Pantai Trikora, Bintan … Revealed

Ini adalah pantai trikora, Bintan, Kepulauan Riau … saya kebetulan dapat kesempatan mengunjungi nya. Perjalanan laut dari Batam memakan waktu 1 jam, kebetulan laut sedang sangat tenang, sehingga tidak ada yang “jack pot”. Lalu Cabana Beach Resort dimana foto ini di ambil terletak 1 jam perjalanan darat dari Tanjung Pinang yang jadi dermaga kapal.

Kondisi pagi saat pemotretan memang tidaklah ideal : agak haze (sehingga matahari tidak sepenuhnya keluar), dan sangat sulit mencari Foreground yang saya sukai. Sore sebelumnya saya sudah melakukan survei lokasi untuk mencari foreground, tapi hanya menemukan batu batu besar (granit) seperti di Belitung. Kurang menarik rasanya, tapi it’s all I got.

Paginya saya coba datang lebih awal, dan mencoba beberapa komposisi – saya gunakan aperture super lebar + iso tinggi, hanya buat test komposisi (supaya tidak buang waktu dengan slow shutter). Tapi memang benar batu granit itu kurang bagus jadi foreground. FYI, lensa ultra wide membuat foreground tampak lebih besar dari aslinya, sehingga batu granit itu bisa mendominasi keseluruhan foto.

Saya berjalan terus lebih ke utara, ke perkampungan nelayan, akhirnya ada terlihat 2 perahu tertambat. Nah ini dia bisa jadi foreground nih. Sayangnya ada beberapa kendala :

  • Ada atap gubuk di depan saya yang pasti kena GND saya dan jadi hitam (under exposed) –> saya putuskan untuk nanti di HDR / dodging lebih lanjut
  • Ada bambu dan ujung perahu di bagian bawah yang juga muncul mengotori foto –> saya putuskan untuk stamp saja nanti di photoshop

Posisi pengambilan gambar cuma bisa tunggal satu ini, karena tidak ada lokasi lain lagi dan matahari sudah makin meninggi. Saya juga tidak bisa menggunakan format portrait yang sebenarnya saya lebih suka karena dengan demikian akan memasukkan banyak sekali rumbai rumbai atap gubuk yang saya gunakan. Saya tidak bisa pula mengambil foto lebih rendah karena akan terhalang. Serba ribet ya hahaha … tapi ya menyesuaikan dengan di lapangan saja deh.

Saya sempat mengambil 4 gambar di posisi yang sama dengan aperture yang berbeda, untuk nantinya di cek mana yang memberikan kesetimbangan paling ok antara efek slow shutter di permukaan lautnya VS goyangan di perahunya. Akhirnya saya memilih foto yang dibuat dengan menggunakan f16 dengan kecepatan shutter 2.5 seconds. Ini cukup halus permukaan lautnya, sementara perahu belum terlalu goyang.

Berikut adalah screen capture post processing yang saya lakukan, supaya dapat gambaran post processing apa yang saya lakukan :

Ini adalah foto awal hasil capture dari kamera – setelah di proses di Canon DPP dari RAW nya, hanya meng-convert saja, tidak dilakukan post pro tambahan
Saya gunakan Stamp Tools untuk menghilangkan area yang mengganggu. Lalu sedikit patch tools untuk menghaluskan beberapa area yang membutuhkan.
Setelah itu saya gunakan tools camera correction untuk mengurangi efek vignette yang terjadi dikarenakan penggunaan GND dan kontur langit yang berbeda tingkat terangnya (kanan lebih terang karena disitu dekat dengan matahari terbit)
Berikutnya adalah Adjustment layer Curve, ini digunakan untuk “burning” area kanan atas (area langit yang terkena dampak matahari) – layer ini menguatkan warna dan kontras yang awalnya “washed out” oleh sinar matahari yang kuat
Layer adjustment berikutnya adalah level. Ini adalah “Dodging” buat area pucuk gubuk dan juga perumahan di kejauhan + jembatan. Supaya lebih terang dan ada dimensi.Saya sengaja tidak mengangkat / dodging terlalu banyak, karena apabila demikian maka akan terlalu “sureal” / tidak realistis, dan akhirnya gubuk malah mengalahkan si perahu yang niatnya mau jadi POI utama
Berikutnya adalah Curve adjustment, tapi berbeda fungsi. Yang ini fungsinya lebih untuk memberikan kontras tambahan pada area perahu dan jembatan dll.Kontras dibutuhkan untuk menambah persepsi tajam dan kuat pada suatu foto. Kekurangan kontras maka foto akan terlihat kurang tajam dan ada semacam selaput.
Saya kemudian tambahkan Vibrance dan Saturasi dari foto. Secukupnya saja karena apabila terlalu banyak maka bisa berdampak foto menjadi kurang realistis dan juga di area highlight dengan warna cerah bisa wahsed out detilnya.
Berikutnya saya tambahkan color balance (Blue) supaya warna langit biru keunguan lebih kuat sedikit. Ingat, jangan menambahkan terlalu berlebihan sehingga tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan waktu itu.
Awalnya saya merasa sudah cukup, tapi setelah dilihat kembali saya prefer langit di kanan atas lebih kental lagi. Oleh sebab itu saya gunakan adjustment layer Level untuk mengurangi exposure pada area tersebut saja – burning lah pada intinya
Terakhir saya tambahkan lagi adjustment layer Curve buat “Dodging” kembali area pucuk gubuknya. Masih kurang terang yang awalnya tadi.

 

Demikian proses post-production yang dilakukan pada foto ini. Harap diingat bahwa post production yang bagus bisa diperoleh apabila bahan mentahnya juga bagus + tahu langkah yang benar. Tanpa bahan mentah yang bagus maka akan banyak area yang highlight / hilang detailnya / keluar noise nya.

Mungkin masih ada saja yang naive bilang bahwa foto dengan post processing tidak original dan tidak asik. Well, mata kita yang melihat saja menggunakan otak kita untuk melakukan post processing. Cukup berat bahkan, pakai HDR – High Dynamic Range. Coba lihat baik baik, apakah mata kita mampu melihat sunrise seperti ini sembari tetap terang melihat gubuknya? Atau melihat gubuknya sembari sunrise tetap terlihat detil nya? Hati – hati, otak ciptaan Tuhan ini menipu kita dengan menggabungkan beberapa memori yang diingat nya. Jadi, apakah mata kita juga melihat sesuatu yang original?

Tidak perlu terlalu naive, post processing bagaimanapun dibutuhkan, semenjak jaman film sampai digital. Bukan untuk “menipu” tapi untuk mengatasi keterbatasan alat yang ada – misalnya GND yang bikin gubuk hitam, kamera yang tidak mampu menangkap vibrance color di langit karena terlalu terang, dll.

Just learn it, and use it properly ….






5 thoughts on “Pantai Trikora, Bintan … Revealed”

  1. Tool vibrance fungsinya apa yah maz edo?? soalnya kurang terlihat jelaz efek k potonya??hhe
    makasih buat sharingnya . . Mantep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *