Phoneographers. Hal ini karena sensor kamera smartphone memang sangat kecil, sehingga membuat depth-of-field yang memadahi itu sangat sulit (keterbatasan teknis peralatan). Contoh mau bikin blur background kayak foto dibawah ini mah sulit sekali dengan smartphone. Tapi aplikasi ini bisa membantu mewujudkannya dengan melakukan blur secara selektif. Kita bisa memilih area mana yang super sharp (foreground), sedikit blur (midground) dan full blur (background). Keren deh.

Captured on iPhone4s di Changi Airport
1. Foto diambil menggunakan camera apps biasa
2. Untuk warna saya lakukan perubahan menggunakan Camera+ dan SnapSeed – dengan mengubah saturasi dan filter/effect yang digunakan sampai memperoleh warna yang diinginkan 
3. Setelahnya saya gunakan apps AfterFocus untuk memblurkan lebih lanjut background (area kaca hitam) dan sedikit blur di midground (dedaunan)
4. Saya kemudian gunakan aplikasi FilterStorm untuk meningkatkan sharpness dari hasil akhirnya (bisa juga gunakan aplikasi Snapseed)

Good one – ini adalah aplikasi lain yang kadang saya gunakan, bagus, tapi bisa dibeli setelah yang recommended dibeli :
  1. Filterstorm : aplikasi ini cukup kompleks, tapi juga keren karena kita bisa maen layer masking seperti di Photoshop. Walau dibatasi sampai 5 layer saja, tapi aplikasi ini sangat berguna untuk melakukan burning, dodging atau selective adjustment.
  2. iCameraHDR : aplikasi HDR ini menghasilkan HDR yang mantap dah, cukup dengan 2 foto yang exposure nya berbeda, dia sudah bisa menghasilkan foto HDR yang siap di proses lanjut.
  3. Noir : aplikasi yang spesialisasinya adalah konversi ke Black-and-White ini tergolong lengkap fiturnya. Hanya saja kalau kita jarang main BW lebih baik gunakan aplikasi seperti SnapSeed saja, sekalian buat fungsi yang lain.
  4. Phonto : aplikasi ini memungkinkan kita untuk menambahkan teks pada foto yang kita miliki. Versi yang baru bahkan memungkinkan kita menambahkan font kesukaan kita via iTunes.
  5. SlowShutter : aplikasi ini memungkinkan iPhone untuk mengambil gambar slow shutter. Terbatas tentunya sampai sekitar 8 detik kalau tidak salah. Tapi not bad, bisa bikin aliran air nge-blur dan seperti kapas 🙂
  6. BeFunky : aplikasi ini merupakan salah satu dari puluhan aplikasi yang memberikan efek filter yang beragam, cukup pilih salah satu dari banyak sekali filter yang ada, dan foto kita sudah terlihat berbeda.
  7. Diptic & FrameMagic : aplikasi ini digunakan untuk membuat kolase foto, mudah dan sederhana penggunaannya. Ada aplikasi sejenis di Android yang waktu itu saya gunakan, tapi kurangnya adalah di Android kita tidak bisa mengatur posisi foto nya. Di aplikasi Diptic dan Framemagic ini kita bisa atur sendiri posisi cropping foto yang digunakan.

Beberapa contoh lain :

Captured on iPhone4s di tangga darurat kantor
1. Foto diambil menggunakan iHDR – lalu saya adjust sampai taraf HDR yang saya mau, biasa saya start dari agak mild dulu, tidak terlalu “lebay” 
2. Lalu kontras langit dikuatkan dengan menggunakan aplikasi camera+ (Clarity)
3. Saya kemudian gunakan aplikasi Snapseed untuk meningkatkan sharpness dari hasil akhirnya

Captured on iPhone4s di pabrik, saat site visit
1. Foto diambil menggunakan camera apps biasa
2. Agar lebih dahsyat efeknya saya naikkan dynamic range dengan menggunakan aplikasi camera+ (Clarity)
3. Setelahnya warna dikuatkan menggunakan SnapSeed 
4. Terakhir saya berikan efek vignette menggunakan FilterStorm & melakukan sharpening di apps ini juga

Captured on iPhone4s saat lari pagi di Kota Wisata Cibubur
1. Foto (hanya area kiri) diambil menggunakan camera apps biasa
2. Lalu foto diolah menggunakan camera+ dan iCameraHDR untuk meningkatkan dynamic range nya 
3. Setelahnya warna diberikan menggunakan effect di Camera+ agar lebih warm / kuning
4. Lalu saya gunakan frame dengan sudut bulat di camera+ untuk menghasilkan sudut melengkung
5. Setelahnya saya gunakan aplikasi Squaready untuk mengatur layout, supaya foto terletak di kiri
6. Area yang putih kemudian saya isi dengan teks menggunakan aplikasi Phonto


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *